طٰهٰ (Taha)

Per AyatMushaf
قَالُوْٓا
mereka berkata
اِنْ
sesungguhnya
هٰذٰنِ
dua orang ini
لَسٰحِرَانِ
benar-benar keduanya ahli sihir
يُرِيْدَانِ
keduanya hendak
اَنْ
sesungguhnya
يُّخْرِجٰكُمْ
mengusir kamu
مِّنْ
dari
اَرْضِكُمْ
bumi/negerimu
بِسِحْرِهِمَا
dengan sihirnya
وَيَذْهَبَا
dan keduanya akan menghilangkan
بِطَرِيْقَتِكُمُ
dengan jalan/adat kebiasaanmu
الْمُثْلٰى
utama/baik
﴿٦٣﴾
Mereka (para pesihir) berkata, “Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir‘aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua, dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama.
2411 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

62-64. Maka para tukang sihir itu saling tarik menarik dalam urusan mereka dan berbicara dengan percakapan rahasia. Mereka berkata, “Sesungguhnya Musa dan Harun adalah tukang sihir yang ingin mengusir kalian dari negeri kalian melalui keahlian sihir mereka dan menyingkirkan keahlian sihir besar yang ada pada kalian.Maka matangkanlah strategi tipu daya kalian dan kuatkanlah tekad kalian untuk tujuan tersebut tanpa ada silang pendapat diantara kalian dan kemudian datanglah kalian dengan berbaris satu barisan, dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kalian dengan serentak, agar kalian bisa membelalakkan mata semua manusia dan mengalahkan sihir Musa dan saudaranya (Harun). Sesungguhnya hari ini telah memenangkan keinginannya orang yang berada di atas lawannya, sehingga dapat mengalahkan dan mempercundanginya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/5305-surat-thaha-ayat-63.html

Tafsir as-Sa'di

63. Perbincangan yang mereka rahasiakan, dijelaskan oleh Firman Allah, “Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya,” persis seperti pernyataan Fir’aun sebelumnya, baik ini terjadi secara kebetulan atas pernyataan ini dari para tukang sihir dan Firaun tanpa kesengajaan ataupun merupakan pendiktean dari Fir’aun di hadapan orang-orang. Para tukang sihir itu mengimbuhi lontaran Fir’aun dengan ungkapan, “Dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama,” yaitu praktik sihir.Ia iri dengki terhadap kalian atas (kedudukan) itu dan berminat untuk mengungguli kalian, agar dia dapat menggenggam kebanggaan, ketenaran, dan popularitas. Itulah sasaran Musa dengan ilmu (sihir) ini, yang mana kalian teah menghabiskan waktu-waktu kalian makan dariinya dan menghilangkan hal-hal yang mengikutinya berupa jabatan-jabatan.

Sumber: https://tafsirweb.com/5305-surat-thaha-ayat-63.html

Tafsir Al-Wajiz

63. Mereka berkata kepada diri sendiri: “Dua orang ini tidak lain hanyalah penyihir, yaitu Musa dan Harun. Mereka ingin mengusir kalian dari tanah Mesir menggunakan sihirnya, atau merusak kepercayaan kalian yang utama dalam hal sihir,” karena sesungguhnya para penyihir itu adalah orang-orang besar.

