مريم (Maryam)

Per AyatMushaf
قَالَ
(Zakariya) berkata
رَبِّ
ya Tuhanku
اجْعَلْ
jadikanlah/berilah
لِّيْٓ
bagiku
اٰيَةً
tanda
ۗقَالَ
(Zakariya) berkata
اٰيَتُكَ
tanda-tandamu
اَلَّا
bahwa tidak
تُكَلِّمَ
kamu bercakap-cakap
النَّاسَ
manusia
ثَلٰثَ
tiga
لَيَالٍ
malam
سَوِيًّا
dalam keadaan sehat
﴿١٠﴾
Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”
2260 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Zakaria berkata untuk menambah keyakinannya, ”wahai tuhanku, buatkanlah untukku tanda atas terwujudnya kabar gembira yang telah disampaikan malaikat kepadaku,” Allah berfirman ”tandamu, bahwa engkau tidak bisa berbicara kepada manusia selama tiga hari tiga malam, padahal engaku sehat-sehat saja dan bebas dari penyakit.

Sumber: https://tafsirweb.com/5056-surat-maryam-ayat-10.html

Tafsir as-Sa'di

10. “Zakaria berkata, ‘Ya Rabbku, berilah aku satu tanda’,” yaitu bukti yang membuat hatiku menjadi tenang. Ini bukanlah bentuk keragu-raguan (Zakaria) terhadap kabar dari Allah. Akan tetapi, perkataan ini semakna dengan ucapan yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim, kekasih Allah, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati".Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?".Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". (Al-Baqarah:260). Beliau memohon tambahan ilmu dan pencapaian ke derajat ‘ainul yaqin setelah diberikan ilmul yaqin. Lalu Allah mengabulkan permintaannya sebagai wujud kasih sayang Allah kepadanya. “Allah berfirman, ‘Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat’.” Dalam ayat lain, Allah berfirman, "selama tiga hari, kecuali dengan isyarat" (Ali Imran:41).Keduanya bermakna sama, karena terkadang Allah mengungkapkannya dengan kata layali (malam) dan terkadang dengan kata ayyam (siang hari), tapi arah maksudnya sama. Ini termasuk bukti (kebesaran Allah) yang menakjubkan. Karena, saat dirinya terhalang untuk berbicara selama tiga hari dan tidak mampu bicara tanpa disertai penyakit bisu dan cacat, bahkan dia dalam keadaan normal, tidak ada kekurangan apa pun, ini termasuk bukti-bukti kekuasaan Allah yang menerjang bentuk kewajaran.Meskipun dalam keadaan normal, Nabi Zakaria terhalangi untuk berbicara dengan pembicaraan yang berkaitan dengan manusia dan berkomunikasi dengan mereka, sedangkan yang berkaitan dengan ucappan tasbih, [tahlil] dan dzikir serta ucapan serupa lainnya, maka beliau tidak dilarang darinya. Oleh karena itu, dalam ayat yang lain Allah berfirman, "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari". (Ali Imran:41).

Sumber: https://tafsirweb.com/5056-surat-maryam-ayat-10.html

Tafsir Al-Wajiz

10. Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda tentang akan terjadinya kabar gembira ini". Allah berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat, dan tidak ada penyakit yang menyebabkanmu tidak bisa bicara."

Sumber: https://tafsirweb.com/5056-surat-maryam-ayat-10.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 10-11 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Zakaria bahwa (Zakaria berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”) yaitu tanda dan dalil atas datangnya apa yang Engkau janjikan kepadaku, agar jiwa dan hatiku tenang dengan apa yang Engkau janjikan. Sebagaimana yang dikatakan nabi Ibrahim: (Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati. Allah berfirman, "Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab, 'Aku telah menyakininya, tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)” (260)) (Surah Al-Baqarah) (Tuhan berfirman, "Tanda bagimu) yaitu tandamu (adalah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat) yaitu, hendaknya kamu menahan lisanmu dari berbicara selama tiga malam, dan kamu dalam keadaan sehat, tidak sakit dan tidak mengalami gangguan Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Wahb, As-Suddi, Qatadah dan lainnya berkata bahwa lisannya kaku bukan karena sakit, dan tidak pula karena gangguan.Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa nabi Zakaria dapat membaca kitab dan bertasbih, dan tidak dapat berbicara dengan kaumnya kecuali dengan isyarat. Hal ini menunjukkan bahwa nabi Zakaria tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari tiga malam ini, (kecuali hanya dengan isyarat) yaitu isyarat Oleh karena itu Allah berfirman dalam ayat yang mulia ini: (Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya) yaitu mendapat berita gembira tentang anak laki-laki (lalu ia memberi isyarat kepada mereka) yaitu memberi isyarat secara samar dan cepat (hendaklah kalian bertasbih di waktu pagi dan petang) yaitu, mengikuti apa yang diperintahkan kepadanya dalam tiga hari itu.Penambahan amalnya adalah sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas apa yang diberikan kepadanya. Mujahid berkata tentang firmanNya: (lalu ia memberi isyarat kepada mereka) yaitu memberi isyarat. Pendapat ini dikatakan Wahb dan Qatadah.

Sumber: https://tafsirweb.com/5056-surat-maryam-ayat-10.html

Informasi

Surat

مريم (Maryam)

Maryam — 98 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

10 dari 98 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 305

Ruku

Ruku 264

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 61 (122/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2260 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-19