الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
ثُمَّ
kemudian
صَدَقْنٰهُمُ
Kami benarkan/tepati mereka
الْوَعْدَ
janji
فَاَنْجَيْنٰهُمْ
maka Kami selamatkan mereka
وَمَنْ
dan orang
نَّشَاۤءُ
Kami kehendaki
وَاَهْلَكْنَا
dan Kami binasakan
الْمُسْرِفِيْنَ
orang-orang yang melampaui batas
﴿٩﴾
Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
2492 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian Kami penuhi apa yang telah Kami janjikan kepada nabi-nabi dan para pengikut mereka, berupa kemenangan dan keselamatan, dan telah Kami binasakan orang-orang yang bertindak melampaui batas terhadap diri mereka dengan kekafiran kepada Tuhan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/5521-surat-al-anbiya-ayat-9.html

Tafsir as-Sa'di

7-9. Ini merupakan sanggahan atas lontaran syubhat kalangan orang-orang yang mendustakan Rasulullah. Mereka berkomentar, “Kenapa dia (seorang rasul) bukan seorang malaikat yang tidak membutuhkan makanan dan minuman serta mondar-mandir berurusan dengan pasar-pasar!Kenapa dia tidak abadi!” bila dia tidak demikian, berarti menunjukkan dia bukan seorang utusan Allah.” Rangkaian syunhat ini, masih saja menancap di hati-hati kaum yang mendustakan para rasul. Mereka serupa dalam kekufuran, sehingga pernyataan-pernyataan mereka pun senada. Berikutnya, Allah menangkis syuhat orang-orang yang mendustakan Rasulullah, (namun) mengakui penetapan eksistensi para rasul sebelum beliau.Kalau tida ada Nabi melainkan Nabi Ibrahim saja –yang telah diakui kenabbiannya oleh seluruh golongan, yang mana kaun musyrikin melancarkan klaim berpegang teguh pada agama dan ajaran Ibrahim bahwa para rasul sebelum Muhammad semuanya dari kalangan manusia, yang makan makanan, dan berjalan-jalan di pasar-pasar, dan muncul kejadian-kejadian manusiawi yang menimpa mereka seperti kematian dan kejadian lainnya, serta bahwa Allah telah mengutuus mereka kepada kaum dan ummat mereka; lalu sebagian beriman kepada mereka, dan adapula yang mendustakan, dan bahwa Allah benar-benar akan merealisasikan bagi mereka sesuatu yang telah dijanjikan, berupa keselamatan dan kebahagiaan bagi mereka (para utusan Allah) dan para pengikut, dan akan membinasakan orang-orang yang melampaui batas, lagi mendustakan mereka-, maka mengapa banyak syubhat batil yang diarahkan kepada Muahammad dalam rangka mengingkari risalahnya, padahal realita-realita itu melekat pada para saudaranya dari kalangan para rasul yang diakui oleh para pendusta kenabian Muhammad? Ini adalah konsekuensi yang begitu jelas bagi mereka. Jika mereka mengakui kerasulan dari kalangan manusia, namun tidak mau menetapkan seorang rasul dari selain kalangan manusia, maka berarti syubhat mereka (tentang Nabi Muhammad) batil.Mereka telah mematahkannya sendiri dengan pengakuan mereka mengenai rusaknya syubhat mereka dan adanya kontradiksi di tengah (pola pikir) mereka tentang itu. Andai alangkah mereka ini diprediksi menuju pengingkaran kenabian dari kalangan manusia seutuhnya, tidak ada satu pun nabi, melainkan seorang malaikat yang abadi, tidak makan makanan, maka sungguh Allah telah menyanggah syubhat ini dengan FirmanNYa, "Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) seorang malaikat?" dan kalau Kami turunkan (kepadanya) seorang malaikat, tentu selesailah urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikit pun). Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan dia berupa laki-Iaki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu." (Al-An’am:8-9) Dan bahwa manusia tidak mempunyai kekuatan dalam menerima wahyu dari malaikat (secara langsung), "Katakanlah: "Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka malaikat menjadi rasul". (Al-Isra:95).Jikalau timbul keraguan pada kalian, dan kalian tidak mengetahui selu-beluk para rasul yang sudah lewat, hendaknya mereka bertanya kepada orang-orang yang berilmu tentang kitab-kitab yang terdahulu. Misalnya, para ulama yang menguasai Taurat dan INjil. Mereka bakal memberitahukan tentang ilmu yang mereka miliki kepada kalian, dan bahwa seluruh rasul adalah manusia yang berasal dari jenis bangsa yang diberikan risalah (obyek dakwah).Ayat ini, meskipun sebabnya khusus mengenai pertanyaan tentang jatii diri para rasul yang telah berlalu kepada ahli dzikir, yaitu ulama, tapi sesungguhnya konteksnya umum, mencakup setiap permasalahan agama, perkara yang inti atau cabangnya. Jika seseorang tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, hendaknya dia menanyakannya kepada orang yang mengetahuinya. Dalam keterangan ini terkandung pelajaran, adanya perintah untuk belajar dan bertanya kepada ulama.Tidaklah diperintahkan untuk bertanya kepada mereka (ulama) melainkan karena mereka wajib mengajarkan ilmu dan menjawab permasalahan yang mereka ketahui. Di dalam pengkhususan melontarkan pertanyaan kepada ulama, terkandung larangan bertanya kepada orang yang sudah dikenal dengan kebodohannya dan tida berilmu. Di dalamnya juga terkandung larangan bagi orang yang bodoh untuk memposisikan diri untuk menjawab.Dalllam ayat ini termuat sebuah dalil bahwa tidak ada nabi dari kalangan wanita, termasuk Maryam atau lainnya bukan nabi. Hal ini berdasarkan Firman Allah, “Melainkan beberapa orang laki-laki.”