Sumber: https://tafsirweb.com/5305-surat-thaha-ayat-63.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 60-64 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang Fir'aun, bahwa setelah dia ber­janji dengan nabi Musa di waktu dan tempat yang ditentukan, yaitu Fir'aun mulai mengumpulkan semua ahli sihir dari kota-kota di bawah kekuasaannya, yaitu setiap orang yang ahli dalam sihir di masa itu, dan bahwa sihir itu banyak dilakukan orang-orang dan sangat laku, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya),"Datangkanlah kepadaku semua ahli sihir yang pandai”) (Surah Yunus: 79) (Kemudian dihadapkan) yaitu orang-orang berkumpul di hari yang dijanjikan yaitu hari raya mereka.Fir'aun duduk di atas singgasana kerajaannya, dan para pembesar kerajaannya duduk berbaris di sampingnya, dan rakyatnya berdiri di bagian kiri dan kanannya. Nabi Musa datang dengan berpegang pada tongkatnya bersama saudaranya, nabi Harun. Para ahli sihir berdiri di hadapan Fir'aun dalam keadaan berbaris, sedangkan Fir'aun menyemangait dan mendorong mereka melakukan pekerjaannya pada hari itu.Mereka berharap kepada dari Fir'aun, dan Fir'aun memberikan janji dan hadiah kepada mereka. Mereka berkata: ("(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?” (41) Fir’aun menjawab, "Ya, dan sesungguhnya kalian benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)” (42)) (Surah Asy-Syu’ara’) dan (Berkata Musa kepada mereka, "Celakalah kalian, janganlah kalian mengada-adakan kedustaan terhadap Allah”) yaitu, janganlah membuat ilusi terhadap orang-orang dengan perbuatan kalian, sesuatu yang tidak ada hakikatnya. dan hal itu adalah makhluk, padahal kenyataannya bukanlah makhluk.Sehingga kalian telah mengada-adakan kedustaan terhadap Allah (maka Dia membinasakan kalian dengan siksa) yaitu Allah membinasakan kalian dengan azab yang tidak menyisakan seorang pun di antara kalian (Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan (61) Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan di antara mereka) Dikatakan bahwa maknannya adalah mereka bersengketa dalam hal yang ada di antara mereka. Ada yang berkata,”Ini bukanlah ucapan seorang penyihir, melainkan ucapan seorang nabi” Ada yang berkata juga bahwa dia adalah seorang tukang sihir. Dikatakan juga hal lainnya.Hanya Allah yang lebih mengetahui. Firman Allah: (dan mereka merahasiakan percakapan (mereka)) yaitu mereka berbisik-bisik di antara mereka (Mereka berkata, "Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir”) Ini adalah bahasa sebagian orang Arab yang dibaca berdasarkan i’rabnya. Maksudnya adalah bahwa para tukang sihir itu berkata di antara mereka,”Kalian mengetahui bahwa lelaki ini dan saudaranya (yakni nabi Musa dan nabi Harun) adalah dua orang tukang sihir yang sangat pandai dan ahli dalam sihir.Keduanya bermaksud mengalahkan kalian dan kaum kalian pada hari ini, dan merebut hati manusia, serta orang-orang awam akan mengikuti keduanya. Keduanya memerangi Fir'aun dan tentaranya. Lalu keduanya menang atas Fir'aun, dan keduanya akan mengusir kalian dari tanah air kalian" Firman Allah: (dan hendak melenyapkan kedudukan kalian yang utama) yaitu keduanya bisa merebut kedudukan kalian dengan sihirnya, dan para ahli sihir diagungkan karena harta dan rezeki mereka dengan sihir itu.Mereka berkata,"Jika keduanya mengalahkan kalian, maka keduanya akan membinasakan dan mengusir kalian dari negeri ini. Dengan demikian keduanyal menguasainya tanpa kalian. Ibnu Abbas berkat tentang firmanNya: (dan hendak melenyapkan kedudukan kalian yang utama) yaitu menguasai mereka di dalamnya dan penghidupannya.Qatadah berkata bahwa kedudukan mereka saat itu adalah kedudukan Bani Israil. Mereka adalah orang yang jumlahnya dan hartanya banyak. Lalu musuh Allah berkata,"Keduanya hendak merebut hal itu untuk diri mereka sendiri" Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (kedudukan kalian yang utama) yaitu, yang sekarang kalian kuasai. (Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris) yaitu berkumpullah kalian dalam satu barisan, lalu lemparkanlah apa yang ada di tangan kalian di waktu yang bersamaan untuk mengejutkan pandangan dan kalian bisa mengalahkan orang ini dan saudaranya (dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini) di antara kami dan dia.Adapun kita, maka raja ini telah menjanjikan kepada kita akan memberikan hadiah yang berlimpah, sedangkan orang ini jika menang, maka dia mendapat kedudukan yang sangat besar"

Sumber: https://tafsirweb.com/5305-surat-thaha-ayat-63.html

Informasi

Surat

طٰهٰ (Taha)

Taha — 135 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

63 dari 135 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 315

Ruku

Ruku 272

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 63 (126/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2411 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-20