طٰهٰ (Taha)

Per AyatMushaf
وَقَالُوْا
dan mereka berkata
لَوْلَا
mengapa tidak
يَأْتِيْنَا
dia datang kepada kami
بِاٰيَةٍ
dengan ayat/bukti
مِّنْ
dari
رَّبِّهٖۗ
Tuhannya
اَوَلَمْ
ataukah tidak
تَأْتِهِمْ
datang kepada mereka
بَيِّنَةُ
yang nyata
مَا
apa yang
فِى
dalam
الصُّحُفِ
kitab-kitab
الْاُولٰى
pertama/dahulu
﴿١٣٣﴾
Dan mereka berkata, “Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?” Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
2481 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang mendustakanmu (wahai Rasul) berkata, “Mengapa kamu tidak membawakan kepada kami satu tanda dari Tuhanmu yang menunjukkan kebenaranmu?” bukankah telah datang kepada mereka al-Qur’an ini yang membenarkan kebenaran-kebenaran yang terdapat dalam kitab-kitab suci terdahulu?

Sumber: https://tafsirweb.com/5375-surat-thaha-ayat-133.html

Tafsir as-Sa'di

133. Maksudnya, orang-orang yang mendustakan Rasulullah mengatakan, “Mengapa dia tidak membawa bukti kepada Kami dari Rabbnya?” Yang mereka maksudkan adalah tanda-tanda kebresaran yang sesuai dengan keinginan mereka. Semisal ucapan mereka, "Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami." (Al-Isra:90-92).Ini (cerminan) sikap kepala batu dan penentangan serta kezhaliman dari mereka. Mereka dan Rasulullah itu (sama) dari kalangan manusia, hamba Allah. Tidak sepantasnya mereka melontarkan usulan menurut hawa nafsu mereka.Karena Dzat yang menurunkan dan memilih sekehendaknya sesuai dengan tuntutan hikmah hanyalah Allah semata. Lantaran ucapan mereka ini “Mengapa dia tidak membawa bukti kepada Kami dari Rabbnya?” memiliki konsekuensi makna bahwa Rasulullah belum membawakan kepada mereka tanda kebesaran Allah yang menunjukkan kejujuran beliau atau bukti nyata yang menandakan kepada kebenaran beliau, maka ungkapan ini hanya dusta dan mengada-ada saja. Sesungguhnya beliau sudah memperlihatkan mukjizat yang fantastis dan tanda-tanda kebesaran Allah yang melumppuhkan, yang sebagiannya saja sudah cukup mewakili substansinya.Oleh karena itu, Allah berfirman, “Dan apakah belum datang kepada mereka,” jika mereka mau jujur dalam perkataan mereka, bahwa mereka menginginkan kebenaran disertai dalilnya “bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?” yaitu al-Quran yang agung, yang membenarkan berita-berita yang termuat pada lembaran-lembaran kitab tersahulu, berupa Taurat, Injil, dan kitab-kitab Allah sebelumnya, dan yang selaras dengannya, yang memberitahukan berita-berita yang disampaikan oleh kitab-kitab itu. (Bahkan) pembenaran al-Quran pun termaktub di dalamnya, memberi kabar gembira dengan kedatangan Rasulullah (Muhammad).Ini persis seperti Firman Allah, "Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman." (Al-Ankabut:51). Ayat-ayat ini hanya bermanfaat bagi kaum Mukminin.Dengan itu, iman dan keyakinan mereka terdongkrak naik. Sementara itu, kaum yang berpaling darinya lagi menggerakkan perlawanan kepadanya, maka mereka tidak mengimaninya dan tidak bisa meraup faidah dengannya, "Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih." (Yunus:96-97)

