الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
وَعَمِلُوا
dan mereka mengerjakan/beramal
الصّٰلِحٰتِ
kebajikan/saleh
كَانَتْ
adalah
لَهُمْ
bagi mereka
جَنّٰتُ
surga
الْفِرْدَوْسِ
firdaus
نُزُلًا
turun/tempat tinggal
ۙ
﴿١٠٧﴾
Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal,
2247 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepadaKu dan membenarkan rasul-rasulKu serta beramal shalih, bagi mereka surga paling tinggi, dan paling tengah-tengah serta paling utama sebagai tempat tinggal.
Sumber: https://tafsirweb.com/4933-surat-al-kahfi-ayat-107.html
Tafsir as-Sa'di
107. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman,” dengan hati mereka “dan beramal shalih,” dengan anggota tubuh mereka. Sifat ini mencakup seluruh bagian agama: Akidah, amaliah-amaliah, perkara ushul dan cabang yang zahir maupun batin. Mereka itu –dengan perbedaan tingkatan mereka-, dalam keimanan dan amalan shalih mereka “mereka mendapatkan Surga Firdaus,” mengandung kemungkinan bahawa yang dimaksud surge-surga Firdaus adalah surge tertinggi, yang berada di tengah dan paling istimewa.Balasan ini diperuntukkan bagi orang yang telah menyempurnakan keimanan dan amal shalih. Mereka adalah para nabi dan orang-orang yang didekatkan dengan Allah. Dan mengandung kemungkinan mengarah kepada pengertian semua hunian di surge, sehingga balasan ini menyeluruh bagi semua orang dari semua tingkatan iman, dari kalangan muqarrabin (orang-orang yang didekatkan kedudukannya kepada Allah), abrar (orang-orang baik) dan orang-orang yang hanya mempunyai amalan yang pas-pasan.Semua sesuai dengan keadaannya. Pengertian ini [lebih utama] dibandingkan yang pertama, karena sisi keumumannya dank arena penyebutan kata surge جنا تdalam bentuk jamak (plural) yang dikaitkan dengan firdaus. Lafazh Firdaus, mencakup juga makna kebun yang terisi oleh pohon kurma dan pepohonan yang rimbun.Keterangan ini berlaku pada semua surga. Surga Firdaus merupakan tempat tinggal dan wahana perjamuan bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Manakah bentuk perjamuan yang lebih mulia, besar, dan agung dibandingkan dengan cara perjamuan ini yang mengandung segala kenikmatan bagi hati, jiwa dan raga?Di dalamnya terdapat segala yang diinginkan oleh jiwa dan sedap dipandang mata, berupa hunian-hunian yang elok, taman-taman yang memikat, pohon-pohon yang berbuah, burung-burung yang berkicauan, makanan-makanan yang lezat, minuman yang menggugah minat, wanita-wanita yang cantik, pelayan-pelayan, anak-anak kecil, sungai-sungai yang mengalir, panorama-panorama yang fantastik, keindahan kasat mata dan maknawi dan kenikmatan yang lestari. Kenikmatan yang lebih tinggi, utama dan mulia, adalah menikmati kedekatan dengan ar-Rahman, memperoleh ridhaNya yang merupakan anugerah paling besar di surga, serta menikmati mellihat wajah Allah yang mulia, mendengarkan perkataan Dzat Yang Pengasih lagi Maha Penyayang. Ingatlah bentuk perjamuan itu.Alangkah agung, indah, langgeng, dan sempurnanya! Kenikmatan itut lebih agung dibandingkan apa yang dideskripsikan oleh seseorang dari seluruh makhluk atau terbetik dalam hati. Jika para hamba mengetahui sebagian saja, dengan ilmu yang meyakinkan yang menembus hati mereka, tentulah hati mereka akan melayang-layang mengharapkannya dengan penuh kerinduan, dan jiwa-jiwa mereka akan terkoyak-koyak karena rasa pedih atas perpisahan dengannya, benar-benar mereka akan berjalan ke arahnya saja, berbondong-bondong maupun sendiri-sendiri.Mereka tidak akan pernah mengutamakan dunia yang fana, kelezatan yang penuh dengan noda dan akan pudar ini, tidak melewatkan waktu-waktunya pergi sia-sia dalam keadaan mendatangkan kerugian (untuk menukarnya), dengan mempertaruhkan setiap detik untuk mendapatkan kenikmatan selama beribu-rib tahun lamanya. Akan tetapi, kelalaian begitu merata, keimanan melemah dan ilmu dangkal, serta niatan layu, maka terjadilah realitas yang ada. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah Yang Mahatinggi lagi Maha agung.
Sumber: https://tafsirweb.com/4933-surat-al-kahfi-ayat-107.html
Tafsir Al-Wajiz
107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta beramal saleh sesuai apa yang Allah perintahkan, maka bagi mereka adalah surga Firdaus yang menjadi tempat tinggal mereka. Surga Firdaus adalah surga paling tinggi derajatnya
Sumber: https://tafsirweb.com/4933-surat-al-kahfi-ayat-107.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 107-108 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang para hambaNya yang berbahagia. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta membenarkan para rasul dalam apa yang mereka sampaikan. Bagi mereka itu surga Firdaus.Mujahid berkata bahwa surga Firdaus adalah taman dalam bahasa Romawi. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim,”Apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah kepadaNya surga Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah bagian tengah surga dan darinya mengalir semua sungai surga. Firman Allah: (menjadi tempat tinggal) yaitu tempat perjamuannya.Firman Allah (mereka kekal di dalamnya) yaitu, menetap di dalamnya dan tidak akan pergi darinya selamanya (mereka tidak ingin berpindah darinya) yaitu mereka tidak memilih tempat selain darinya, dan tidak suka tempat lainnya. sebagaimana yang dikatakan oleh penyair: “Suwaida buah hatiku, aku tidak menginginkan selainnya, dan tidak pula berubah mencintai lainnya” Dalam firmanNya: (mereka tidak ingin berpindah darinya) pemberitahuan tentang keinginan dan kecintaan mereka terhadap surga Firdaus. Sesungguhnya ada yang mengatakan bahwa seseorang yang tinggal selamanya di suatu tempat akan jenuh dan bosan. Jadi Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa meskipun mereka menetap selamanya, mereka tidak ingin berpindah darinya, tidak pula pergi meninggalkannya atau menggantinya dengan tempat lain
Sumber: https://tafsirweb.com/4933-surat-al-kahfi-ayat-107.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
107 dari 110 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 304
Ruku
Ruku 263
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 61 (122/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2247 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18