مريم (Maryam)
Per AyatMushaf
وَّبَرًّاۢ
dan seorang yang berbakti
بِوَالِدَيْهِ
kepada kedua orang tuanya
وَلَمْ
dan tidak
يَكُنْ
dia ada
جَبَّارًا
orang yang sombong
عَصِيًّا
orang yang durhaka
﴿١٤﴾
dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka.
2264 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan dia adalah seorang yang berbakti kepada kedua orangtuanya, taat dan patuh kepada mereka, dan dia bukanlah orang yang angkuh untuk taat kepada tuhannya, juga untuk taat kepada kedua orangtuanya. Dia tidak durhaka kepada tuhannya dan kepada kedua orangtuanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/5060-surat-maryam-ayat-14.html
Tafsir as-Sa'di
14. Siapa saja yang beriman dan bertakwa kepada Allah, maka dia menjadi salah satu wali Allah, dan termasuk salah satu (calon) penghuni surge yang dipersiapkan untuk orang-orang yang bertakwa. Dia mendapatkan pahala dunia dan akhirat yang Allah tetapkan sebagai balasan atas ketakwaan.Yahya juga “banyak berbakti kepada kedua orang tuanya,” maksudnya tidak durhaka dan tidak berbuat jelek kepada kedua orang tuanya, bahkan dia berbuat baik kepada keduanya lewat perkataan dan perbuatan. “Dan bukanlah dia seorang yang sombong lagi durhaka,” maksudnya, dia bukanlah sosok yang bersifat dictator, tinggi hati untuk beribadah kepada Allah, tidak sombong kepada sesame hamba Allah dan kedua orang tuanya. Bahkan sebaliknya, dia seorang yang selalu bertawadhu’, rendah hati, taat dan bertaubat kepada Allah. Jadi, Nabi Yahya telah memadukan antara menunaikan hak-hak Allah dan menjalankan hak-hak makhluk Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/5060-surat-maryam-ayat-14.html
Tafsir Al-Wajiz
14. Dia adalah seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, lemah lembut, dan ihsan kepada keduanya. Dia bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka kepada Tuhannya
Sumber: https://tafsirweb.com/5060-surat-maryam-ayat-14.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 12-15 Ayat ini juga mengandung sesuatu yang dibuang yang bentuknya adalah dia mendapatkan anak laki-laki yang diberitakan dalam kabar gembira itu kepadanya yaitu Yahya, dan sesungguhnya Allah mengajarinya Al-Kitab, yaitu kitab Taurat, yang mereka pelajari di antara mereka, dan digunakan dalam memutuskan hukum oleh para nabi terhadap orang-orang yang menerima agama Yahudi, para pendeta, dan uskup. Saat itu nabi Yahya masih kecil, karena itu disebutkan dengan jelas dan merupakan nikmat yang dianugerahkan Allah kepadanya, dan kedua orang tuanya. Jadi Allah berfirman: (Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh) yaitu pelajarilah kitab itu dengan kuat yaitu dengan kemampuanmu dan dengan sungguh-sungguh (Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak) yaitu pemahaman, ilmu, kesungguhan, tekad, penerimaan terhadap kebaikan dan ketekunan dalam hal itu dengan segala kemampuannya, sedangkan dia masih kecil.Firman Allah: (dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami) yaitu rahmat dari sisi Kami. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Qatadah, dan Adh-Dhahhak, dan ditambahkan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menilainya selain Kami. Qatadah menambahkan bahwa semoga Allah merahmati nabi Zakaria Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami) yaitu belas kasihan dari Tuhannya kepadanya.Ikrimah berkata tentang firmanNya: (dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami) dia berkata bahwa makannnya adalah kecintaan kepadanya. Ibnu Zaid berkata bahwa hannan maknannya adalah kecintaan. yang tampak dari konteks ayat ini bahwa firmanNya, ("Hanaan") di’athafkan kepada firmanNya: (Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak) yaitu Kami memberinya hikmah, belas kasihan dan kesucian. yaitu, Kami menjadikan dia mempunyai belas kasihan dan kesucian. Makna hannan adalah kecintaan dengan belas kasihan dan rasa rindu.Sebagaimana yang dikatakan orang Arab, "Hannat an-naqatu 'ala waladiha" (Unta betina itu menyayangi anaknya) dan "Hannat al-mar’atu 'ala zaujiha" (Wanita itu merindukan suaminya) Termasuk dalam hal ini bahwa seorang istri disebut hannah berasal dari kata Al-hannah. Dikatakan, "Hanna ar-rajulu ila wathanihi" (Lelaki itu merindukan tanah airnya) Termasuk di dalamnya adalah belas kasihan dan kasih sayang, sebagaimana yang dikatakan penyair: “Kasihanilah aku, semoga Tuhan memberimu petunjuk, karena sesungguhnya pada setiap kedudukan itu ada caranya tersendiri” Firman Allah: (dan kesucian (dari dosa)) di’athafkan kepada (hanaanan). Az-zakah maknannya adalah bersih dari kotoran dan dosa.Qatadah berkata bahwa az-zakah adalah amal shalih. Firman Allah: (dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka (14)) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang ketaatan nabi Yahya kepada Tuhannya, dan sesungguhnya Allah menciptakannya sebagai orang yang memiliki kasih sayang, suci dan bertakwa. Di=an dihubungkan dengan itu adalah ketaatan dan baktinya kepada kedua orang tuanya, serta menjauhi hal-hal yang menyakitkan keduanya, baik secara ucapan maupun perbuatan, baik perintah maupun larangan.Oleh karena itu Allah berfirman: (dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka) Kemudian setelah menyebutkan sifat yang bagus, Allah berfirman tentang balasanNya kepadanya atas hal itu: (Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali (15)) yaitu dia dalam keadaan aman pada tiga keadaan itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/5060-surat-maryam-ayat-14.html
Informasi
Surat
مريم (Maryam)
Maryam — 98 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
14 dari 98 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 306
Ruku
Ruku 264
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 61 (122/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2264 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-19