طٰهٰ (Taha)

Per AyatMushaf
قَالَ
(Musa) berkata
فَاذْهَبْ
pergilah kamu
فَاِنَّ
maka sesungguhnya
لَكَ
bagi kamu
فِى
dalam
الْحَيٰوةِ
kehidupan
اَنْ
bahwa
تَقُوْلَ
kamu mengatakan
لَا
jangan
مِسَاسَۖ
menyentuh
وَاِنَّ
dan sesungguhnya
لَكَ
bagi kamu
مَوْعِدًا
perjanjian/ancaman
لَّنْ
tidak
تُخْلَفَهٗۚ
kamu menyalahi/menghindarinya
وَانْظُرْ
dan lihatlah
اِلٰٓى
kepada
اِلٰهِكَ
Tuhanmu
الَّذِيْ
yang
ظَلْتَ
kamu tetap
عَلَيْهِ
atasnya
عَاكِفًا
bertekun
ۗ
لَنُحَرِّقَنَّهٗ
sungguh kami akan membakarnya
ثُمَّ
kemudian
لَنَنْسِفَنَّهٗ
sungguh kami akan menghamburkannya
فِى
dalam
الْيَمِّ
laut
نَسْفًا
berhamburan
﴿٩٧﴾
Dia (Musa) berkata, “Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan, ‘Janganlah menyentuh (aku),’. Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak akan dapat engkau hindari, dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan).
2445 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Musa berkata kepada Samiri, “Pergilah kamu. Sesungguhnya hukuman bagimu di dalam dunia ini, engkau akan hidup terbuang, kamu hanya mengatakan kepada siapa saja, ‘Aku tidak menyentuh dan aku tidak di sentuh.’ Dan sesungguhnya kamu punya masa untuk mendapatkan siksaan dan hukumanmu. Allah tidak akan memungkirinya bagimu dan kamu akan menemuinya.Dan lihatlah sesembahanmu yang kamu setia menyembahnya, kami benar-benar akan membakarnya dengan api, kemudian kami benar-benar akan menyebarkan (abu) nya di dalam laut, agar diterbangkan oleh angina hingga tidak ada bekas yang tersisa darinya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/5339-surat-thaha-ayat-97.html

Tafsir as-Sa'di

97. Musa berkata, “Pergilah kamu.” Maksudnya, menjauhlah dariku dan menghindarlah dariku, “maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, ‘Janganlah menyentuh (ku),” maksudnya, engkau dikenai hukuman di dunia, berupa tidak boleh ada seorang pun yang mendekatimu atau menyentuhmu, bahkan (jika ada) orang yang ingin mendekatimu, niscaya kami mengatakan kepadanya, “Janganlah menyentuh dan mendekat kepadaku.” Sebagai sanksi atas tindakannya, di mana dia menyentuh sesuatu yang tidak disentuh oleh selainnya dan mengadakan sesuatu yang tidak diadakan oleh orang lain. “Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya.” Engkau diberi balasan atas amalanmu, yang baik dan yang buruk. “Dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya,” yaitu anak sapi, “sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).” Musa pun melakukannya. Sekiranya ia benar-benar tuhan, ia pasti dapat membela diri dari orang yang akan berniat mengganggunya dan berusaha menghancurkannya.Sungguh (kecintaan menyembah) anak sapi telah meresap pada hati Bani Israil. Maka Musa ingin memusnahkannya dalam keadaan mereka menyakksikannya dengan cara yang membuatnya tidak mungkin lagi kembali ke wujudnya semula, yaitu dengan membakar dan menyebarkannya ke dalam laut dan menghamburkannya. Supaya cinta yang melekat pada hati mereka lenyap, sebagaimana wujud asinya pun hilang.Sebab, membiarkannya tetap utuh akan menimbulkan fitnah. Pasalnya, di dalam jiwa terdapat bisikan kuat yang menyeru kepada kebatilan. Manakala sudah menjadi jelas kebatilannya bagi mereka, maka Musa memberitahukan kepada mereka tentang Dzat yang berhak disembah satu-satunya, tiada sekutu bagiNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5339-surat-thaha-ayat-97.html