Sumber: https://tafsirweb.com/5375-surat-thaha-ayat-133.html

Tafsir Al-Wajiz

133. Dan orang-orang musyrik itu berkata: “Ayolah datangkan kepada kami tanda-tanda mukjizat yang dapat dirasakan (oleh indera) dari Tuhan yang menunjukkan pada kebenaran risalahnya, sebagaimana ayat-ayat para nabi sebelumnya, seperti untanya Shalih, tongkatnya Musa, penyembuhan Isa terhadap orang buta dan orang yang terkena kusta.” Lalu Allah membalas mereka dengan berfirman: “Apakah belum sampai kepada mereka berita-berita dari shuhuf-shuhuf pertama seperti shuhuf Ibrahim, shuhuf Musa, kitab Taurat, dan kitab Injil yang di dalamnya dijelaskan tentang kenabiannya (Muhammad) dan penjelasan tentang keadaan umat-umat yang dihancurkan karena mendustakan para rasul, sedangkan mereka itu mengakui kebenarannya?!”

Sumber: https://tafsirweb.com/5375-surat-thaha-ayat-133.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 133-135 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang perkataan orang-orang kafir: (Mengapa tidak) yaitu mengapa Muhammad tidak mendatangkan kepada kita (suatu tanda dari Tuhannya) yaitu tanda yang menunjukkan kebenarannya bahwa dia adalah seorang utusan Allah? Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?) yaitu Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepada beliau, sedangkan beliau adalah seorang yang ummi yang tidak pandai menulis dan belum pernah belajar dari Ahli Kitab. Dan telah disampaikan di dalamnya kisah-kisah orang terdahulu yang sesuai dengan apa yang terdapat dalam kitab-kitab terdahulu yang benar.Sesungguhnya Al-Qur'an itu menjaga kitab-kitab terdahulu yang membenarkan apa yang benar, menjelaskan yang keliru yang dibuat-buat dari kitab-kitab terdahulu. Ayat ini seperti firman Allah سبحانه وتعالى dalam surah Al-Ankabut: (Dan orang-orang kafir Mekah berkata,”Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata” (50) Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an), sedangkan dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman (51)) (Surah Al-'Ankabut) Sesungguhnya yang disebutkan di sini adalah mukjizat paling agung yang diberikan kepada Nabi ﷺ, yaitu Al-Qur'an.Karena sesungguhnya beliau diberi mukjizat-mukjizat lain yang tak terbatas dan tak terhitung, sebagaimana telah disebutkan di dalam kitab-kitab dan catatan-catatan tentangnya yang ada pada tempatnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al-Qur’an itu (diturunkan), tentulah mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami?”) yaitu sekiranya Kami membinasakan orang-orang yang mendustakan itu sebelum Kami mengutus rasul yang mulia ini kepada mereka dan menurunkan kepada mereka kitab yang agung ini, maka mereka akan berkata: (Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami?) sebelum Engkau membinasakan kami, sehingga kami beriman dan mengikutinya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (lalu kami mengikuti ayat-ayatMu sebelum kami menjadi hina dan rendah) Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan itu adalah orang-orang yang membangkang dan mengingkariNya serta tidak akan beriman (meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan ini adalah Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah.Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat (155) (Kami turunkan Al-Qur'an itu) agar kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca” (156) atau agar kamu (tidak) mengatakan, “Jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka.” Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari Tuhanmu. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling (157)) (Surah Al-An'am) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah) wahai Muhammad, kepada orang yang mendustakan dan menentangmu serta terus dalam kekafiran dan keingkarannya: (Masing-masing (kita) menanti) yaitu antara kami dan kalian (maka nantikanlah oleh kamu sekalian) yaitu, tunggulah (Maka kalian kelak akan mengetahui siapa yang mempunyai jalan yang lurus) yaitu jalan yang lurus (dan siapa yang telah mendapat petunjuk) menuju kebenaran dan jalan petunjuk.Ini sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى (Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya) (Surah Al-Furqan: 42) dan (Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong (26)) (Surah Al-Qamar)

Sumber: https://tafsirweb.com/5375-surat-thaha-ayat-133.html

Informasi

Surat

طٰهٰ (Taha)

Taha — 135 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

133 dari 135 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 321

Ruku

Ruku 277

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 64 (128/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2481 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-20