طٰهٰ (Taha)
Per AyatMushaf
لَّا
tidak
تَرٰى
kamu lihat
فِيْهَا
didalamnya/padanya
عِوَجًا
yang rendah
وَّلَآ
dan tidak
اَمْتًا
yang tinggi
ۗ
﴿١٠٧﴾
(sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.”
2455 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
106-107. Maka Allah menjadikan permukaan bumi pada hari itu terhampar, datar, dan rata, tanpa ada tetumbuhan. Orang yang melihatnya tidak menyaksikan adanya kemiringan, tempat tinggi, maupun menurun karena begitu datarnya bumi itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/5349-surat-thaha-ayat-107.html
Tafsir as-Sa'di
105-107. Allah memberitahukan tentang prahara-prahara Hari Kiamat berserta peristiwa gempa-gempa dan goncangan-goncangan. Allah berfirman, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung,” yaitu apakah yang teerjadi padanya di Hari KIamat?Apakah utuh seperti semula atau tidak? “Maka katakanlah, ‘Rabbku akan menghancurkannya (di Hari Kiamat) sehancur-hancurnya’,” maksudnya, melenyapkan dan mencabutnya dari tempat-tempatnya, sehingga ibarat bulu dan pasir-pasir. Kemudian Allah menumbuknya dan menjadikannya sebagai debu-debu yang beterbangan, semakin lama semakin terkikis dan sirna serta diratakan dengan permukaan tanah. Allah menjadikan bumi “datar sama sekali,” rata “tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya,” wahai orang yang melihat “tempat yang rendah,” ini bagian dari kesempurnaan datarnya bumi “dan yang tinggi-tinggi” maksudnya (tidak ada) lembah-lembah, tempat-tempat yang rendah, atau tinggi-tinggi.Maka permukaan bumi menjadi Nampak, dan (luasnya) memadai bagi seluruh umat manusia. Allah membentangkannya sejauh permukaannya. Maka mereka pun berada di satu tempat.Dapat didengar oleh orang yang menyeru dan terlihat oleh pandangan.
Sumber: https://tafsirweb.com/5349-surat-thaha-ayat-107.html
Tafsir Al-Wajiz
106-107. Lalu menjadikannya sama rata dengan bumi. Tidak ada tumbuhan dan bangunan di sana.Kamu tidak akan melihat turunan dan tanjakan di sana
Sumber: https://tafsirweb.com/5349-surat-thaha-ayat-107.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 105-108 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung) yaitu apakah itu masih tetap ada atau akan lenyap pada hari kiamat? (maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) dengan sehancur-hancurnya) yaitu, Allah melenyapkannya dari tempatnya dan menghancurkan serta menghamburkannya (maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu) yaitu bumi (datar sama sekali) yaitu satu hamparan rata. Kata “Al-qa'” adalah tanah rata, dan “Ash-shafshaf” adalah penegasan atas hal itu. Dikatakan, bahwa maknannya adalah tanah yang tidak ada tumbuhannya.Pendapat pertama lebih baik, sekalipun pendapat lainnya maksudnya juga demikian. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi (107)) yaitu kamu tidak akan melihat di bumi pada hari itu suatu lembah, dataran tinggi, dataran rendah, dan tempat yang tinggi. Demikianlah yang dikatakan Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, Qatadah, dan lainnya dari kalangan ulama Salaf. (Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok) yaitu di hari mereka menyaksikan keadaan dan kengerian ini, mereka memenuhi seruan yang memanggil mereka dengan segera, di mana pun seruan itu memerintah mereka, maka mereka segera menurutinya.Seandainya hal itu dilakukan di dunia, sungguh lebih bermanfaat bagi mereka. Akan tetapi hal itu tidak lagi bermanfaat bagi mereka. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada kami) (Surah Maryam: 38) dan (dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit” (8)) (Surah Al-Qamar) Firman Allah: (dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah terdiam.Sa'id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa maknannya adalah langkah yang pelan. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Mujahid, Adh-Dhahhak, Ar-Rabi' bin Anas, Qatadah, Ibnu Zaid, dan lainnya. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja) yaitu suara pelan.Sa'id menggabungkan kedua pendapat itu, dan itu bisa terjadi. Adapun yang dimaksud dengan langkah kaki adalah usaha manusia ketika menuju padang Mahsyar, mereka berjalan dengan tenang dan merendahkan diri. Adapun suara pelan, maka bisa pada suatu keadaan tertentu dan tidak pada keadaan itu.Sungguh Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia (105)) (Surah Hud)
Sumber: https://tafsirweb.com/5349-surat-thaha-ayat-107.html
Informasi
Surat
طٰهٰ (Taha)
Taha — 135 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
107 dari 135 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 319
Ruku
Ruku 275
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 64 (127/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2455 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-20