Kembali ke Surat Al-Anbiya'

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Surat ke-21, Ayat ke-39

لَوْ يَعْلَمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا حِيْنَ لَا يَكُفُّوْنَ عَنْ وُّجُوْهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَنْ ظُهُوْرِهِمْ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ

Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan).

📚 Tafsir Al-Muyassar

Sekiranya orang-orang kafir itu menyadari apa yang akan mereka hadapi, tatkala mereka tidak mampu menepis api neraka dari wajah-wajah dan punggung-punggung mereka, dan mereka tidak mendapatkan penolong yang menolong mereka, dikarenakan kekafiran yang melandasi kehidupan mereka, niscaya mereka tidak akan meminta disegerakannya kedatangan siksaan pada mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/5551-surat-al-anbiya-ayat-39.html

📚 Tafsir as-Sa'di

39. Sekiranya “orang-orang kafir itu mengetahui,” keadaan buruk mereka “waktu (di mana) mereka tak mampu untuk mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka,” pasalnya, (Pada waktu itu), neraka telah mengitari mereka dari semua sisi, dan menyelubungi mereka dari semua tempat, “sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tiada meminta di segerakan),” maksudnya tidak ada orang lain yang (dapat) menolong mereka. Mereka tidak ditolong dan tidak pula dapat menolong diri mereka sendiri.

Sumber: https://tafsirweb.com/5551-surat-al-anbiya-ayat-39.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

39. Jika saja orang-orang kafir yang tergesa-gesa itu mengetahui bala’ yang menunggu mereka saat diperlihatkan neraka untuk mereka, maka mereka tidak akan bisa menolaknya dan tidak dapat menemukan satu penolong pun yang bisa menyelamatkan dan melindungi mereka dari azab itu jika mereka tetap atas kekufuran mereka terhadap Tuhan dan tergesa-gesa meminta azab ini

Sumber: https://tafsirweb.com/5551-surat-al-anbiya-ayat-39.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 38-40 Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang musyrik, bahwa mereka meminta agar azab disegerakan kepada mereka, dengan penuh kedustaan, penyimpangagan, keingkaran, pembangkangan dan ketidak percayaan. Lalu Allah berfirman: (Mereka berkata, “Kapankah janji itu akan datang, jika kamu sekalian adalah orang-orang yang benar?” (38)) Allah SWT berfirman: (Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka) yaitu seandainya mereka meyakini bahwa azab itu pasti menimpa mereka, maka mereka tidak meminta agar azab disegerakan, yakni ketika mereka mengetahui bahwa azab meliputi mereka dari atas dan bawah kaki mereka (Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api)) (Surah Az-Zumar: 16) dan di sini Allah berfirman (mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka) dan azab itu meliputi mereka dari segala arah (sedangkan mereka (tidak pula) mendapat pertolongan) yaitu, tidak ada seorang pun yang menolong mereka, sebagaimana Allah SWT berfirman (dan tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah) (Surah Ar-Ra'd: 34) Firman Allah: (Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba) yaitu, neraka itu datang kepada mereka dengan tiba-tiba (lalu membuat mereka menjadi panik) yaitu azab itu mengejutkan mereka, lalu mereka menjadi panik, dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan (maka mereka tidak sanggup menolaknya) yaitu mereka tidak mengelak dari azab itu (dan tidak (pula) mereka diberi tangguh) yaitu, azab itu tidak ditangguhkan sedikitpun meskipun sesaat.

Sumber: https://tafsirweb.com/5551-surat-al-anbiya-ayat-39.html

Informasi Tambahan

Juz

17

Halaman

325

Ruku

280

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2025 quran.finlup.id - All rights reserved