الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
قَالُوْا
mereka berkata
يٰوَيْلَنَآ
betapa celakanya kami
اِنَّا
sesungguhnya kami
كُنَّا
adalah kami
ظٰلِمِيْنَ
orang-orang yang zalim
﴿١٤﴾
Mereka berkata, “Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim.”
2497 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka tidak ada jawaban dari mereka selain pengakuan mereka atas kejahatan sembari berkata, “Binasalah kami, sesungguhnya kami telah menzhalimi diri kami dengan berbuat kekafiran.”

Sumber: https://tafsirweb.com/5526-surat-al-anbiya-ayat-14.html

Tafsir as-Sa'di

14. Bagaimana cara agar bisa mencapainya, sedangkan kesempatan sudah terlewatkan, hukuman dan kemarahan (Allah) telah melanda mereka. Kehormatan, kemuliaan, dan kekayaan dunia sudah lenyap, sementara rasa sesal dan kesedihanlah yang meliputi mereka?Oleh karenanya, Allah berfirman, “Mereka berkata, ‘Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim’.”

Sumber: https://tafsirweb.com/5526-surat-al-anbiya-ayat-14.html

Tafsir Al-Wajiz

14. Mereka berkata: “Celakalah kami, Sesungguhnya kami telah menzalimi diri sendiri dengan berbuat kekufuran” Ini adalah pengakuan tentang kezaliman mereka yang diumumkan pada hari kiamat.

Sumber: https://tafsirweb.com/5526-surat-al-anbiya-ayat-14.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 10-15 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan kemuliaan Al-Qur'an seraya menganjurkan kepada mereka untuk mengetahui kedudukannya (Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagi kalian) Ibnu Abbas berkata bahwa maknannya adalah kemuliaan kalian. Mujahid berkata yaitu yang membuat kalian terkenal. (Maka apakah kalian tiada memahaminya?) yaitu, nikmat ini dan kalian menerimanya dengan penerimaan yang baik. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban (44)) (Surah Az-Zukhruf) Firman Allah: (dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain) yaitu, umat lain setelah mereka (Maka tatkala mereka merasakan azab Kami) yaitu mereka yakin bahwa azab akan menimpa mereka sebagai kepastian sesuai dengan apa yang diancamkan nabi mereka (tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya) yaitu, mereka melarikan diri (Janganlah kamu lari tergesa-gesa, kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediaman kalian (yang baik)) Hal ini memperolok mereka, yaitu dikatakan kepada mereka dengan dengan maksud meremehkan,"Janganlah lari terbirit karena turunnya azab, kembalilah kepada kenikmatan, kebahagiaan, kehidupan, dan tempat tinggal kalian yang baik" Qatadah berkata bahwa maknannya adalah ejekan terhadap mereka. (supaya kalian ditanya) yaitu dari perbuatan kalian, berupa mensyukuri nikmat-nikmat (Mereka berkata, "Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim” (14)) Mereka mengakui dosa-dosa mereka ketika hal itu tidak bermanfaat bagi mereka (Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi (15)) yaitu ucapan itu terus ada, dan itu adalah pengakuan dari kezaliman dan keadaan mereka sehingga Kami menuai mereka, dan binasalah mereka tanpa bergerak dan bersuara

Sumber: https://tafsirweb.com/5526-surat-al-anbiya-ayat-14.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

14 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 323

Ruku

Ruku 279

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 65 (129/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2497 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21