Tafsir Al-Wajiz

97. Musa berkata kepadanya: “Tinggalkanlah kami! Maka akibat perbuatanmu, di sepanjang hidupmu kamu akan hanya berkata kepada orang yang kamu lihat: “Jangan dekati aku dan jangan bergaul denganku” (maksudnya yaitu hidup terasing, menyendiri, dibenci, dan terbuang).Dan bagimu sebuah janji di akhirat terkait hisab dan azabmu. Janji itu tidak akan diingkari dan pasti akan didatangkan oleh Allah. Dan perhatikanlah tuhan anak sapimu yang mana kamu tekun dalam menyembahnya, sungguh kami akan membakarnya dengan api lalu kami tenggelamkan ke dalam lautan sehingga tidak tersisa apapun darinya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/5339-surat-thaha-ayat-97.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 95-98 Nabi Musa bertanya kepada Samiri,"Apakah yang mendorongmu berbuat demikian? apakah yang membuatmu melakukan apa yang kamu lakukan itu?" (Samiri menjawab, 'Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahui”) yaitu aku melihat Jibril ketika datang untuk membinasakan Fir'aun (maka aku ambil segenggam dari jejak rasul) yaitu dari bekas jejak kudanya. Inilah pendapat yang ter­kenal di kalangan mufasir atau kebanyakan dari mereka. Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka aku ambil segenggam dari jejak rasul) dia berkata dari bekas kuda malaikat Jibril.Dia berkata bahwa “gabdhah” adalah yang memenuhi kedua telapak tangan. Mujahid berkata, lalu Samiri melemparkan apa yang ada pada tangannya itu ke dalam tumpukan perhiasan Bani Israil, maka terbentuklah dari leburannya bentuk tubuh anak sapi yang dan bersuara karena masuknya angin ke dalam rongga tubuhnya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (lalu aku melemparkannya) yaitu aku melemparkannya bersama orang-orang melemparkan perhiasannya (dan demikianlah nafsuku membujukku) yaitu membuat terlihat baik dan membuatnya takjub dengan itu (Musa berkata, "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, “Janganlah menyentuh(ku)”) yaitu sebagaimana kamu telah mengambil dan memegang apa yang tidak boleh kamu ambil dan pegang, berupa bekas jejak utusan itu; maka hukumanmu di dunia ini adalah hendaknya kamu mengatakan,"Janganlah kamu menyentuhku," yaitu janganlah kamu menyentuk orang-orang dan mereka tidak boleh menyentuhmu (Dan sesungguhnya bagimu hukuman) yaitu pada hari kiamat (yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya) yaitu tidak ada jalan keluar bagimu darinya.Qatadah berkata tentang firmanNya: ((hanya dapat) mengatakan, "Janganlah menyentuh(ku)”) dia berkata yaitu hukuman terhadap mereka dan sisa-sisa mereka sekarang mengatakan "Janganlah menyentuhku” Firman Allah: (Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya) Al-Hasan, Qatadah dan Abu Nuhaik berkata bahwa maknannya adalah kamu tidak akan bisa menghindar darinya. Firman Allah (dan lihatlah tuhanmu itu) sembahanmu (yang kamu tetap menyembahnya) yaitu kamu tetap menyembahnya yaitu patung anak sapi itu (Sesungguhnya kami akan membakarnya) kemudian melemparkan abunya di laut. Oleh karena itu Allah berfirman: (kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Tuhan kalian hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu (98)) Nabi Musa berkata kepada mereka,"Ini bukanlah tuhan kalian. Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia. Tidak ada yang pantas disembah kecuali Dia, dan segala sesuatu butuh dan menyembah kepadaNya" Firman Allah: (Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu) menjadi nashab sebagai tamyiz, yaitu Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu) (Surah Ath-Thalaq: 12), (dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu) (Surah Al-Jin: 28) maka tidak (Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah) (Surah Saba’: 3)

Sumber: https://tafsirweb.com/5339-surat-thaha-ayat-97.html

Informasi

Surat

طٰهٰ (Taha)

Taha — 135 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

97 dari 135 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 318

Ruku

Ruku 274

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 64 (127/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2445 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-20