الكهف (Al-Kahf)

Per AyatMushaf
وَاتْلُ
dan bacakanlah
مَآ
apa
اُوْحِيَ
diwahyukan
اِلَيْكَ
kepadamu
مِنْ
dari
كِتَابِ
Kitab
رَبِّكَۗ
Tuhanmu
لَا
tidak ada
مُبَدِّلَ
dapat merubah
لِكَلِمٰتِهٖۗ
bagi kalimat-kalimatNya
وَلَنْ
dan tidak
تَجِدَ
kamu mendapatkan
مِنْ
dari
دُوْنِهٖ
selain-Nya
مُلْتَحَدًا
tempat berlindung
﴿٢٧﴾
Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Al-Qur'an). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya.
2167 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan bacalah (wahai rasul), apa yang diwahyukan Allah kepadamu berupa al-qur’an karena sesungguhnya ia adalah kitab yang tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimatnya karena kebenaran dan keadilannya. Dan kamu tidak akan mendapatkan tempat untuk menyelamatkan diri dan tempat berlindung selain kepada tuhanmu.

Sumber: https://tafsirweb.com/4853-surat-al-kahfi-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

27. Kata ‘attilaawatu’ artinya mengikuti. Maksudnya, ikutilah apa yang Allah wahyukan kepadamu dengan mengetahui dan memahami maknanya, membenarkan berita-beritaNya, serta menaati perintah dan laranganNya.Sesungguhnya al-Quran adalah kitab yang agung, tidak ada seorang pun yang sanggup merubah kalimat-kalimatNya. Maksudnya, tidak bisa dirubah dan diganti karena aspek kebenarran dan keadilannya seta sisi keelokannya yang mengungguli setiap keindahan. "Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur'an, sebagai kalimat yang benar dan adil." (Al-An’am:115) Kesempurnaannya mustahil bisa dirubah atau diganti.Seandainya kalimat-kalimat tersebut memiliki cacat, niscaya akan terjadi padanya perubahan (secara keseluruhan) atau sebagian darinya. Hal ini merupakan pengagungan terhadap al-Quran, yang memuat dorongan agar menerimanya. “Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dariNya.” Maksudnya kamu tidak akan mendapatkan tempat kembali dan tidak pula tempat meminta pertolongan selain kepada Allah. Apabila telah jelas bahwa hanya Allah semata tempat kembali dalam segala urusan , maka jelaslah bahwa Dia-lah yang berhak untuk disembah dan dicintai, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, yang selalu dibutuhkan dalam segala keadaan dan yang diminta dalam segala tuntutan.

Sumber: https://tafsirweb.com/4853-surat-al-kahfi-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27. Bacakanlah Alquran yang telah diwahyukan kepadamu, serta laksanakanlah perintah Alquran. Tidak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya.Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain Dia.

Sumber: https://tafsirweb.com/4853-surat-al-kahfi-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-28 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya ﷺ agar membaca dan menyampaikan kitab­Nya yang mulia kepada manu­sia (Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya) yaitu, tidak ada seorang pun yang dapat mengubah, menyimpang, dan menghapusnya. Firman Allah: (Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung sela­in dariNya) Diriwayatkan dari Mujahid tentang tentang kata “multahada”, dia berkata bahwa maknanya adalah tempat berlindung. Diriwayatkan dari Qatadah, bahwa maknannya adalah penolong, yaitu tidak ada penolong selain Dia.Ibnu Jarir berkata, bahwa maknannya adalah,”Jika kamu, wahai Mu­hammad, tidak membaca apa yang Aku wahyukan kepadamu dari Kitab Tuhanmu, maka sesungguhnya tidak ada tempat berlindung bagimu dari Allah” . Sebagaimana Allah berfirman: (Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.Allah meme­lihara kamu dari (gangguan) manusia) (Surah Al-Maidah: 67) dan (Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali) (Surah Al-Qashash: 85) yaitu, bertanya kepadamu tentang apa yang diwajibkan atas dirimu berupa penyampaian ri­salah.Firman Allah: (Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengha­rap keridhaan-Nya) yaitu duduklah bersama orang-orang yang mengingat Allah seraya mengagungkan, memuji, menyucikan, dan me­mohon kepadaNya di setiap pagi dan petang dari kalangan hamba-hambaNya, baik mereka orang-orang fakir atau orang-orang kaya, orang-orang kuat atau orang-orang lemah. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan agar berta­han duduk bersama mereka. Maka Allah berfirman: (Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari) Diriwayatkan dari Sa'd bin Abi Waqqas, dia berkata,"Kami enam orang bersama Nabi ﷺ.Lalu orang-orang musyrik berkata kepada Nabi ﷺ,”Usirlah mereka, agar mereka tidak berbuat kurang ajar kepada kami" Sa’d berkata,”Itu adalah aku, Ibnu Mas'ud, seorang laki-laki dari Bani Hudzail, Bilal, dan dua laki-laki lainnya yang aku lupa namanya. Maka setelah mendapat sambutan mereka yang demikian itu, Ra­sulullah ﷺ berbicara pada diri sendiri. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridhaan-Nya) Firman Allah: (dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini) Ibnu Abbas berkata bahwa janganlah kamu melewatkan mereka de­ngan memilih selain mereka, yaitu menggantikan mereka dengan orang mulia dan memiliki harta. (dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami) yaitu orang yang disibukkan dengan dunia dari agama dan peribadatan kepada Tuhannya (dan adalah keadaannya itu melewati batas) yaitu amalnya, perbuatannya yang foya-foya, berlebihan, dan sia-sia.Janganlah kamu mengikuti dan menyu­kai cara mereka, dan jangan pula menginginkannya. sebagaimana Allah berfirman: (Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepa­da kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal (131)) (Surah Thaha)

Sumber: https://tafsirweb.com/4853-surat-al-kahfi-ayat-27.html

Informasi

Surat

الكهف (Al-Kahf)

Goa — 110 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

27 dari 110 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 296

Ruku

Ruku 255

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 59 (118/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2167 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-18