Kembali ke Surat Al-Baqarah

البقرة (Al-Baqarah)

Surat ke-2, Ayat ke-211

سَلْ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ كَمْ اٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ اٰيَةٍ ۢ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَنْ يُّبَدِّلْ نِعْمَةَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُ فَاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barangsiapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Tanyakanlahlah (wahai Rasul) kepada Bani Israil yang menantang mu, “Berapa banyak sudah Kami berikan kepada mereka bukti-bukti nyata di dalam kitab-kitab Suci mereka yang menuntun mereka kepada kebenaran, tapi mereka mengingkari semuanya, dan berpaling darinya, serta mengubah-ubahnya dari tempat-tempatnya yang semestinya. dan barangsiapa mengubah-ubah nikmat Allah (yaitu agama Nya) dan mengingkarinya setelah mengetahuinya dan tegaknya hujjah di hadapannya dengan itu, maka sesungguhnya Allah amat pedih siksaan Nya kepadanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/835-surat-al-baqarah-ayat-211.html

📚 Tafsir as-Sa'di

211. Allah berfirman, “tanyakanlah kepada Bani Israil, ‘berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka’,” yang menunjukkan kepada Al Haq dan kebenaran para rasul, kemudian mereka meyakini dan mengetahuinya.

Namun mereka tidak mensyukuri nikmat tersebut yang seharusnya patut untuk disyukuri, Bahkan mereka mengingkarinya dan mengganti nikmat Allah dengan kekufuran. Oleh karena itu mereka berhak untuk mendapatkan hukuman dari Allah dan mengharamkan mereka dari pahalaNya. Dan Allah menyebut ingkar terhadap nikmatNya adalah sebagai bentuk penggantian nikmat Allah dengan kekufuran, karena barangsiapa yang telah Allah berikan kenikmatan agama atau dunia kepadaNya, lalu dia tidak mensyukurinya dan tidak menunaikan kewajibannya, maka akan hilanglah darinya, dan berganti kekufuran dan kemaksiatan, akhirnya kekufuran itu menjadi pengganti nikmat.

Adapun orang yang bersyukur kepada Allah dan menunaikan kewajiban kewajibannya, maka nikmat itu akan senantiasa tetap dan berkesinambungan, bahkan Allah akan menambahkan kenikmatan itu baginya.

Sumber: https://tafsirweb.com/835-surat-al-baqarah-ayat-211.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

211. Wahai Muhammad, tanyakanlah kepada Bani Israil banyak hal tentang bukti-bukti nabi mereka yang menunjukkan tentang kebenaran mereka dan dirimu. Mereka telah mengganti bukti-bukti itu.

Barangsiapa mengganti hidayah dan agama Allah dengan kekufuran dan penyimpangan, maka sesungguhnya Allah itu Maha dahsyat hukumanNya bagi orang yang menentang perintahNya, dan menyalahi syariat dan para nabiNya

Sumber: https://tafsirweb.com/835-surat-al-baqarah-ayat-211.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 211-212 Allah berfirman dengan memberitahuna tentang Bani Israil: “Berapa banyak mukjizat yang jelas yang mereka saksikan bersama nabi Musa, yaitu mukjizat yang jelas tentang kebenaran risalah yang dia bawa kepada mereka, seperti tangannya, tongkatnya, membelah lautannya, memukul batu (sehingga mengeluarkan air), perlindungan dengan naungan awan ketika dalam keadan panas yang terik, serta rezeki berupa manna dan salwa, dan tanda-tanda lain yang menunjukkan adanya Dzat yang Melakukan semua itu.

Meskipun kebenaran dari kejadian-kejadian luar biasa ini melalui tangan nabi Musa ada, banyak dari mereka yang tetap berpaling dan mengganti nikmat Allah dengan kekufuran, yaitu menukarkan iman dengan kekafiran, serta berpaling dari hal itu. (Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksaNya) Sebagaimana Allah SWT berfirman tentang orang-orang kafir Quraisy (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? (28) yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman (29)) (Surah Ibrahim) Kemudian Allah SWT menerangkan tentang bagaimana Dia memperindah kehidupan duniawi bagi orang-orang kafir yang merasa puas dan tenang dengan dunia, serta mereka mengumpulkan harta dan enggan mengeluarkannya untuk sesuatu yang diperintahkan untuk mereka berupa sesuatu yang diridhai oleh Allah SWT dan mereka menghina orang-orang yang beriman yang telah berpaling dari nikmat-nikmat duniawi dan menginfakkan apa yang mereka dapatkan dari dunia untuk melaksanakan ketaatan kepada Tuhannya.

Mereka mengeluarkannya untuk mencari keridhaan Allah, karena itu mereka memperoleh kemenangan dengan tempat dan nasib yang lebih baik di hari pengadilan. Mereka berada di atas kaum kafir dalam tempat berkumpul, tempat berjalan, dan tempat berlindung mereka. Mereka berada di derajat tertinggi, sementara orang-orang kafir berada di derajat terbawah.

Karena itu Allah berfirman: (Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendakiNya tanpa batas) yaitu Allah memberikan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara makhlukNya dan memberi anugerah yang sangat melimpah yang tak terbatas dan terhitung jumlahnya baik di dunia maupun akhirat.

Sebagaimana yang terdapat dalam hadits “Wahai anak Adam, infaklah, maka Aku akan berinfak kepadamu" Nabi SAW bersabda, “Infaklah, wahai Bilal, dan janganlah merasa takut kekurangan kepada Dzat yang memiliki 'Arsy" Allah SWT berfirman: (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya) (Surah Saba’: 39) Dalam hadits shahih disebutkan “Dua malaikat turun dari langit setiap pagi hari, salah satunya berkata, “Ya Allah, berikanlah gantinya kepada orang yang berinfak,” sedangkan yang lain berkata, “Ya Allah, berikanlah kebinasaan (harta) kepada orang yang menahan (hartanya)”

Sumber: https://tafsirweb.com/835-surat-al-baqarah-ayat-211.html

Informasi Tambahan

Juz

2

Halaman

33

Ruku

27

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved