Kembali ke Surat Al-Kahf

الكهف (Al-Kahf)

Surat ke-18, Ayat ke-30

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ مَنْ اَحْسَنَ عَمَلًاۚ

Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya dan mengerajakan amal shalih, bagi mereka balasan baik yang paling besar. Sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala-pahala mereka, dan tidak pula menguranginya atas kebajikan yang mereka perbuat sebaik-baiknya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4856-surat-al-kahfi-ayat-30.html

📚 Tafsir as-Sa'di

30. Kemudian Allah menyebut golongan yang kedua seraya berfirman, “SEsungguhnya mereka yang beriman dan beramal shalih,” maksudnya, mereka yang menggabungkan antara keimanan kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNYa, Hari Akhir dan takdir baik dan buruk dengan amal shalih, dari yang wajib mauoun yang mustahab, “tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik,” amalan yang baik maksudnya apabila seorang hamba menginginkan dengan amalannya itu Wajah Allah dan mengikuti syariat Allah, maka amalan inilah yang tidak akan disia-siakan Allah dan (juga tidak) sedikit pun (tersia-siakan). Bahkan, Allah menjaganya untuk orang-orang yang mengamalkannya dan memberikan balasan yang sempurna dengan pahala sesuai dengan amalan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/4856-surat-al-kahfi-ayat-30.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

30. Sesunggunya mereka yang beriman kepada Allah dan beramal shalih, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalannya dengan yang baik

Sumber: https://tafsirweb.com/4856-surat-al-kahfi-ayat-30.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 30-31 Setelah Allah menyebutkan keadaan orang-orang yang celaka, Dia menyebutkan keadaan orang-orang yang berbahagia yang beriman kepa­da Allah dan membenarkan para rasul dalam apa yang mere­ka sampaikan, serta mengamalkan apa yang diperintahkan oleh mereka berupa amal shalih. Maka bagi mereka itu surga 'Adn. Kata Al-'Adn artinya adalah tempat tinggal (mengalir sungai-sungai di bawahnya) yaitu di bawah ruangan-ruangan dan tempat tinggal mereka.

Fir'aun berkata: (dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku) (Surah Az-Zukhruf: 51) (dalam surga itu mereka dihiasi) yaitu dari perhiasan (dengan gelang emas) Allah berfirman di ayat lain: (dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera) (Surah Al-Hajj: 23) Kemudian Allah merincikannya di sini: (dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal) “sundus” ialah kain sutera tipis dan lembut, seperti kain baju dan untuk kegunaan lainnya.

Adapun “istabraq” adalah kain sutera tebal dan mengkilap warnanya. Firman Allah: (sedangkan mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah) Dikatakan bahwa “Al-ittika’” adalah berbaring. Dikatakan juga bahwa maknannya adalah dan ini le­bih mendekati makna yang dimaksud di sini, Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya (di atas dipan-dipan yang indah) yaitu kelambunya.

Pendapat itu dikatakan oleh Ma'mar. Ulama’ lainnya berkata bahwa maknannya adalah dipan yang berkelambu. Firman Allah: (Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah) yaitu nikmat surga sebagai balasan atas amal mereka adalah surga dan merupakan tempat istirahat yang indah yaitu sebaik-baik tempat tinggal, istirahat, dan rumah.

Sebagaimana Allah berfirman tentang neraka: (Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek) Demikian juga perbedaan yang terjadi di surah Al-Furqan: (Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman (66)) (Surah Al-Furqan) Kemudian Allah SWT menyebutkan nasib orang-orang mukmin, Allah berfirman: (Mereka itulah orang yang dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya (75) mereka kekal di dalamnya.

Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman (76)) (Surah Al-Furqan)

Sumber: https://tafsirweb.com/4856-surat-al-kahfi-ayat-30.html

Informasi Tambahan

Juz

15

Halaman

297

Ruku

255

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved