طٰهٰ (Taha)

Per AyatMushaf
فَاُلْقِيَ
maka terlempar/tersungkur
السَّحَرَةُ
tukang sihir
سُجَّدًا
bersujud
قَالُوْٓا
mereka berkata
اٰمَنَّا
kami beriman
بِرَبِّ
dengan/kepada Tuhan
هٰرُوْنَ
Harun
وَمُوْسٰى
dan Musa
﴿٧٠﴾
Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, “Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa.”
2418 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Lalu Musa melemparkan tongkatnya dan kemudian menelan apa yang mereka ada-adakan. Maka tampak nyatalah kebenaran dan hujjah menjadi tegak di hadapan mereka. Lalu tukang-tukang sihir itu menyungkurkan diri mereka di atas permukaan tanah dalam keadaan bersujud dan berkata, “Kami beriman kepada Tuhan Harun dan Musa, sebab kalau itu sihir, niscaya kami tidak akan kalah.”

Sumber: https://tafsirweb.com/5312-surat-thaha-ayat-70.html

Tafsir as-Sa'di

70. Lalu, Musa melemparkan tongkatnya, maka ia menelan segala sesuatu (ular jelmaan) yang mereka buat dan memangsanya. Sementara itu, orang-orang memperhatikan kejadian tersebut.Para tukang sihir pun sadar dengan yakin bahwa itu bukanlah sihir, akan tetapi dari Allah. Maka mereka pun bersegera untuk beriman. “Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur,” dengan bersujud, "Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, "(yaitu) Tuhan Musa dan Harun". (Al-A’raf:120-122).Kebenaran pun terkuak, Nampak dan mencuat. Sedangkan praktik sihir, tipu daya, dan makar (mereka) tertolak pada tempat perkumpulan yang ramai itu. Jadilah momentum itu sebagai bukti nyata dan rahmat bagi kaum Mukminin serta menjadi hujjah atas orang-orang yang menentang.

Sumber: https://tafsirweb.com/5312-surat-thaha-ayat-70.html

Tafsir Al-Wajiz

70. Lalu para penyihir itu menyadari bahwa apa yang dilakukan Musa itu bukan sihir, namun dari Allah, lalu mereka tersungkur bersujud dan tunduk kepada Allah, lalu berkata: “Kami beriman kepada Tuhannya Harun dan Musa”. Maksudnya yaitu bahwa Pengetahuan mereka tentang kebenaran membuat mereka tunduk kepada Allah lalu bersujud kepadaNya dan beriman kepada Musa

Sumber: https://tafsirweb.com/5312-surat-thaha-ayat-70.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 65-70 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang para tukang sihir itu ketika mereka berhadapan dengan nabi Musa, bahwa mereka berkata kepada nabi Musa: (Apakah kamu yang melempar (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan? (65) Musa berkata, "Silakan kamu sekalian melemparkan”) yaitu apakah kamu pertama agar kami dapat melihat sihir apa yang kalian lakukan dan agar tampak jelas bagi manusia perbuatan kalian" (Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka) Dalam ayat lain disebutkan bahwa mereka ketika melemparkan yang ada di tangan mereka: (Mereka berkata, "Demi kekuasaan Fir’aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang”) (Surah Asy-Syu'ara: 44) dan (mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan)) (Surah Al-A'raf: 116) Sedangkan di sini Allah berfirman: (Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat lantaran sihir mereka) Sesungguhnya itu adalah tipu muslihat.Mereka sangat banyak dan masing-masing mereka melemparkan tongkat dan tali mereka. Firman Allah: (Maka Musa merasa takut dalam hatinya (67)) yaitu nabi Musa takut jika orang-orang teperdaya dengan sihir mereka sehingga mereka difitnah dengan hal itu sebelum dia melemparkan apa yang ada di tangan kanannya. Kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya saat itu yang memerintahkan untuk melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya. tiba-tiba tongkat itu (niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat) mengejar dan menelan tali dan tongkat-tongkat itu sehingga tidak ada yang tersisa.Para tukang sihir dan orang-orang menyaksikan hal itu dengan jelas dan gamblang. Maka mukjizat dan bukti-bukti kebenaran ditegakkan, dan kebenaran menang atas kebathilan sihir itu. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka).Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang) Setelah tukang sihir itu menyaksikan hal itu dengan mata kepala mereka sendiri, dan mereka adalah orang-orang yang mempunyai pengalaman tentang ilmu sihir dan berbagai macam cara serta jenisnya, mereka mengetahui dengan yakin bahwa apa yang didatangkan oleh nabi Musa ini bukanlah sihir dan tipu muslihat pandangan mata, dan bahwa hal itu adalah kebenaran dan tidak diragukan kebenarannya. Tidak ada seorang pun yang mampu melakukan hal itu kecuali Tuhan yang menghendaki sesuatu berfirman kepada sesuatu itu,"Jadilah kamu" lalu terjadilah hal itu. Maka saat itu juga para tukang sihir bersujud kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengatakan, ("Kami beriman kepada Tuhan semesta alam (121) Tuhannya Musa dan Harun" (122)) (Surah Al-A’raf)

Sumber: https://tafsirweb.com/5312-surat-thaha-ayat-70.html

Informasi

Surat

طٰهٰ (Taha)

Taha — 135 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

70 dari 135 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 316

Ruku

Ruku 272

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 63 (126/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2418 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-20