الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
وَقَالُوا
dan mereka berkata
اتَّخَذَ
mengambil
الرَّحْمٰنُ
Maha Pengasih
وَلَدًا
anak
سُبْحٰنَهٗ
Maha Suci Dia
ۗبَلْ
bahkan/tetapi
عِبَادٌ
hamba-hamba
مُّكْرَمُوْنَ
mereka dimuliakan
ۙ
﴿٢٦﴾
Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan,
2509 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

26-27. Orang-orang musyrikin berkata, “Allah yang Maha Rahman mengambil seorang anak,” sesuai dengan asumsi mereka bahwa sesungguhnya malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Mahasuci Allah dari pernyataan tersebut.Malaikat itu adalah hamba-hamba Allah, mereka dekat dan memiliki sekian banyak keutamaan. Dan mereka dalam ketaatan yang baik; tidak berbicara kecuali dengan perintah yang di perintahkan Tuhan mereka kepada mereka, dan tidak mengerjakan suatu perbuatan, kecuali setelah Allah mengizinkan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/5538-surat-al-anbiya-ayat-26.html

Tafsir as-Sa'di

26. Allah memberitahukan tentang kebodohan kaum musyrikin yang mendustakan Rasulullah. Mereka mengklaim bahwa –semoga Allah memperburuk keadaan mereka-, “Para malaikat adalah putri-putri Allah!” Mahatinggi Allah dari perkataan mereka.Allah telah mengabarkan tentang posisi malaikat sebagai hamba yang dimiliki dan diatur. Tidak ada hak kewenangan pengaturan alam semesta bagi mereka sedikit pun. Mereka itu (para malaikat) dimuliakan disisi Allah.Allah telah menetapkan dan menjadikan mereka dari kalangan hamba mulia dan sayangNya. Demikian ini karena keutamaan-keutamaan dan kesucian mereka dari perkara-perkara yang menghinakan yang sudah dijadikan oleh Allah sesbagai keistimewaan bagi mereka. Mereka itu berada di puncak kesopanan terhadap Allah dalam menaati perintah-perintahNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5538-surat-al-anbiya-ayat-26.html

Tafsir Al-Wajiz

26. Sebagian orang-orang musyrik Arab, yaitu sebagian mereka berkata: “Tuhan yang Maha Pengasih itu mengambil anak” Sesungguhnya mereka berkata: “para malaikat adalah puteri-puteri Allah” Maha suci Allah dari hal itu. Akan tetapi mereka adalah hamba-hamba Allah yang telah diciptakan dan dekat denganNya.Peribadatan itu sangat bertentangan (berbeda) dengan memiliki anak

Sumber: https://tafsirweb.com/5538-surat-al-anbiya-ayat-26.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 26-29 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjawab orang yang menduga bahwa Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Tinggi dan Maha Suci mempunyai anak dari kalangan malaikat, sebagaimana yang dikatakan sebagian orang-orang Arab bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Maka Allah berfirman: (Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan) yaitu para malaikat itu adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan di sisiNya pada kedudukan dan derajat yang tinggi, dan mereka sangat taat kepadaNya, baik ucapan maupun perbuatan (mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya (27)) yaitu, mereka tidak pernah mengucapkan kata-kata di hadapan­Nya dan mereka tidak pernah menentang apa yang diperintahkan kepada mereka, bahkan mereka segera mengerjakannya.Dan ilmu Allah meliputi mereka, maka tidak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi dariNya (Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka) Firman Allah: (dan mereka tiada memberi syafaat, melainkan kepada orang yang diridhai Allah) seperti firmanNya: (Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izinNya?) (Surah Al-Baqarah: 255) Firman Allah (Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkanNya memperoleh syafaat itu) (Surah Saba: 23) pada banyak ayat-ayat yang semakna dengan itu (dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNya) yaitu karena takut dan gentar kepadaNya (dan mereka selalu berhati-hati (28) Dan barangsiapa di antara mereka berkata, “Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah”) yaitu seseorang dari mereka yang mengakui dirinya sebagai tuhan bersama Allah (maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim) yaitu setiap orang yang mengatakan demikian.Hal ini mengandung syarat, dan syarat itu belum tentu terjadi, sebagaimana firmanNya: (Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula menyembah (anak itu) (81)) (Surah Az-Zukhruf)

Sumber: https://tafsirweb.com/5538-surat-al-anbiya-ayat-26.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

26 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 324

Ruku

Ruku 279

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 65 (129/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2509 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21