Kembali ke Surat Maryam

مريم (Maryam)

Surat ke-19, Ayat ke-59

۞ فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ اَضَاعُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوٰتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ۙ

Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,

📚 Tafsir Al-Muyassar

Lalu datanglah sepeninggal orang-orang yang telah diberi kenikmatan kepada mereka itu para pengikut yang berperilaku buruk, meningglakan semua kewajiban shalat, atau mengakhirkan waktu pelaksanaannya, atau meninggalkan rukun-rukun dan wajib-wajibnya, dan mengikuti apa saja yang sesuai dan sejalan dengan hawa nafsu mereka. Maka mereka itu akan menemui keburukan, kesesatan dan kerugian di neraka jahanam.

Sumber: https://tafsirweb.com/5105-surat-maryam-ayat-59.html

📚 Tafsir as-Sa'di

59. SEtelah menyebutkan kisah para nabi yang ikhlas ini, yang konsisten mengikuti hal-hal yang mendatangkan ridha Rabb mereka serta senantiasa bertaubat kepadaNya, Allah menyebutkan kisah orang-orang yang datang setelah zaman mereka,dan melakukan perubahan terhadap sesuatu yang diperintahkan kepada mereka, dan bahwa datanglah “sesudah mereka, pengganti (yang jelek),” mereka kembali kepada kemunduran dan keadaan semula, lalu “mereka menyia-nyiakan shalat,” yang mana mereka diperintahkan untuk menjaga dan menegakkannya. Mereka meremehkan shalat dan tidak menghiraukannya.

Jika mereka sudah mengabaikan shalat yang merupakan tiang agama, tolok ukur keimanan dan keikhlasan kepada Allah, yang merupakan amal yang paling ditekankan dan paling afdhal, maka pasti mereka lebih menyia-nyiakan lagi menolak syariat agama mereka yang lain. Penyebab yang mendorong mereka melakukan ini adalah karena mengikuti bujukan-bujukan hawa nafsu dan keinginan-keinginannya. Sehingga perhatian mereka tercurahkan pada hawa nafsu dan lebih mengutamakannya daripada hak-hak Allah.

Maka, lahirlah sikap penyia-nyiaan terhadap hak-hak Allah dan condong kepada godaan-godaan hawa nafsunya. Apa pun yang tampak bagi mereka, niscaya mereka segera berusaha untuk meraihnya, dan dengan kondisi apa saja yang tiba-tiba muncul, mereka pasti sepakat untuk menempuhnya. “Maka kelak mereka akan menemui kesesatan,” yaitu azab yang berlipat lagi sangat keras.

Sumber: https://tafsirweb.com/5105-surat-maryam-ayat-59.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

59. Maka sesudah mereka, hadir pengganti yang buruk yang menyia-nyiakan shalat dan menuruti hawa nafsunya seperti zina dan minum khamr, maka mereka kelak akan menemui kesesatan atau balasan keburukan

Sumber: https://tafsirweb.com/5105-surat-maryam-ayat-59.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 59-60 Setelah Allah SWT menyebutkan tentang golongan orang-orang yang berbahagia, dan mereka adalah para nabi dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka, menegakkan batasan-batasan dan perintah Allah, menunaikan hal-hal yang diwajibkan Allah dan meninggalkan larangan-laranganNya, lalu Allah menyebutkan (Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek)) yaitu generasi lain (yang menyia-nyiakan shalat) Jika mereka menyia-nyiakan shalat, maka mereka lebih menyianyiakan kewajiban-kewajiban lainnya; karena shalat adalah tiang dan pilar agama serta amal yang paling baik bagi para hamba. Mereka mengikuti hawa nafsu mereka dan kesenangan dunia serta rela dengan kehidupan dunia dan mereasa tenang dengan itu. Mereka itu akan menemui kesesatan, yaitu kerugian di hari kiamat.

Para ulama berbeda pendapat tentang maksud dari menyia-nyiakan shalat dalam ayat ini. Sebagian berpendapat bahwa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan shalat adalah meninggalkannya sepenuhnya, Pendapat ini dikatakan oleh Muhammad bin Ka'b Al-Qurazhi, Firman Allah: (maka mereka kelak akan menemui kesesatan) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (maka mereka kelak akan menemui kesesatan) yaitu kerugian. Qatadah berkat bahwa maknannya adalah keburukan.

Firman Allah: (kecuali orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh) yaitu kecuali orang yang bertaubat dari meninggalkan shalat, dan mengikuti hawa nafsu, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya dan menjadikan baginya akibat yang terpuji, serta menjadikannya sebagai salah satu yang menghuni surga yang penuh kenikmatan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun) Hal itu karena taubat itu menghapuskan dosa-dosa yang sebelumnya. Disebutkan dalam hadits lain,”Orang yang bertaubat dari dosa, seperti orang yang tidak punya dosa” Oleh karena itu orang-orang yang bertaubat itu tidak dikurangi amal kebaikan mereka sedikit pun, dan tidak pula dibandingkan dengan dosa yang sebelumnya mereka lakukan sehingga bisa mengurangi amal sesudahnya.

Hal itu karena dosa yang telah dilakukannya sia-sia dan dilupakan serta dihapuskan sama sekali, sebagai kemurahan dari Allah Yang Maha Mulia dan Maha Penyantun.

Sumber: https://tafsirweb.com/5105-surat-maryam-ayat-59.html

Informasi Tambahan

Juz

16

Halaman

309

Ruku

267

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved