الكهف (Al-Kahf)

Per AyatMushaf
قَالَ
(Khaidir) berkata
اَلَمْ
tidakkah
اَقُلْ
aku katakan
اِنَّكَ
sesungguhnya kamu
لَنْ
tidak akan
تَسْتَطِيْعَ
kamu sanggup
مَعِيَ
bersama aku
صَبْرًا
sabar
﴿٧٢﴾
Dia berkata, “Bukankah sudah aku katakan, bahwa sesungguhnya engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?”
2212 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Khadir berakata kepadanya, ”sungguh telah aku katakan kepadamu sejak pertama, ’sesungguhnya engkau tidak akan sanggup bersabar menyertaiku’

Sumber: https://tafsirweb.com/4898-surat-al-kahfi-ayat-72.html

Tafsir as-Sa'di

72. Maka Khidhir berkata kepada Musa, “Bukankah aku telah berkata, ‘SEsungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama denganku’,” maksudnya, sudah terjadi apa yang aku beritahukan kepadamu.

Sumber: https://tafsirweb.com/4898-surat-al-kahfi-ayat-72.html

Tafsir Al-Wajiz

72. Nabi Khidhir menjawab: "Bukankah aku telah berkata: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar atas perbuatanku?"

Sumber: https://tafsirweb.com/4898-surat-al-kahfi-ayat-72.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 71-73 Allah berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Musa dan temannya yaitu nabi Khidhir, bahwa keduanya sepakat untuk berjalan bersama, dan nabi Khidir telah menetapkan persyaratan kepada nabi Musa, yaitu tidak boleh menanyakan apa pun yang dia ingkari, sehingga dia sendirilah yang akan menceri­takan dan menerangkan semuanya.Lalu keduanya menaiki perahu itu, dalam keterangan bagaimana keduanya menaiki perahu telah dise­butkan, bahwa para pemilik perahu telah mengenal nabi Khidhir. Maka mereka membawa keduanya tanpa membayar sebagai penghormatan kepada nabi Khidhir. Ketika perahu itu mengarungi lautan, nabi Khidhir bangkit dan melubangi perahu itu, lalu mengeluarkan sebuah papan yang ada di perahu itu untuk menambalnya.Lalu nabi Musa tidak mampu menahan diri untuk bertanya seraya memprotesnya: (Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?) Huruf “lam” adalah “lam al-'aqibah” yang me­nunjukkan makna akibat, bukan lam ta'lil yang menunjukkan makna pe­nyebab. Sebagaimana seorang penyair berkata: “Beranaklah yang akibatnya kematian, dan bangunlah yang akibatnya keruntuhan” (Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang be­sar) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sesuatu yang diingkari. Qatadah berkata bahwa yang dimaksud adalah sesuatu yang aneh.Maka saat itu nabi Khidhir berkata kepada nabi Musa, berdasarkan syarat yang telah lalu: (Bukankah aku telah berkata bahwa sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku) yaitu, perbuatan ini sengaja aku lakukan, dan termasuk di antara perkara yang telah aku syaratkan kepadamu bahwa kamu tidak boleh mengingkarinya terhadapku. Karena sesungguhnya mempunyai pemberitahuan, padahal perbuatan ini mengandung kebaikan yang tidak kamu ketahui (Musa berkata, "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku”) yaitu janganlah kamu mempersulit diriku, dan bersikap keras terhadapku. Oleh karena itu, seperti yang telah disebutkan dalam hadits dari Rasulullah ﷺ yang bersabda,”kekeliruan pertama yang dilakukan oleh nabi Musa kare­na kelupaannya”

Sumber: https://tafsirweb.com/4898-surat-al-kahfi-ayat-72.html

Informasi

Surat

الكهف (Al-Kahf)

Goa — 110 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

72 dari 110 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 301

Ruku

Ruku 261

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 60 (120/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2212 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-18