الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
وَهٰذَا
dan ini
ذِكْرٌ
peringatan/pengajaran
مُّبٰرَكٌ
penuh dengan keberkahan
اَنْزَلْنٰهُۗ
telah Kami turunkannya
اَفَاَنْتُمْ
apakah maka kamu
لَهٗ
padanya
مُنْكِرُوْنَ
orang-orang yang mengingkari
ࣖ
﴿٥٠﴾
Dan ini (Al-Qur'an) adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?
2533 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya, Muhammad ini merupakan peringatan bagi orang yang mau mendapatkan peringatan dengannya, dan mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, ia memiliki kebaikan yang melimpah, besar manfaatnya; maka apakah kalian mengingkarinya, padahal ia amatlah nyata dan jelas?

Sumber: https://tafsirweb.com/5562-surat-al-anbiya-ayat-50.html

Tafsir as-Sa'di

50. “Dan ini,” yaitu al-Quran “adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan.” Allah menyifatinya dengan dua sifat agung. (Pertama) sebagai pengingat, dengan itu semua tuntutan agama menjadi tidak terlupakan, seperti mengenal sifat-sifat para rasul, para wali, dan seluk-beluk tentang mereka, mengetahui hukum-hukum syariat, dalam bentuk peribadahan, muamalah dan lain sebagainya, mengetahui pula kepastian pembalasan amalan, surge dan neraka. Dengannya, (al-Quran), berbagai masalah, petunjuk-petunjuk logika, dan dalil-dalil naqli dapat diingat. Allah menamakannya sebagai dzikr (Pengingat) karena akan mengingatkan perkara-perkara yang telah Allah tanamkan pada akal-akal dan fitrah manusia berupa pembenaran terhadap berita-berita yang haq, perintah melakukan hal-hal baik, dan larangan dari perkara-perkara buruk menurut nalar manusia. (Kedua) bersifat penuh berkah.Sifat ini menuntut makna banyaknya kebaikannya dan pertumbuhan serta pertambahannya. Tidak ada sesuatu pun yang lebih besar nilai keberkahannya dari pada al-Quran ini. Sesungguhnya setiap kebaikan, kenikmatan, dan tambahan nikmat agama, duniawi ataupun ukhrawi, berasal darinya dan efek dari pengamalannya.Jika ia bersifat sebagai pemberi peringatan yang mengandung berkah, maka wajib menerimanya dengan tulus, tunduk dan penyerahan diri, serta bersyukur kepada Allah atas karunia besar ini dan mengamalkannya, menggali keberkahannya, melalui mempelajari kata-kata dan makna-maknanya. Sementara sikap menyikapinya dengan sifat-sifat yang berlawanan dengan keadaan ini, seperti berpaling darinya, mengabaikannya, mengingkarinya dan tidak mengimaninya merupakan bentuk kekufuran yang sangat besar, kebodohan dan tindakan aniaya yang sangat fatal. Oleh sebab itu, Allah mengingkari orang-orang yang mengingkari al-Quran.Allah berfirman, “Maka mengapakah kamu mengingkarinya?”

Sumber: https://tafsirweb.com/5562-surat-al-anbiya-ayat-50.html

Tafsir Al-Wajiz

50. Al-Qur’an ini merupakan pengingat, pelajaran, dan mengandung banyak kebaikan dan manfaat yang telah Kami turunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Mengapa kalian atau bagaimana bisa kalian mengingkari bahwa turunnya Al-Qur’an itu dari Allah, wahai penduduk Mekah, sedangkan dia itu memiliki tujuan yang jelas?Istifham ini bertujuan untuk mengolok-olok.

Sumber: https://tafsirweb.com/5562-surat-al-anbiya-ayat-50.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 48-50 Telah disebutkan peringatan bahwa Allah سبحانه وتعالى sering mengiringkan penyebutan nabi Musa عليه السلام dan nabi Muhammad ﷺ da antara kitabnya masing-masing. Oleh akrena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun kitab Taurat) Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah Kitab. Qatadah berkata bahwa kitab Taurat kandungannya adalah tentang halal dan haram, serta sesuatu yang dibedakan oleh Allah antara kebenaran dan kebathilan.Ibnu Zaid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah pertolongan. Kesimpulan semua pendapat ini adalah bahwa semua kitab samawi mengandung pemisah antara kebenaran dan kebathilan, petunjuk dan kesesatan, halal dan haram. Begitu juga mengandung cahaya dalam hati, petunjuk, ketakutan, dan taubat.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa) yaitu peringatan dan nasehat untuk mereka. Kemudian Allah menggambarkan mereka dan berfirman: (orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedangkan mereka tidak melihat-Nya) sebagaimana firmanNya: ((Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, sedangkan Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat (33)) (Surah Qaf) (dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat) yaitu takut dan gentar.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan) yaitu Al-Qur'an yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun belakang, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji (Maka mengapakah kalian mengingkarinya?) yaitu apakah kalian mengingkari kebenaran Al-Qur'an, padahal Al-Qur'an begitu jelas dan terang?

Sumber: https://tafsirweb.com/5562-surat-al-anbiya-ayat-50.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

50 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 326

Ruku

Ruku 281

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 65 (130/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2533 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21