طٰهٰ (Taha)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Harun) berkata
يَبْنَؤُمَّ
ibuku
لَا
jangan
تَأْخُذْ
kamu ambil/pegang
بِلِحْيَتِيْ
dengan janggutku
وَلَا
dan jangan
بِرَأْسِيْۚ
kepalaku
اِنِّيْ
sesungguhnya aku
خَشِيْتُ
aku takut/khawatir
اَنْ
bahwa
تَقُوْلَ
kamu berkata
فَرَّقْتَ
kamu membuat perpecahan
بَيْنَ
diantara
بَنِيْٓ
Bani
اِسْرَاۤءِيْلَ
Israil
وَلَمْ
dan tidak
تَرْقُبْ
kamu menjaga/memelihara
قَوْلِيْ
perkataanku
﴿٩٤﴾
Dia (Harun) menjawab, “Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), ‘Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku.’”
2442 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian Musa memegang jenggot dan kepala Harun serta menariknya ke arahnya,. Maka Harun berkata kepadanya, “Wahai putra ibuku, janganlah kamu pegangi jenggotku dan juga rambut kepalaku. Sesungguhnya aku khawatir (jika aku tinggalkan mereka dan aku menyusulmu), kamu akan mengatakan (kepadaku), ‘Kamu telah memecah belah antara Bani Israil, kamu tidak memelihara wasiatku untuk mengurus mereka dengan baik’.”
Sumber: https://tafsirweb.com/5336-surat-thaha-ayat-94.html
Tafsir as-Sa'di
94. Harun menjawab, “Hai putra ibuku,” untuk melunakkan hatinya, namun walaupun bukan demikian (tujuannya), dia memang saudara kandungnya. “Janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku), ‘Kamu telah memecah belah antara Bani Israil, dan kamu tidak memelihara amanatku’.” Sesungguhnya engkau memerintahkanku untuk menggantikanmu (memimpin mereka).Jika aku menyusulmu (untuk memberitahukan kejadian tersebut), berarti aku telah meninggalkan apa yang engkau perintahkan kepadaku agar tetap dikonsisteni. (Dengan itu) aku khawatir makianmu (kepadaku) dan komentarmu, “Engkau telah memecah belah antara Bani Israil lantaran engkau tinggalkan mereka tanpa pembimbing dan pengganti.” Sesungguhnya hal ini telah memecah dan menceari-beraikan keutuhan mereka. Maka, janganlah engkau mengkategorikanku ke dalam orang-orang yang berbuat aniaya. Dan janganlah menjadikan para musuh menertawakan kita.Musa pun menyesal atas tindakannya kepada saudaranya, padahal dia tidak berhak menerima perlakuan itu. Beliau berkata, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang". (Al-A’raf:151). Kemudian Musa berpaling kepada Samiri,
Sumber: https://tafsirweb.com/5336-surat-thaha-ayat-94.html
Tafsir Al-Wajiz
94. Harun berkata: “Wahai saudaraku, anak dari Ibuku (sang ibu disinggung untuk melunakkan hati Musa), janganlah kamu genggam jenggot dan rambutku karena ingin menghukum dan marah kepadaku. Sesungguhnya aku tidak mengingkari perintahmu.Alasanku karena aku khawatir jika mengikuti kebulatan tekadmu, para penentang dari golongan mereka akan berkata kepadaku: “Kamu telah memisahkan golongan mereka dan menjadikan mereka menjdai dua golongan, yaitu antara golongan pendukung dan penentang”. Dan kamu juga belum mengerjakan nasehatku untukmu agar tetap menemani mereka dan menjaga mereka” sebagaimana dalam firmanNya سبحانه وتعالى: {Ukhlunii fii qaumii wa ashlih} [QS Al-A’raf 7/142]
Sumber: https://tafsirweb.com/5336-surat-thaha-ayat-94.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 92-94 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang nabi Musa ketika kembali kepada kaumnya dan melihat perkara besar yang terjadi pada mereka. Maka saat itu nabi Musa penuh dengan kemurkaan, lalu dia melemparkan catatan-catatan ilahi yang ada di tangannya, dan memegang kepala saudaranya seraya menariknya. Kemudian dia mulai mencela saudaranya, nabi Harun, dan berkata: (Apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat (92) (sehingga) kamu tidak mengikuti aku?) yaitu ceritakanlah kepadaku kejadian ini dari awal kejadiannya (Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?) yaitu terhadap apa yang aku sampaikan kepadamu, yaitu yang disebutkan dalam firmanNya: (Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan) (Surah Al-A'raf: 142) dan (dia berkata,”Wahai putra ibuku) dia meminta belas kasihan dengan menyebut nama ibunya, padahal dia adalah saudara kandungnya, karena menyebut ibu di sini lebih lembut dan lebih penuh kasih sayang, Oleh karena itu (Dia (Harun) menjawab, “Wahai putra ibuku!Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), ‘Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku” (94)) Ini merupakan alasan nabi Harun kepada nabi Musa untuk tentang keterlambatannya sehingga dia tidak dapat menyusulnya, dan memberitahukan kepadanya tentang hal ini. Dan dia berkata (sesungguhnya aku khawatir) untuk mengikutimu; lalu aku memberitahumu tentang hal ini, lalu kamu berkata kepadaku,"Mengapa kamu meninggalkan mereka sendirian dan kamu memecah belah di antara mereka" (dan kamu tidak memelihara amanatku) yaitu kamu tidak memelihara apa yang aku perintahkan kepadamu saat aku menjadikanmu sebagai penggantiku untuk mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/5336-surat-thaha-ayat-94.html
Informasi
Surat
طٰهٰ (Taha)
Taha — 135 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
94 dari 135 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 318
Ruku
Ruku 274
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 64 (127/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2442 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-20