الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
اِقْتَرَبَ
telah dekat
لِلنَّاسِ
bagi/kepada manusia
حِسَابُهُمْ
perhitungan mereka
وَهُمْ
dan/sedang mereka
فِيْ
dalam
غَفْلَةٍ
kelalaian
مُّعْرِضُوْنَ
orang-orang yang berpaling
ۚ
﴿١﴾
Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat).
2484 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Telah dekat waktu perhitungan manusia atas apa yang telah berlalu dari apa yang mereka perbuat di dunia, walaupun demikian orang-orang kafir masih hidup dalam keadaan lalai terhadap hakikat tersebut dan berpaling dari peringatan ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/5513-surat-al-anbiya-ayat-1.html

Tafsir as-Sa'di

1. Ini adalah bentuk keheranan terhadap kondisi manusia. Mereka itu, tidak mempan dengan peringatan, dan tidak mau mendekat kepada pemberi peringatan.Padahal sebenarnya sudah dekat masa perhitungan amalan dan pembalasan bagi mereka atas amalan mereka yang baik ataupun buruk. Ternyata mereka berada dalam keadaan, “Kelalaian lagi berpaling (dari padanya),” maksudnya lalai dari tujuan penciptaanya, dan berpaling dari peringatan yang disampaikan kepada mereka. Seolah-olah merreka tercipta (semata-mata) untuk dunia saja, dan dilahirkan hanya untuk bersenang-senang saja.Sementara itu, Allah masih senantiasa memperbaharui peringatan dan nasihat terhadap mereka, namun mereka masih saja dalam kondisi lalai dan berpaling.

Sumber: https://tafsirweb.com/5513-surat-al-anbiya-ayat-1.html

Tafsir Al-Wajiz

Keutamaan: Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata: “Surah Bani Israil, Al-Kahfi, Maryam, Thaha, dan Al-Anbiya’ itu termasuk surah-surah terdahulu dan hartaku yang terdahulu”, yaitu termasuk surah-surah Al-Qur’an yang lebih dahulu dihafalkan. 1.Telah dekat bagi manusia itu masa penghisaban mereka yaitu hari kiamat sedangkan mereka itu disibukkan dengan dunia dan melupakan akhirat serta tidak mau mempersiapkan diri untuk dihisab. Al-Ghaflah asalnya adalah tidak mengingat sesuatu, namun yang dimaksud di sini adalah meninggalkan sesuatu dengan mengabaikan dan melalaikannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5513-surat-al-anbiya-ayat-1.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-6 Hal ini merupakan peringatan dari Allah سبحانه وتعالى atas dekatnya hari kiamat dan bahwa manusia dalam keadaan lalai terhadapnya, yaitu mereka tidak mau beramal dan mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kalian meminta agar disegerakan (datang)) (Surah An-Nahl: 1) dan (Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan (1) Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus menerus” (2)) (Surah Al-Qamar) Al-Hafizh Ibnu ‘Asakir meriwayatkan terjemah tentang Al-Hasan bin Hani', Abu Nuwas yang merupakan seorang penyair, dia berkata bahwa penyair paling hebat adalah Syekh Ath-Thahir Abu Al-’Atahiyah, dimana dia berkata: “Manusia tenggelam dalam kelalaiannya, padahal penggilingan maut terus berputar.Dikatakan kepadanya,"Dari mana kamu menyimpulkan hal ini?" dia berkata,”dari firman Allah سبحانه وتعالى: (Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya) (1)) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka tidak mau mendengarkan wahyu yang Dia turunkan kepada RasulNya ﷺ. Pembicaraan ayat ini ditujukan kepada kalangan Quraisy dan orang-orang kafir yang sama dengan mereka. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al-Qur’an pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka) yaitu baru diturunkan (melainkan mereka mendengarnya, sedangkan mereka bermain-main) Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas, "Mengapa kalian menanyakan kepada Ahli Kitab tentang apa yang ada pada mereka, padahal mereka telah mengubahnya, menggantinya, menambahkan dan mengurangi isinya.Kitab kalian adalah kitab yang baru diturunkan Allah yang kalian membacanya dalam murni isinya, tidak ada campurannya" Firman Allah: (Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka) yaitu seraya berbicara di antara mereka dengan rahasia (Orang ini tiada lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu) Yang mereka maksud adalah Rasulullah ﷺ. Mereka tidak percaya beliau adalah seorang nabi, karena beliau adalah seorang manusia seperti mereka; maka bagaimana mungkin dia mendapat keistimewaan wahyu, sedangkan mereka tidak. Oleh karena itu berkata: (maka apakah kalian menerima sihir, padahal kalian menyaksikannya?) yaitu apakah kalian mengikutinya, sehingga kalian seperti orang yang melakukan sihir, dan dia mengetahui bahwa apa yang dia lakukan adalah ilmu sihir.Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjawab mereka atas apa yang mereka buat-buat kedustaan itu: (Berkatalah Muhammad (kepada mereka), "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi”) yaitu Dzat yang mengetahui hal itu, tidak ada sesuatu pun yang ter­sembunyi dariNya. Dialah Dzat yang menurunkan Al-Qur'an yang mengandung kisah orang-orang terdahulu dan orang-orang yang mendatang. Al-Qur'an yang tidak ada seorang pun yang mampu mendatangkan hal yang serupa dengannya, kecuali Dzat yang mengetahui rahasia dan di langit dan bumi.Firman Allah: (dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) yaitu, Maha Mendengar semua ucapan kalian, dan Maha Mengetahui semua keadaan kalian. Dalam hal ini terkandung ancaman dan peringatan terhadap mereka. Firman Allah: (Bahkan mereka berkata (pula), "(Al-Qur'an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya") Ini adalah pemberitahuan tentang pembangkangan, keingkaran dan penentangan orang-orang kafir terhadap apa yang digambarkan Al-Qur'an, serta kebimbangan dan kesesatan mereka terhadapnya.Terkadang mereka menganggapnya sebagai sihir, terkadang sebagai syair, dan terkadang sebagai mimpi-mimpi, serta terkadang sebagai sesuatu yang dibuat-buat. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Lihatlah, bagaimana mereka membuatperumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar) (48)) (Surah Al-Isra) Firman Allah: (maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus) Mereka bermaksud yaitu seperti unta nabi Shalih, mukjizat nabi Musa dan nabi Isa.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu)) (Surah Al-Isra: 59) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebelum mereka; maka apakah mereka akan beriman? (6)) yaitu Kami tidak mendatangkan suatu penduduk negeri pun yang diutus para rasul kepada mereka dengan membawa mukjizat, lalu mereka beriman, melainkan mereka mendustakannya; jadi Kami membinasakan mereka.Apakah mereka akan beriman sekiranya melihat mukjizat-mukjizat itu? Tidak, bahkan: (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman (96) meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus) Sungguh mereka telah menyaksikan ayat-ayat yang jelas, hujjah yang pasti, dan keterangan-keterangan yang jelas dari Rasulullah ﷺ. dan hal itu. lebih jelas, lebih terang, lebih menakjubkan, dan lebih mematahkan daripada apa yang ditampakkan oleh nabi-nabi lainnya.Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada mereka semua

Sumber: https://tafsirweb.com/5513-surat-al-anbiya-ayat-1.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

1 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 322

Ruku

Ruku 278

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 65 (129/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2484 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21