الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Musa) berkata
لَا
jangan
تُؤَاخِذْنِيْ
kamu menghukum aku
بِمَا
dengan apa/sebab
نَسِيْتُ
aku lupa
وَلَا
dan jangan
تُرْهِقْنِيْ
kamu membebani aku
مِنْ
dari
اَمْرِيْ
urusanku
عُسْرًا
kesulitan
﴿٧٣﴾
Dia (Musa) berkata, “Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah engkau membebani aku dengan suatu kesulitan dalam urusanku.”
2213 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata untuk meminta maaf, ”janganlah engaku menyalahkan aku gara-gara aku lupa terhadap syarat yang engkau tetapkan atasku. Dan janganlah engkau membebani aku dengan satu beban berat untuk belajar darimu. Tolong perlakukanlah aku dengan mudah dan lembut. ”
Sumber: https://tafsirweb.com/4899-surat-al-kahfi-ayat-73.html
Tafsir as-Sa'di
73. Teguran itu merupakan bentuk kealpaan dari Musa, maka dia berkata, “Janganlah kamu menghukumku karena kealpaanku, dan janganlah kamu membebaniku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku,” maksudnya janganlah engkau mempersulit urusan kepada diriku, maafkanlah aku. Sesungguhnya itu terjadi karena faktor lupa.Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku yang pertama kali ini. Ia memadukan antara pengakuan kesalahan dan pengajuan alasan, dan bahwa engkau wahai Khidhir tidak patut bersikap keras terhadap kawanmu ini, maka Khidhir memaafkannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4899-surat-al-kahfi-ayat-73.html
Tafsir Al-Wajiz
73. Musa berkata: "Aku mohon engkau tidak menghukum aku karena kelupaanku, dan janganlah engkau memberi beban dan penderitaan dalam mengikutimu dengan tidak toleransi atas kelupaanku. Itu merupakan sesuatu yang sulit."
Sumber: https://tafsirweb.com/4899-surat-al-kahfi-ayat-73.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 71-73 Allah berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Musa dan temannya yaitu nabi Khidhir, bahwa keduanya sepakat untuk berjalan bersama, dan nabi Khidir telah menetapkan persyaratan kepada nabi Musa, yaitu tidak boleh menanyakan apa pun yang dia ingkari, sehingga dia sendirilah yang akan menceritakan dan menerangkan semuanya.Lalu keduanya menaiki perahu itu, dalam keterangan bagaimana keduanya menaiki perahu telah disebutkan, bahwa para pemilik perahu telah mengenal nabi Khidhir. Maka mereka membawa keduanya tanpa membayar sebagai penghormatan kepada nabi Khidhir. Ketika perahu itu mengarungi lautan, nabi Khidhir bangkit dan melubangi perahu itu, lalu mengeluarkan sebuah papan yang ada di perahu itu untuk menambalnya.Lalu nabi Musa tidak mampu menahan diri untuk bertanya seraya memprotesnya: (Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?) Huruf “lam” adalah “lam al-'aqibah” yang menunjukkan makna akibat, bukan lam ta'lil yang menunjukkan makna penyebab. Sebagaimana seorang penyair berkata: “Beranaklah yang akibatnya kematian, dan bangunlah yang akibatnya keruntuhan” (Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sesuatu yang diingkari. Qatadah berkata bahwa yang dimaksud adalah sesuatu yang aneh.Maka saat itu nabi Khidhir berkata kepada nabi Musa, berdasarkan syarat yang telah lalu: (Bukankah aku telah berkata bahwa sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku) yaitu, perbuatan ini sengaja aku lakukan, dan termasuk di antara perkara yang telah aku syaratkan kepadamu bahwa kamu tidak boleh mengingkarinya terhadapku. Karena sesungguhnya mempunyai pemberitahuan, padahal perbuatan ini mengandung kebaikan yang tidak kamu ketahui (Musa berkata, "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku”) yaitu janganlah kamu mempersulit diriku, dan bersikap keras terhadapku. Oleh karena itu, seperti yang telah disebutkan dalam hadits dari Rasulullah ﷺ yang bersabda,”kekeliruan pertama yang dilakukan oleh nabi Musa karena kelupaannya”
Sumber: https://tafsirweb.com/4899-surat-al-kahfi-ayat-73.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
73 dari 110 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 301
Ruku
Ruku 261
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 60 (120/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2213 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18