الكهف (Al-Kahf)

Per AyatMushaf
كِلْتَا
itu kedua
الْجَنَّتَيْنِ
kedua kebun
اٰتَتْ
mendatangkan/menghasilkan
اُكُلَهَا
makanannya/buahnya
وَلَمْ
dan tidak
تَظْلِمْ
aniaya/berkurang
مِّنْهُ
daripadanya
شَيْـًٔاۙ
sesuatu/sedikitpun
وَّفَجَّرْنَا
dan Kami pancarkan
خِلٰلَهُمَا
sela-sela keduanya
نَهَرًاۙ
sungai
﴿٣٣﴾
Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai,
2173 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Masing-masing dua kebun itu telah mendatangkan hasil buahnya dan tidak berkurang buahnya sedikitpun. Dan kamipun telah membelah anatara dua kebun itu dengan sebuah aliran sungai untuk menyirami dua kebun itu dengan mudah dan ringan.

Sumber: https://tafsirweb.com/4859-surat-al-kahfi-ayat-33.html

Tafsir as-Sa'di

33. Tidak ada pertanyaan tentang dua kebun itu kecuali dikatakan, bagaimana buah-buahan kebun tersebut? Apakah ada air yang mencukupinya?Lalu Allah mengabarkan bahwa masing-masing dari “kedua kebun itu menghasilkan buahnya,” maksudnya, buahnya dan tanamannya berlipat ganda. Artinya, melimpah ruah. Dan sesungguhnya kebun tersebut “tiada berkurang buahnya sedikit pun,” artinya: tidak berkurang buahnya sedikit pun.Ditambah lagi, di sisi kanan-kirinya, sungai-sungai mengalir dengan deras.

Sumber: https://tafsirweb.com/4859-surat-al-kahfi-ayat-33.html

Tafsir Al-Wajiz

33. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu buahnya tidak berkurang sedikitpun. Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu untuk mengairinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4859-surat-al-kahfi-ayat-33.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 32-36 Allah berfirman sesudah menyebutkan tentang orang-orang musyrik yang sombong dari duduk dengan orang-orang yang lemah dan miskin dari kalangan orang-orang muslim.Mereka angkuh dengan harta dan kedudukan mereka, jadi Allah membuat perumpa­maan dengan menggambarkan kedua golongan tersebut dengan dua orang laki-laki. Salah seorang di antaranya diberi Allah dua buah kebun, yaitu kebun anggur yang dikelilingi dengan pohon-pohon kurma, dan di antara keduanya terdapat ladang. Masing-masing pohon dan tanaman itu menghasilkan buah yang sangat baik, Oleh karena itu Allah berfirman: (Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya) yaitu, menghasilkan buah (dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun) yaitu hasilnya tidak berkurang sedikit pun (dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu) yaitu sungai-sungai mengalir bercabang-cabang di sini dan di sana (dan dia mempunyai kekayaan besar) Dikatakan bahwa yang dimaksud adalah harta.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah. Dikatakan bahwa buah-buah­an adalah makna yang lebih tampak di sini, dan diperkuat dengan bacaan lainnya (wa kaana lahu tsumrun) dengan didhammah huruf tsa’nya dan disukun huruf mimnya, bentuk ja­mak dari dati “tsamratun”, seperti kata “khasybatun” dan jamaknya “khasybun”. dan lainnya membaca (tsamaru) dengan difathah huruf tsa’nya dan mimnya. maka pemilik dua kebun ini berkata kepada yang lainnya (maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika ia bercakap-cakap dengan dia) yaitu mendebat, memusuhi, angkuh dan sombong (Hartaku lebih banyak daripada hartamu, dan pengikut-pengikutku lebih kuat) yaitu pembantu, pelayan dan anakku lebih banyak darimu. Qatadah berkata, "Demi Allah, hal seperti itu yang dicita-citakan orang yang durhaka, berupa harta yang banyak dan pengikut-pengikut yang kuat" Firman Allah: (Dan dia memasuki kebunnya, sedangkan dia zalim terhadap dirinya sendiri) yaitu dengan kekafiran, pembangkangan, kesombongan, dan keingkarannya terhadap hari kiamat ("Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya”) teperdaya ketika melihat kesuburan tanaman, buah-buahan, dan pepohonannya; dan sungai-sungai yang mengalir di antara kebun-kebunnya itu, dan dia menduga bahwa kebun-kebun itu tidak akan lenyap, habis, rusak, dan binasa.Demikian itu karena kedangkalan akal, dan kelemahan keyakinannya kepada Allah, serta kekagumannya dengan kehidupan dan perhiasan dunia, serta keingkarannya terhadap akhirat. Oleh karena itu dia berkata: (dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang) yaitu, akan terjadi (dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu) yaitu seandainya hari kembali itu ada dan semuanya dikembalikan kepada Allah, maka aku di sana mendapat bagian yang lebih baik daripada yang ada di sisi Tuhanku. Seandainya tidak ada kemuliaan ba­giku di sisiNya, maka Dia tidak akan memberiku semua ini.Sebagaimana Allah berfirman di ayat lain: (Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguh­nya aku akan memperoleh kebaikan pada sisiNya) (Surah Fushshilat: 50)

Sumber: https://tafsirweb.com/4859-surat-al-kahfi-ayat-33.html

Informasi

Surat

الكهف (Al-Kahf)

Goa — 110 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

33 dari 110 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 297

Ruku

Ruku 256

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 60 (119/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2173 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-18