الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
وَّكَانَ
dan adalah dia
لَهٗ
baginya
ثَمَرٌۚ
buah-buahan
فَقَالَ
maka/lalu dia berkata
لِصَاحِبِهٖ
kepada kawannya
وَهُوَ
dan dia
يُحَاوِرُهٗٓ
bercakap-cakap dengannya
اَنَا۠
aku
اَكْثَرُ
lebih banyak
مِنْكَ
daripada kamu
مَالًا
harta
وَّاَعَزُّ
dan lebih gagah
نَفَرًا
golongan/pengikut
﴿٣٤﴾
dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”
2174 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sang pemilik dua kebun itu memiliki buah-buahan dan kekayaan lainnya. Maka ia berkata kepada temannya yang mukimin untuk mengobrol dengannya, sedang rasa sial dengan keadaanya sendiri menjejali jiwanya, ”aku lebih banyak memiliki harta daripada kamu, dan para pengikut serta pendukungku lebih kuat. ”
Sumber: https://tafsirweb.com/4860-surat-al-kahfi-ayat-34.html
Tafsir as-Sa'di
34. “Dan dia mempunyai,” laki-laki itu mempunyai “kekayaan besar,” (Kekayaan) yang sangat besar, sebagaimana makna yang dikandung oleh bentuk nakirah (indefinite noun). Maksudnya: kedua kebun tersebut benar-benar sempurna buahnya, sangat kuat pohon-pohonnya dan belum pernah terserang penyakit atau hal yang mencacatinya. Ini merupakan titik klimaks perhiasan dunia dalam masalah tanaman.Oleh karena itu, laki-laki ini tertipu, berbangga diri dan bermegah-megah, tapi melupakan akhiratnya. Maka berkatalah pemilik kedua kebun itu kepada temannya yang Mukmin saat mereka berdua berbincang-bincang. Yakni, sedang berdiskusi tentang sebagian kejadian hidup yang biasa berlaku dengan nada membanggakan diri di hadapan temannya (yang beriman), “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.” Dia bangga karena hartanya banyak dan penolong-penolongnya yang kuat dari kalangan budak, pembantu, dan kerabat-kerabatnya.Ini merupakan sudut kejahilan darinya. Kalau bukan demikian, kebanggaan apa pun dengan hal-hal yang berada di luar fisiknya, yang tidak memiliki keutamaan psikologis dan sifat maknawi, maka kebangaannya itu ibarat kebanggaan seorang anak cengan angan-angan (kosong) yang tidak ada kepastian hakikatnya!
Sumber: https://tafsirweb.com/4860-surat-al-kahfi-ayat-34.html
Tafsir Al-Wajiz
34. Dia mempunyai kekayaan besar, selain kebun anggur dan kurma itu. Maka ia berkata kepada saudaranya yang mukmin ketika bercakap-cakap dengan dia: "Hartaku lebih banyak dari pada hartamu, dan pengikut-pengikutku serta anak-anakku lebih kuat"
Sumber: https://tafsirweb.com/4860-surat-al-kahfi-ayat-34.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 32-36 Allah berfirman sesudah menyebutkan tentang orang-orang musyrik yang sombong dari duduk dengan orang-orang yang lemah dan miskin dari kalangan orang-orang muslim.Mereka angkuh dengan harta dan kedudukan mereka, jadi Allah membuat perumpamaan dengan menggambarkan kedua golongan tersebut dengan dua orang laki-laki. Salah seorang di antaranya diberi Allah dua buah kebun, yaitu kebun anggur yang dikelilingi dengan pohon-pohon kurma, dan di antara keduanya terdapat ladang. Masing-masing pohon dan tanaman itu menghasilkan buah yang sangat baik, Oleh karena itu Allah berfirman: (Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya) yaitu, menghasilkan buah (dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikit pun) yaitu hasilnya tidak berkurang sedikit pun (dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu) yaitu sungai-sungai mengalir bercabang-cabang di sini dan di sana (dan dia mempunyai kekayaan besar) Dikatakan bahwa yang dimaksud adalah harta.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah. Dikatakan bahwa buah-buahan adalah makna yang lebih tampak di sini, dan diperkuat dengan bacaan lainnya (wa kaana lahu tsumrun) dengan didhammah huruf tsa’nya dan disukun huruf mimnya, bentuk jamak dari dati “tsamratun”, seperti kata “khasybatun” dan jamaknya “khasybun”. dan lainnya membaca (tsamaru) dengan difathah huruf tsa’nya dan mimnya. maka pemilik dua kebun ini berkata kepada yang lainnya (maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika ia bercakap-cakap dengan dia) yaitu mendebat, memusuhi, angkuh dan sombong (Hartaku lebih banyak daripada hartamu, dan pengikut-pengikutku lebih kuat) yaitu pembantu, pelayan dan anakku lebih banyak darimu. Qatadah berkata, "Demi Allah, hal seperti itu yang dicita-citakan orang yang durhaka, berupa harta yang banyak dan pengikut-pengikut yang kuat" Firman Allah: (Dan dia memasuki kebunnya, sedangkan dia zalim terhadap dirinya sendiri) yaitu dengan kekafiran, pembangkangan, kesombongan, dan keingkarannya terhadap hari kiamat ("Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya”) teperdaya ketika melihat kesuburan tanaman, buah-buahan, dan pepohonannya; dan sungai-sungai yang mengalir di antara kebun-kebunnya itu, dan dia menduga bahwa kebun-kebun itu tidak akan lenyap, habis, rusak, dan binasa.Demikian itu karena kedangkalan akal, dan kelemahan keyakinannya kepada Allah, serta kekagumannya dengan kehidupan dan perhiasan dunia, serta keingkarannya terhadap akhirat. Oleh karena itu dia berkata: (dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang) yaitu, akan terjadi (dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu) yaitu seandainya hari kembali itu ada dan semuanya dikembalikan kepada Allah, maka aku di sana mendapat bagian yang lebih baik daripada yang ada di sisi Tuhanku. Seandainya tidak ada kemuliaan bagiku di sisiNya, maka Dia tidak akan memberiku semua ini.Sebagaimana Allah berfirman di ayat lain: (Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisiNya) (Surah Fushshilat: 50)
Sumber: https://tafsirweb.com/4860-surat-al-kahfi-ayat-34.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
34 dari 110 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 297
Ruku
Ruku 256
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 60 (119/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2174 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18