الانبياۤء (Al-Anbiya')
Per AyatMushaf
يَعْلَمُ
(Allah) mengetahui
مَا
apa-apa
بَيْنَ
diantara
اَيْدِيْهِمْ
hadapan mereka
وَمَا
dan apa-apa
خَلْفَهُمْ
dibelakang mereka
وَلَا
dan tidak
يَشْفَعُوْنَۙ
mereka memberi syafa'at
اِلَّا
melainkan
لِمَنِ
kepada orang
ارْتَضٰى
Dia meridai
وَهُمْ
dan mereka
مِّنْ
dari
خَشْيَتِهٖ
takut kepada-Nya
مُشْفِقُوْنَ
mereka selalu berhati-hati
﴿٢٨﴾
Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
2511 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan tidak ada tugas-tugas yang dikerjakan oleh para malaikat, baik tugas yang sudah berlalu atau tugas mendatang, kecuali Allah mengetahuinya dan akan menghitungnya atas mereka. Dan mereka tidak akan maju memberikan syafa’at, kecuali bagi orang yang dirdhai Allah untuk memperoleh syafa’at dari mereka. Dan mereka itu, karena takut kepada Allah, selalu waspada agar jangan sampai menyelisihi perintah dan larangan NYa.
Sumber: https://tafsirweb.com/5540-surat-al-anbiya-ayat-28.html
Tafsir as-Sa'di
28. Kendatipun begitu, ilmu Allah meliputi mereka semua. Dia megetahui “segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang ada di belakang mereka,” maksudnya, urusan-urusan mereka yang telah berlalu dan yang akan terjadi di kemudian hari.Mereka tidak pernah lepas dari ilmu Allah, sebagaimana mereka tidakk bisa terpisah dari ketetapan dan pengaturanNya. Dan di antara muatan makna karakteristik mereka yang lebih terperinci dari sifat “Tidak mendahului Allah dengan perkataan” adalah mereka tidak memberikan syafaat bagi siapa pun tanpa seizin dan ridhaNya. Jika Allah sudah mengizinkan mereka dan ridha terhadap orang yang akan menerima syafaat mereka, baru mereka dapat mengeluarkan syafaat.Hanya saja, Allah tidak meridhai perkataan dan tindakan kecuali yang murni hanya untuk wajahNya, dan mengikuti Rasululah dalam perkkataan dan tindakannya. Ayat ini termasuk dalil yang menunjukkan ketetapan adanya syafaat, dan bahwa para malaikat memohonkan syafaat “dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNYa,” maksudnya mereka itu diliputi rasa takut dan khawatir, mereka telah merendahkan diri di hadapan keagunganNya, wajah-wajah mereka telah tertunduk kepada kemuliaan dan keindahanNYa.
Sumber: https://tafsirweb.com/5540-surat-al-anbiya-ayat-28.html
Tafsir Al-Wajiz
28. Dan mereka itu mengetahui apa yang telah mereka kerjakan dan apa yang akan mereka kerjakan di masa mendatang. Dan mereka itu tidak memberi syafaat kecuali untuk orang yang diijinkan untuk diberi syafaat karena memuliakanNya (Allah).Dan mereka itu karena mengagungkan dan memuliakan Allah سبحانه وتعالى, mereka menggigil ketakutan. Al-Khasyah adalah ketakutan disertai dengan pengagungan, dan Al-Isyfaq adalah ketakutan yang disertai dengan kewaspadaan dan kehati-hatian yang dahsyat
Sumber: https://tafsirweb.com/5540-surat-al-anbiya-ayat-28.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 26-29 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjawab orang yang menduga bahwa Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Tinggi dan Maha Suci mempunyai anak dari kalangan malaikat, sebagaimana yang dikatakan sebagian orang-orang Arab bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Maka Allah berfirman: (Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan) yaitu para malaikat itu adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan di sisiNya pada kedudukan dan derajat yang tinggi, dan mereka sangat taat kepadaNya, baik ucapan maupun perbuatan (mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya (27)) yaitu, mereka tidak pernah mengucapkan kata-kata di hadapanNya dan mereka tidak pernah menentang apa yang diperintahkan kepada mereka, bahkan mereka segera mengerjakannya.Dan ilmu Allah meliputi mereka, maka tidak ada sesuatu pun dari mereka yang tersembunyi dariNya (Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka) Firman Allah: (dan mereka tiada memberi syafaat, melainkan kepada orang yang diridhai Allah) seperti firmanNya: (Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izinNya?) (Surah Al-Baqarah: 255) Firman Allah (Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkanNya memperoleh syafaat itu) (Surah Saba: 23) pada banyak ayat-ayat yang semakna dengan itu (dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNya) yaitu karena takut dan gentar kepadaNya (dan mereka selalu berhati-hati (28) Dan barangsiapa di antara mereka berkata, “Sungguh, aku adalah tuhan selain Allah”) yaitu seseorang dari mereka yang mengakui dirinya sebagai tuhan bersama Allah (maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim) yaitu setiap orang yang mengatakan demikian.Hal ini mengandung syarat, dan syarat itu belum tentu terjadi, sebagaimana firmanNya: (Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula menyembah (anak itu) (81)) (Surah Az-Zukhruf)
Sumber: https://tafsirweb.com/5540-surat-al-anbiya-ayat-28.html
Informasi
Surat
الانبياۤء (Al-Anbiya')
Para Nabi — 112 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
28 dari 112 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 324
Ruku
Ruku 279
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 65 (129/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2511 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-21