الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Zulqarnain) berkata
هٰذَا
ini
رَحْمَةٌ
rahmat
مِّنْ
dari
رَّبِّيْۚ
Tuhanku
فَاِذَا
maka apabila
جَاۤءَ
telah datang
وَعْدُ
janji
رَبِّيْ
Tuhanku
جَعَلَهٗ
Dia menjadikannya
دَكَّاۤءَۚ
hancur/rata
وَكَانَ
dan adalah
وَعْدُ
janji
رَبِّيْ
Tuhanku
حَقًّا
benar
ۗ
﴿٩٨﴾
Dia (Zulkarnain) berkata, “(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar.”
2238 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dzulqarnain berkata, ”dinding yang aku dirikan sebagai penghalang dari kerusakan yang dilakukan ya’ij ma’juj ini merupakan rahmat dari tuhanku kepada sekalian manusia. Maka apabila sudah datang janji dari tuhanku dengan keluarnya ya’juj ma’juj (menjelang hari kiamat), Dia akan menjadikannya hancur berantakan lagi rata dengan permukaan tanah, dan janji tuhanku adalah benar adanya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/4924-surat-al-kahfi-ayat-98.html
Tafsir as-Sa'di
98. Setelah dia melakukan tindakan yang indah dan (membangun) peninggalan yang agung ini, maka dia menisbatkan kenikmatan itu kepada Allah. Dia berkata, “Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku,” maksudnya berasal dari keutamaan dan kebaikanNya yang tercurah bagiku.Inilah kondisi para khalifah (penguasa) yang shalih, saat mereka menerima kenikmatan yang agung dari Allah, niscaya rasa syukur, penetapan, dan pengakuan terhadap kenikmatan Allah semakin meningkat. Seperti yang dikatakan oleh Sulaiman ketika singgasana ratu Saba’ muncul di hadapannya, padahal jaraknya sangat jauh. Beliau berkata, "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya)." (An-Naml:40).Berbeda halnya dengan orang-orang yang sombong, takabur, dan congkak di atas bumi ini, kenikmatan-kenikmatan yang besar semakin menambah keburukan dan kesombongan mereka. Seperti yang dikatakan oleh Qarun ketika dikaruniai Allah perbendaharaan kekayaan yang (berat) kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sekumpulan orang kuat-kuat. Dia berkata, ""Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". (Al-Qashash:78).Dan firmanNya, “Maka apabila sudah datang janji Rabbku,” yaitu janji kemunculan Ya’juj dan Ma’juj “Dia akan menjadikannya hancur luluh,” menghancurkan dinding yang kuat dan kokoh itu sehingga roboh dengan tanah, “dan janji Rabbku itu adalah benar.”
Sumber: https://tafsirweb.com/4924-surat-al-kahfi-ayat-98.html
Tafsir Al-Wajiz
98. Setelah selesai membangun benteng/tembok itu Dzulkarnain berkata: "Dinding ini adalah bukti rahmat dari Tuhanku, Yang telah memberi kalian anugerah agar diganggu/diserang Ya’juj dan Ma’juj. Maka apabila ketetapan Tuhanku telah sampai pada waktunya, Dia akan menghancurkan meluluhkan dan meratakannya dengan dengan tanah.Dan janji Tuhanku itu adalah benar"
Sumber: https://tafsirweb.com/4924-surat-al-kahfi-ayat-98.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 97-99 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang Ya’juj dan Ma’juj bahwa sesungguhnya mereka tidak mampu naik ke atas bendungan itu, dan tidak pula melubangi bawahnya, Tidaklah menaiki puncaknya lebih mudah daripada melubanginya, dan masing-masing diungkapkan dengan bahasa yang sesuai. Lalu Allah berfirman: (Maka mereka tidak dapat mendakinya dan mereka tidak dapat (pula) melubanginya) Ini menunjukkan bahwa mereka tidak mampu melubangi dan tidak dapat berbuat apapun terhadap hal itu.Firman Allah: (Dzulqarnain berkata, "(bendungan) ini adalah rahmat dari Tuhanku”) setelah Dzulqarnain membangunnya: (dia berkata ini adalah rahmat Tuhanku) untuk umat manusia, karena membuat penghalang antara mereka dengan Ya'juj dan Ma'juj, yang menghalangi Ya’juj dan Ma'juj berbuat kekacauan dan kerusakan di bumi (maka bila telah datang janji Tuhanku) yaitu jika telah dekat janji yang benar (Dia akan menjadikannya hancur luluh) yaitu rata dengan tanah. Orang-orang Arab berkata, “naqatun dakka” yaitu unta yang tidak ada punuk pada punggungnya sehingga punggungnya rata. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh) (Surah Al-A'raf: 143) yaitu rata dengan tanah.Ikrimah berkata tentang firmanNya: (maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh) dia berkata yaitu menjadi jalan sebagaimana adanya (dan janji Tuhanku adalah benar) yaitu pasti terjadi. Firman Allah: (Kami biarkan sebagian dari mereka) yaitu manusia pada saat itu yaitu pada hari hancurnya bendungan itu, dan Ya’juj Ma’juj keluar datang bergelombang menyerang manusia dan menimbulkan kerusakan harta serta menghancurkan segala sesuatu yang mereka miliki. Semua ini sebelum terjadinya kiamat dan sesudah datangnya Dajjal.Sebagaimana yang akan dijelaskan pembahasannya dalam firmanNya: (Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi (96) Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit)) (Surah Al-Anbiya: 96-97) Demikian juga Allah berfirman: (Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain) ini merupakan permulaan kiamat (kemudian ditiup lagi sangkakala) yaitu sesudah itu (lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya) Firman Allah: (Kemudian ditiup lagi sangkakala) sangkakala itu sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berupa terompet yang berbentuk tanduk dan yang ditugaskan untuk meniupnya adalah malaikat Israfil, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits-hadits yang panjang sebelumnya, Firman Allah: (lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya) yaitu Kami menghadirkan semuanya untuk dihisab (Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian (49) benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal” (50)) (Surah Al-Waqi'ah) (dan Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka) (Surah Al-Kahfi: 47)
Sumber: https://tafsirweb.com/4924-surat-al-kahfi-ayat-98.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
98 dari 110 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 304
Ruku
Ruku 262
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 61 (121/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2238 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18