الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
فَاَتْبَعَ
maka dia mengikuti/menempuh
سَبَبًا
jalan
﴿٨٥﴾
maka dia pun menempuh suatu jalan.
2225 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dia lalu menempuh cara-cara dan jalan-jalan tersebut dengan mengerahkan usaha dan sungguh-sungguh.
Sumber: https://tafsirweb.com/4911-surat-al-kahfi-ayat-85.html
Tafsir as-Sa'di
84-85. “Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi,” maksudnya Allah menjadikannya raja dan memudahkannya untuk menerobos penjuru-penjuru bumi dan memudahkan tunduknya mereka kepadanya. “Dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu,” maksudnya Allah memberinya sebab kausalitas yang dapat mengantarkan dirinya kepada apa yang telah dicapai, untuk dipergunakan melumpuhkan negeri-negeri dan memudahkannya masuk ke wilayah-wilayah yang jauh, dan dia telah beramal dengan sebab-sebab yang Allah berikan kepadanya. Maknanya, dia mempergunakan fasilitas-fasilitas tersebut sebagaimana mestinya. Tidak setiap orang yang mempunyai sebab kausalitas mampu menjalankannya, dan tidak setiap orang sanggup memperoleh sebab kausalitas.Bila sudah terpadukan antara kesanggupan memperoleh sebab kausalitas yang hakiki dan menjalankannya, niscaya terwujudlah tujuan. Bila keduanya tidak ada atau salah satunya (tidak terpenuhi), maka tujuannya tidak terealisasikan. Sebab kausalitas yang Allah berikan kepadanya, tidak diberitahukan oleh Allah dan RasulNya kepada kita, dan riwayat-riwayat pun tidak banyak menyinggungnya dalam bentuk yang mengarah kepada keyakinan.Oleh karena itu, tidak ada kelonggaran yang bisa kita lakukan selain diam saja tentang persoalan tersebut, tidak menoleh kepada riwayat-riwayat israiliyyat yang dikutip oleh para pembawa riwayat dan kisah semacamnya. Tetapi, kita sudah mengetahui secara global bahwa ia adalah sebab kausalitaas yang kuat, variatif, bersifat internal atau eksternal. Dengan itu, ia mempunyai pasukan besar yang berjumlah banyak dan bersenjatakan memadai serta penuh keteraturan.Dengan itu pula, dia mampu menumbangkan msuuh-musuh, memudahkan perjalanan menuju belahan bumi bagian timur dan barat serta penjuru-penjuru dunia.
Sumber: https://tafsirweb.com/4911-surat-al-kahfi-ayat-85.html
Tafsir Al-Wajiz
85. Maka diapun menempuh suatu jalan dengan arah barat
Sumber: https://tafsirweb.com/4911-surat-al-kahfi-ayat-85.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 85-88 Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka dia pun menempuh suatu jalan (85)) yaitu tempat dan jalan antara bumi timur dan barat, Qatadah berkata bahwa maknannya adalah maka dia menempuh tempat-tempat di bumi dan semua tanda-tanda yang ada padanya. Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya: (maka dia pun menempuh suatu jalan (85)) yaitu tempat-tempat, Firman Allah: (Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari) yaitu, dia menempuh jalan sehingga sampai dalam perjalanannya itu ke ufuk barat bagian bumi, yakni belahan bumi barat. Adapun untuk sampai ke tempat terbenamnya matahari yang ada di langit, maka itu mustahil.Firman Allah: (dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam) yaitu sesuai pandangan matanya dia melihat matahari tenggelam di lautan. Ini adalah keadaan setiap orang yang sampai di pantai yang akan melihatnya seakan-akan terbenam di dalamnya. Padahal matahari itu tidak pernah meninggalkan garis edar yang telah ditetapkan baginya Kata “hami’ah” adalah kata turunan dari salah satu dari dua jenis bacaan yaitu dari kata “al-hama’ah” yang artinya adalah tanah, Sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk) (Surah Al-Hijr: 28) yaitu tanah yang halus, dan telah disampaikan penjelasannya.Diriwayatkan dari Nafi' bin Na'im,”Aku mendengar Abdurrahman Al-A'raj berkata bahwa Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya (di dalam laut yang berlumpur hitam) kemudian dia menafsirkannya dengan bahwa air laut itu berwarna hitam. Nafi' berkata,”Ditanyakan kepada Ka'b Al-Ahbar tentang hal itu. Lalu dia menjawab, "Kalian lebih mengetahui tentang Al-Qur'an daripada aku, tetapi aku mendapati keterangan di dalam suatu kitab, bahwa matahari itu terbenam ke dalam tanah yang berwarna hitam" Demikian juga diriwayatkan oleh banyak ulama’ dari Ibnu Abbas.Pendapat inilah juga dikatakan oleh Mujahid dan lainnya. Firman Allah: (dan dia mendapati di situ segolongan umat) yaitu salah satu umat yang disebutkan bahwa mereka adalah umat yang besar dari anak cucu nabi Adam. Firman Allah: (Kami berkata, "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”) Maknannya adalah bahwa Allah سبحانه وتعالى memberinya kedudukan, kekuasaan dan memenangkannya atas mereka.Jika menghendaki dia memberi hukuman mati atau menjadikan tawanan, dan jika mau dia memberi kebebasan atau mewajibkan tebusan, keadilan dan keimannnya dapat diketahuia dalam apa yang dia tampakkan berupa keadilan dan penjelasannya, disebutkan dalam firmanNya: (Adapun orang yang aniaya) yaitu terus dalam kekafiran dan kemusyrikannya terhadap Tuhannya (maka kami kelak akan mengazabnya) Qatadah berkata bahwa maknannya adalah hukuman mati. Firman Allah: (kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya) yaitu yang keras, menyakitkan, dan sangat pedih. Dalam ayat ini terdapat penegasan bahwa hari kembali dan hari pembalasan itu ada.Firman Allah: (Adapun orang-orang yang beriman) yaitu mengikuti apa yang kami serukan kepadanya, yaitu menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya. (maka baginya pahala yang terbaik) yaitu di akhirat di sisi Allah سبحانه وتعالى (dan akan kami firmankan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.”) Mujahid berkata bahwa maknannya adalah sesuatu yang baik.
Sumber: https://tafsirweb.com/4911-surat-al-kahfi-ayat-85.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
85 dari 110 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 303
Ruku
Ruku 262
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 61 (121/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2225 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18