طٰهٰ (Taha)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Musa) berkata
مَوْعِدُكُمْ
perjanjianmu
يَوْمُ
hari
الزِّيْنَةِ
raya
وَاَنْ
dan hendaknya
يُّحْشَرَ
dikumpulkan
النَّاسُ
manusia
ضُحًى
waktu dhuha
﴿٥٩﴾
Dia (Musa) berkata, “(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha).”
2407 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Musa berkata kepada Fir’aun, “Waktu pertemuan kalian (dengan kami) adalah pada hari raya, ketika orang-orang berdandan menghiasi diri dan kemudian mereka berkumpul dari seluruh penjuru dan sudut kota pada waktu Dhuha.”
Sumber: https://tafsirweb.com/5301-surat-thaha-ayat-59.html
Tafsir as-Sa'di
59. Musa berkata, “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya,” hari perayaan mereka yang mereka sedang kosong tanpa pekerjaan dan menghentikan kesibukan-kesibukan mereka padanya “dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik,” maksudnya mereka semua dihimppun jadi satu di waktu dhuha. Musa memilh hari raya dan waktu pagi hari, karena banyaknya kerumunan orang dan penglihatan terhadap segala sesuatu sesuai dengan aslinya, yang tidak terpenuhi pada waktu lainnya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/5301-surat-thaha-ayat-59.html
Tafsir Al-Wajiz
59. Musa berkata: “Janji pertemuan itu adalah pada hari raya yang masyhur yang mana kalian menghias diri saat itu.” Musa menentukan hari itu karena merupakan waktu senggang manusia dan merupakan waktu berkumpulnya mereka semua, dan agar mereka dikumpulkan di waktu dhuha, yaitu setelah terbit dan meningginya matahari, supaya bisa melihat dengan jelas dan mereka tidak meragukan mukjizat.
Sumber: https://tafsirweb.com/5301-surat-thaha-ayat-59.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 57-59 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang Fir'aun bahwa dia berkata kepada nabi Musa ketika menyaksikan tanda yang besar, yaitu ketika melemparkan tongkatnya, maka tongkat itu menjadi ular yang sangat besar; lalu nabi Musa memasukkan tangannya ke dalam ketiaknya, lalu dikeluarkan tangannya memancarkan sinar putih bukan karena penyakit. Fir'aun berkata,"Ini adalah sihir yang kamu buat untuk menyihir kami dan menguasai orang-orang agar mereka mengikutimu, lalu kamu melawan kami bersama mereka.. Sesungguhnya kami mempunyai ahli sihir seperti kamu, maka janganlah kamu merasa sombong dengan apa yang kamu miliki berupa ilmu sihir di tempat dan waktu yang ditentukan.Maka saat itu nabi Musa (menjawab) mereka (Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kalian itu ialah di hari raya) yaitu hari raya mereka dan hari libur mereka dari pekerjaan mereka, agar semua orang bisa menyaksikan kekuasaan Allah atas apa yang Dia kehendaki melalui mukjizat para nabi, dan kesia-siaan sihir karena keluar biasaan mukjizat nabi. Oleh karena itu nabi Musa berkata: (dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik) yaitu semua manusia dikumpulkan (di waktu dhuha) yaitu di pagi hari agar lebih jelas dan lebih terang. Demikian juga semua perkara para nabi, jelas dan terang, tidak ada yang tersembunyi.Oleh karena itu nabi Musa berkata tidak berkata malam hari, melainkan di pagi hari. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (di suatu tempat yang pertengahan letak(nya)) yaitu tempat datar di antara orang-orang, dan tidak ada penghalang dan mereka di tempat itu tidak saling menghalangi satu sama lain.
Sumber: https://tafsirweb.com/5301-surat-thaha-ayat-59.html
Informasi
Surat
طٰهٰ (Taha)
Taha — 135 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
59 dari 135 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 315
Ruku
Ruku 272
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 63 (126/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2407 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-20