Sumber: https://tafsirweb.com/5521-surat-al-anbiya-ayat-9.html

Tafsir Al-Wajiz

9. Kemudian Kami penuhi dan tepati janji bagi mereka, kemudian Kami menyelamatkan mereka dari azab bersama orang-orang mukmin, dan Kami hancurkan para pendusta yang meampaui batas kekufuran dan kemaksiatannya. Mereka itu adalah orang-orang musyrik

Sumber: https://tafsirweb.com/5521-surat-al-anbiya-ayat-9.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 7-9 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjawab orang-orang yang mengingkari pengutusan rasul dari kalangan manusia: (Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka) yaitu semua rasul yang terdahulu itu dari kalangan laki-laki manusia, tidak ada seorang pun di antara mereka dari kalangan malaikat. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan seorang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri) (Surah Yusuf: 109) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka tanyakanlah oleh kalian kepada orang-orang yang berilmu, jika kalian tidak mengetahui) yaitu, tanyakanlah kepada ahli ilmu dari kalangan umat-umat terdahulu seperti kaum Yahudi dan Nasrani serta semua kelompok agama terdahulu,”Apakah para rasul yang datang kepada mereka itu sebagai manusia atau malaikat?Sesungguhnya mereka adalah manusia. Demikian itu merupakan nikmat Allah atas makhlukNya, dengan mengutus para rasul kepada mereka dari kalangan mereka, sehingga mereka bisa menerima apa yang disampaikan para rasul. Firman Allah: (Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan) yaitu sesungguhnya mereka itu memiliki jasad yang membutuhkan makanan sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar) (Surah Al-Furqan: 20) yaitu, sesungguhnya mereka itu adalah manusia yang makan dan minum seperti manusia umumnya.Mereka memasuki pasar-pasar untuk mencari penghidupan dan berdagang. Tidaklah hal itu membahayakan mereka dan tidak pula mengurangi sedikit pun martabat mereka Firman Allah: (dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal) di dunia, bahkan mereka hidup, lalu mati: (Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu) (Surah Al-Anbiya: 34) Dikhususkan bahwa mereka diberi wahyu Allah سبحانه وتعالى.Para malaikat turun kepada mereka membawa wahyu dari Allah tentang apa yang diputuskan Allah untuk makhlukNya, berupa apa yang DIa perintahkan dan Dia larang. Firman Allah: (Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan)) yaitu apa yang telah dijanjikan Tuhan mereka, bahwa sungguh Dia akan membinasakan orang-orang yang zalim. Allah memenuhi dan melaksanakan janjiNya itu.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki) yaitu para pengikut mereka dari kalangan orang-orang mukmin (dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas) yaitu orang-orang yang mendustakan apa yang disampaikan para rasul.

Sumber: https://tafsirweb.com/5521-surat-al-anbiya-ayat-9.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

9 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 322

Ruku

Ruku 278

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 65 (129/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2492 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21