الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
يُسَبِّحُوْنَ
mereka bertasbih
الَّيْلَ
malam
وَالنَّهَارَ
dan siang
لَا
tidak
يَفْتُرُوْنَ
mereka diam/henti-hentinya
﴿٢٠﴾
Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.
2503 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Mereka berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah dan menyucikanNYa terus-menerus. Mereka tidak letih dan tidak bosan.

Sumber: https://tafsirweb.com/5532-surat-al-anbiya-ayat-20.html

Tafsir as-Sa'di

20. “Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya,” maksudnya mereka larut dalam ibadah dan lantunan tasbih di seluruh waktu mereka. Tidak ada waktu-waktu mereka yang luang atau kosong dari aktivitas tersebut. Mereka semua (dengan banyaknya jumlah mereka) berada dalam kondisi demikian.Dalam keterangan ini, terdapat penjelasan keagungan dan kebesaran kerajaan Allah, dan kesempurnaan ilmu dan hikmahNya yang menuntut agar tidak ada obyek yang diibadahi kecuali Dia saja, dan tidaklah ibadah diarahkan kepada selainNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5532-surat-al-anbiya-ayat-20.html

Tafsir Al-Wajiz

20. Mereka mensucikan, mengagungkan dan berdzikir kepada Allah terus-menerus pada malam dan siang hari. Mereka tidak jenuh, tidak terlambat dan tidak lemah.

Sumber: https://tafsirweb.com/5532-surat-al-anbiya-ayat-20.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 16-20 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya, yakni dengan adil dan seimbang (supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)) (Surah An-Najm: 31) Dia tidak menciptakan semuanya itu sia-sia dan main-main.Sebagaimana Allah berfirman: (Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka (27)) (Surah Shad) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian (tentulah Kami telah melakukannya) (17)) Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami) yaitu dari sisi Kami.Dia berfirman,”Maka Kami tidak perlu menciptakan surga, neraka, kematian, kebangkitan, dan hisab”. Al-Hasan, Qatadah dan selain keduanya berkata tentang firmanNya: (Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan) kata “al-lahwu” adalah wanita menurut bahasa orang-orang Yaman, Ikrimah dan As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud dengan “al-lahwu” di sini adalah anak. Ini dan pendapat yang sebelumnya saling berkaitan.Ini sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya, Maha Suci Allah) (Surah Az-Zumar: 4) Allah سبحانه وتعالى menyucikan DzatNya dari mengambil anak secara mutlak, terlebih lagi dari apa yang mereka katakan berupa kedustaan dan kebathilan berupa mengambil Isa, Uzair, atau malaikat sebagai anak (Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya (43)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah: (Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya)) Qatadah, berkata bahwa maknanya yaitu Kami tidak akan melakukannya.Firman Allah: (Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil) yaitu, Kami menjelaskan kebenaran, lalu mengalahkan kebathilan. Oleh karena itu Allah berfirman: (lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap) yaitu lenyap dan surut (Dan kecelakaanlah bagi kalian) yaitu wahai orang-orang yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak (disebabkan kalian menyifati) yaitu yang kalian katakan dan buat-buat.Kemudian Allah سبحانه وتعالى emberitahukan sifat penghambaan dan kebiasaan malaikan kepadaNya dalam melakukan ketaatan kepada­Nya pada malam dan siang hari, jadi Allah berfirman: (Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi dan malaikai-malaikat yang di sisi-Nya) yaitu para malaikat (mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya) yaitu, tidak berhenti melakukan penyembahan itu secara terus-menerus.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barang siapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepadaNya (172)) (Surah An-Nisa’) Firman Allah: (dan tiada (pula) merasa letih) yaitu, mereka tidak merasa lelah, dan tidak merasa jenuh (Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya (20)) Mereka terus bekerja sepanjang malam dan siang dengan penuh ketaatan, ikhlas, dan mampu melakukannya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan­Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan) (Surah At-Tahrim: 6)

Sumber: https://tafsirweb.com/5532-surat-al-anbiya-ayat-20.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

20 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 323

Ruku

Ruku 279

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 65 (129/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2503 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21