الكهف (Al-Kahf)

Per AyatMushaf
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
لَهُمْ
bagi mereka
جَنّٰتُ
surga
عَدْنٍ
'Adn
تَجْرِيْ
mengalir
مِنْ
dari
تَحْتِهِمُ
bawahnya
الْاَنْهٰرُ
sungai-sungai
يُحَلَّوْنَ
mereka diberi perhiasan
فِيْهَا
didalamnya
مِنْ
dari
اَسَاوِرَ
gelang-gelang
مِنْ
dari
ذَهَبٍ
emas
وَّيَلْبَسُوْنَ
dan mereka memakai
ثِيَابًا
pakaian
خُضْرًا
hijau
مِّنْ
dari
سُنْدُسٍ
sutra halus
وَّاِسْتَبْرَقٍ
dan sutra tebal
مُّتَّكِىِٕيْنَ
mereka duduk
فِيْهَا
didalamnya
عَلَى
diatas
الْاَرَاۤىِٕكِۗ
kursi panjang yang indah
نِعْمَ
sebaik-baik nikmat
الثَّوَابُۗ
pahala
وَحَسُنَتْ
dan bagus/indah
مُرْتَفَقًا
tempat istirahat
﴿٣١﴾
Mereka itulah yang memperoleh Surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah.
2171 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Mereka yang beriman itu, bagi mereka surga-surga yang akan mereka diami selamanya, mengalir sungai-sungai air tawar di bawah kamar-kamar dan hunian-hunian mereka. Di dalam surga, mereka di hiasi gelang-gelang dari emas, dan mereka mengenakan pakaian-pakaian berwarna hijau yang di sulam dari sutra halus dan sutra tebal. Di dalamnya mereka duduk-duduk bersandar di atas dipan-dipan yang terhiasi oleh kelambu-kelambu yang indah. sebaik-baik pahala adalah pahala yang mereka raih dan amat baik surga menjadi hunian dan tempat tinggal bagi mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/4857-surat-al-kahfi-ayat-31.html

Tafsir as-Sa'di

31. Allah menyebutkan pahala mereka dengan berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan Surga ‘And, mengalir sungai-sungai di bawahnya, dalam surge itu mereka dihiasi dengan gelang emas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka tidak duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah,” [merekalah] maksudnya mereka yang berkarakter dengan keimanan dan amal shalih mendapatkan surge-surga yang tinggi yang pepohonannya sungguh banyak, hingga menutupi orang yang berada di dalamnya, sungai-sungainya pun banyak, mengalir di bawah pepohonan yang elok dan tempat-tempat kediaman yang tinggi, perhiasan mereka di dalamnya terbuat dari emas, pakaian mereka terbuat dari sutra hijau dari jenis sutra sundus yaitu sutra yang halus dan istibraq yaitu sutra yang tebal. Mereka dalam keadaan bersandar di atas dipan-dipan yang indah, yaitu ranjang-ranjang yang dihiasi lagi diperindah dengan aksesoris yang mewah.Karena tidaklah ia dinamakan arikah (ranjang-ranjang mewah) sehingga (harus) menjadi seperti itu. Cara duduk mereka yang menyandar di atas dipan-dipan yang indah itu menunjukkan bentuk istirahat yang sempurna, hilangnya rasa capai dan kelelahan, disertai mobilitas pelayan untuk menyuguhkan sesuatu yang mereka inginkan. Sebagai penyempurna kenikmatan itu, kekekalan yang lestari dan masa menetap yang abadi, maka kampung yang mulia ini, “Adalah pahala yang sebaik-baiknya,” untuk orang-orang yang beramal “dan tempat istirahat yang indah.” Mereka merasa nyaman di dalamnya dan bersenang-senang dengan apa yang disukai oleh jiwa, membuat sejuk pandangan mata, berupa kegembiraan, kesenangan, dan kebahagiaan yang abadi, kelezatan yang berturut-turut dan kenikmatan yang melimpah.Tempat istirahat mana yang lebih bagus daripada kampung ini? Serendah-rendah tingkatan penghuninya, dia (bisa) berjalan di kerajaannya, kenikmatan, istana-istana dan kebun-kebun selama waktu dua ribu tahun. Sementara itu, dia tidak merasa melihat kenikmatan yang telah dia peroleh.Semua angan-angan dan kebutuhannya telah diberikan kepadanya. Ditambah lagi dengan kenikmatan yang tak terjangkau oleh angan-angan mereka. Bersama dengan semua itu, kenikmatan mereka tetap abadi, terus bertambah sifat-sifat dan keindahannya.Kita memohon kepada Allah agar Dia tidak mengaharamkan kita dari kebaikan apa saja yang ada di sisiNya, disebabkan keburukan yang ada pada kita berupa kelalaian dan kemaksiatan. Ayat ini dan ayat semisalnya menunjukkan bahwa perhiasan itu umum bagi laki-laki dan wanita, sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits shahih, karena Allah menyebutkannya dalam bentuk umum dalam FirmanNya, “mereka dihiasi” begitu pula sutra dan yang sepertinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4857-surat-al-kahfi-ayat-31.html

Tafsir Al-Wajiz

31. Mereka itulah orang-orang yang diberi balasan surga ´Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya. Dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah.Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah

Sumber: https://tafsirweb.com/4857-surat-al-kahfi-ayat-31.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 30-31 Setelah Allah menyebutkan keadaan orang-orang yang celaka, Dia menyebutkan keadaan orang-orang yang berbahagia yang beriman kepa­da Allah dan membenarkan para rasul dalam apa yang mere­ka sampaikan, serta mengamalkan apa yang diperintahkan oleh mereka berupa amal shalih. Maka bagi mereka itu surga 'Adn. Kata Al-'Adn artinya adalah tempat tinggal (mengalir sungai-sungai di bawahnya) yaitu di bawah ruangan-ruangan dan tempat tinggal mereka.Fir'aun berkata: (dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku) (Surah Az-Zukhruf: 51) (dalam surga itu mereka dihiasi) yaitu dari perhiasan (dengan gelang emas) Allah berfirman di ayat lain: (dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera) (Surah Al-Hajj: 23) Kemudian Allah merincikannya di sini: (dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal) “sundus” ialah kain sutera tipis dan lembut, seperti kain baju dan untuk kegunaan lainnya.Adapun “istabraq” adalah kain sutera tebal dan mengkilap warnanya. Firman Allah: (sedangkan mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah) Dikatakan bahwa “Al-ittika’” adalah berbaring. Dikatakan juga bahwa maknannya adalah dan ini le­bih mendekati makna yang dimaksud di sini, Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya (di atas dipan-dipan yang indah) yaitu kelambunya.Pendapat itu dikatakan oleh Ma'mar. Ulama’ lainnya berkata bahwa maknannya adalah dipan yang berkelambu. Firman Allah: (Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah) yaitu nikmat surga sebagai balasan atas amal mereka adalah surga dan merupakan tempat istirahat yang indah yaitu sebaik-baik tempat tinggal, istirahat, dan rumah.Sebagaimana Allah berfirman tentang neraka: (Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek) Demikian juga perbedaan yang terjadi di surah Al-Furqan: (Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman (66)) (Surah Al-Furqan) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan nasib orang-orang mukmin, Allah berfirman: (Mereka itulah orang yang dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya (75) mereka kekal di dalamnya.Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman (76)) (Surah Al-Furqan)

Sumber: https://tafsirweb.com/4857-surat-al-kahfi-ayat-31.html

Informasi

Surat

الكهف (Al-Kahf)

Goa — 110 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

31 dari 110 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 297

Ruku

Ruku 255

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 59 (118/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2171 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-18