الكهف (Al-Kahf)

Per AyatMushaf
قَالَ
(Khaidir) berkata
هٰذَا
inilah
فِرَاقُ
perpisahan
بَيْنِيْ
diantaraku
وَبَيْنِكَۚ
dan diantara kamu
سَاُنَبِّئُكَ
akan aku beritahukan kepadamu
بِتَأْوِيْلِ
ta'wil/maksud kejadian
مَا
apa
لَمْ
yang tidak
تَسْتَطِعْ
kamu sanggup/dapat
عَّلَيْهِ
atasnya/terhadapnya
صَبْرًا
bersabar
﴿٧٨﴾
Dia berkata, “Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.
2218 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Khadir berkata kepada musa, ”ini adalah saat perpisahan antara aku dan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang engkau ingkari terhadapku dari tindakan-tindakan yang aku perbuat dan yang engkau tidak mampu bersabar untuk tidak menanyakannya dan mengingkariku terhadapnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4904-surat-al-kahfi-ayat-78.html

Tafsir as-Sa'di

78. Pada saat itulah, Musa tidak menepati apa yang dia ucapkan. Dan Khidhir meminta pamit kepadanya, seraya “mengatakan” kepada Musa, “inilah perpisahan antara aku dengan kamu,” karena sesungguhnya engkau telah menetapkan syarat tersebut atas dirimu sendiri, sekarang sudah tidak diterima lagi alasan dan kesempatan untuk menyertai lagi. “Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang membuatmu tidak dapat sabar terhadapnya,” maksudnya aku akan memberitahukan kepadamu tentang apa yang engkau ingkari terhadapku, dan aku memberitakan bahwa aku mempunyai tujuan sasaran dari tindakanku.

Sumber: https://tafsirweb.com/4904-surat-al-kahfi-ayat-78.html

Tafsir Al-Wajiz

78. Khidhr berkata kepada Musa: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu setelah engkau mengingkari kesepakatan kita untuk ketiga kalinya. Akan kuberitahukan kepadamu maksud setiap perbuatan yang telah aku lakukan, yang kamu tidak sabar atas perbuatanku itu

Sumber: https://tafsirweb.com/4904-surat-al-kahfi-ayat-78.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 77-78 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang keduanya: (Maka keduanya berjalan) setelah kedua peristiwa itu (hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri) Disebutkan dalam hadits,”hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri yang kikir” yaitu orang-orang kikir (tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh) sandaran dari “kehendak” di sini adalah kepada dinding yang merupakan ungkapan isti'arah, karena sesungguhnya pengertian kehendak yang disandarkan kepada makhluk yang bernyawa bermakna kecenderungan. dan kata “Inqidad” maknannya adalah roboh. Firman Allah: (maka Khidir menegakkan dinding itu) yaitu mengembalikannya ke posisi tegak. Telah disebutkan dalam hadits bahwa nabi Khidhir mengembalikan dinding itu dengan kedua tangannya dan mendorongnya sehingga tidak miring.Ini merupakan peristiwa hal yang menakjubkan. Pada saat itu juga Musa berkata kepadanya: (Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu. (Al-Kahfi: 77) yaitu mereka tidak mau menjamu kita, maka selayaknyalah kamu tidak bekerja untuk mereka secara cuma-cuma (Khidir berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu”) yaitu karena kamu telah mengajukan syarat saat terbunuhnya anak muda tadi, bahwa jika kamu bertanya tentang sesuatu kepadaku setelah itu, maka kamu jangan menemaniku lagi. Ini adalah perpisahan antara aku dengan kamu ("Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”)

Sumber: https://tafsirweb.com/4904-surat-al-kahfi-ayat-78.html

Informasi

Surat

الكهف (Al-Kahf)

Goa — 110 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

78 dari 110 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 302

Ruku

Ruku 261

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 61 (121/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2218 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-18