مريم (Maryam)
Surat ke-19, Ayat ke-64
وَمَا نَتَنَزَّلُ اِلَّا بِاَمْرِ رَبِّكَۚ لَهٗ مَا بَيْنَ اَيْدِيْنَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذٰلِكَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا ۚ
Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita, dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Dan katakanlah (wahai jibril), kepada Muhammad “kami malaikat tidak turun dari langit menuju bumi, kecuali berdasarkan perintah tuhanmu kepada kami. kepunyaanNya semua yang ada di hadapan kita dari perkara akhirat yang akan terjadi dan apa-apa yang ada di belakang kita dari perkara yang telah berlalu di bumi dan semua yang ada di antara dunia dan akhirat, bagiNya semua ketetapan secara keseluruhan dalam masa dan tempat. Dan tidaklah tuhanmu lalai terhadap suatu apapun.
Sumber: https://tafsirweb.com/5110-surat-maryam-ayat-64.html
📚 Tafsir as-Sa'di
64. Rasulullah pernah sekali merasakan keterlambatan Jibril untuk mendatangi beliau (dengan wahyu), maka Rasulullah berkata kepadanya, “Seandainya engkau datang lebih sering kepadaku dari sebelumnya,” karena kerinduan beliau kepadanya dan kerisauan lantaran berpisah dengannya, supaya hati beliau menjadi tenang dengan kedatangannya. Maka lewat lisan malaikat Jibril, Allah menurunkan, “Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Rabbmu,” maksudnya kami tidak memiliki wewenang sama sekali dalam (pengaturan) urusan-urusan.
Jika Dia memerintahkan kami, pasti kami segera melaksanakan perintahNya, tidak melanggar perintahNya. Sebagaimana Allah menceritakan tentang mereka, "yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim:6) Kami hanyalah hamba yang diperintah. “KepunyaanNya-lah segala sesuatu yang ada di hadapan kita, segala sesuatu yang dibelakang kita, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya,” maksudnya bagi Allah semua perkara-perkara yang telah berlalu, yang akan datang serta yang sedang terjadi, di setiap waktu dan tempat. Jika sudah (kian) jelas bahwa semua urusan adalah milik Allah, sedangkan kita adalah hamba yang diatur, maka perkara-perkkara itu terpaku pada kisaran “Apakah hikmah ilahiyah menuntutnya, sehingga Dia menjalankannya, atau tidak menuntutnya, sehingga Dia menundanya?
Oleh karena itu, Allah berfirman, “Dan tidaklah Rabbmu lupa,” maksudnya Allah tidak pernah melupakan dan mengabaikanmu.
Seperti Firman Allah, "Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu," (Adh-Dhuha:3) Bahkan Allah senantiasa memperlihatkan urusanmu, merealisasikannya bagimu dengan fasilitas-fasilitasNYa yang indah dan pengaturan-pengaturanNYa yang elok. Maksudnya, kedatangan kami terlambat dari waktu yang biasa, maka janganlah hal itu membuatmu sedih dan menggelayuti pikiranmu. Ketahuilah bahwa Allah-lah yang menghendaki hal itu, karena Dia memiliki hikmah dalam keputusan ini.
Sumber: https://tafsirweb.com/5110-surat-maryam-ayat-64.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
64. Jibril berkata kepada Nabi Muhammad tentang sedikitnya wahyu yang turun kepadanya. Dengan berkata waha Jibril.
Tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Hanya milik-Nya lah segala yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidaklah lupa atas apapun walaupun diakhirkan. Maksudnya adalah tidak adanya wahyu yang turun adalah karena memang tidak ada perintah
Sumber: https://tafsirweb.com/5110-surat-maryam-ayat-64.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 64-65 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”Rasulullah SAW berkata kepada malaikat Jibril,"Apakah yang menahanmu untuk mengunjungi kami lebih banyak daripada kamu mengunjungi kami?" Ibnu Abbas berkata lalu turunlah ayat (Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu….) hingga akhir ayat. Firman Allah (Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan dan apa-apa yang ada di belakang kita) DIkatakan bahwa makna yang dimaksudkan dengan (apa-apa yang ada di hadapan kita) adalah perkara dunia, dan (apa-apa yang ada di belakang kita) adalah perkara akhirat. Serta (dan apa-apa yang ada di antara keduanya) adalah sesuatu yang ada di antara dua tiupan sangkakala.
Diriwayatkan dari Abu Darda’ yang menjadikannya marfu’,”Apa saja yang dihalalkan Allah dalam KitabNya, maka itu halal, dan apa yang diharamkan Allah, maka itu haram, serta apa yang Allah diam terhadapnya, maka itu dimaafkan. Maka terimalah kemurahan dariNya, karena sesungguhnya Allah tidak melupakan sesuatupun” Kemudian dia membacakan ayat ini (dan tidaklah Tuhanmu lupa) Firman Allah: (Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya) yaitu Dzat yang menciptakan, mengatur, menguasai, dan mengurusnya, tidak ada yang bisa menghalangi keputusanNya. (maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas,”Apakah kamu mengetahui yang serupa dengan Tuhan?”.
Sumber: https://tafsirweb.com/5110-surat-maryam-ayat-64.html
Informasi Tambahan
Juz
16
Halaman
309
Ruku
267