الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
قَالُوْا
mereka berkata
مَنْ
siapa
فَعَلَ
melakukan
هٰذَا
ini
بِاٰلِهَتِنَآ
dengan/terhadap tuhan-tuhan kita
اِنَّهٗ
sesungguhnya dia
لَمِنَ
sungguh termasuk
الظّٰلِمِيْنَ
orang-orang yang zalim
﴿٥٩﴾
Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim.”
2542 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kaumnya kembali dan mereka menyaksikan patung-patung mereka hancur berkeping-keping dan dinistakan. Maka sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Siapa yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kita? Sesungguhnya dia benar-benar orang yang zhalim karena lancang melecehkan tuhan-tuhan yang berhak untuk di agungkan dan dihormati.”

Sumber: https://tafsirweb.com/5571-surat-al-anbiya-ayat-59.html

Tafsir as-Sa'di

59. Ketika mereka menyaksikan kejadian yang menimpa patung-patung mereka, berupa penghinaan dan pelecehan “mereka bertanya, “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zhalim.” Mereka menuduh Ibrahim sebagai pelaku kezhaliman karena telah menghancurkannya. Padahal merekalah yang lebih pantas untuk disebut berbuat zhalim.Mereka tidak tahu bahwa penghancurannya terhadap patung-patung merupakan jasa beliau yang paling utama, dan bentuk keadilan dan ketauhidannya. Sesungguhnya orang yang berbuat zhalim, ialah orang yang menjadikan patung-patung itu sebagai sesembahan, padahal orang itu mengetahui apa yang ia perbuat kepadanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5571-surat-al-anbiya-ayat-59.html

Tafsir Al-Wajiz

59. Setelah melihat kehancuran berhala-berhala itu ketika kembali dari perayaan hari raya, mereka berkata: “Siapakah yang telah menghancurkan terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang kelewatan yang layak menerima hukuman”

Sumber: https://tafsirweb.com/5571-surat-al-anbiya-ayat-59.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 57-63 Kemudian nabi Ibrahim bersumpah yang didengar oleh sebagian kaumnya bahwa sesungguhnya dia akan membuat tipu daya terhadap berhala-berhala mereka, yakni dia benar-benar akan menyakiti hati mereka dan memecahkan berhala-berhala mereka setelah mereka pergi, yaitu menuju ke tempat perayaan mereka. Mereka mempunyai perayaan hari raya yang harus mereka datangi Firman Allah: (Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur terpotong-potong) yaitu hancur berkeping-keping (kecuali berhala yang paling besar) yaitu berhal yang paling besar bagi mereka, sebagaimana Allah berfirman (Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulinya dengan tangan kanannya (dengan kuat) (93)) (Surah Ash-Shaffat) (Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami?Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim” (59)) yaitu setelah mereka kembali dan menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh nabi Ibrahim terhadap berhala-berhala mereka sebagai suatu penghinaan dan ejekan yang menunjukkan bahwa berhala-berhala itu tidak memiliki ketuhanan dan menunjukkan ketidak waras akalnya orang-orang yang menyembahnya. (Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim (59)) orang yang berbuat ini (Mereka berkata, "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim” (60)) yaitu seseorang yang mendengar nabi Ibrahim bersumpah, bahwa dia akan membuat tipu daya terhadap mereka. (Kami dengar ada seorang pemuda) yaitu pemuda (yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim) Firman Allah: (Mereka berkata, "(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak”) yaitu disaksikan banyak orang, yang saat itu semua orang hadir. Hal ini merupakan hal besar yang menjadi maksud nabi Ibrahim dimana dia di pertemuan yang besar ini akan menjelaskan kepada mereka atas kebodohan dan kekurangan akal mereka karena menyembah berhala-berhala itu yang tidak dapat mencegah kemudharatan yang menimpa dirinya, dan tidak mampu memberikan pembelaan.Maka bagaimana bisa berhala-berhala itu dimintai sesuatu dari hal itu? (Mereka bertanya, "Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” (62) Ibrahim menjawab,"Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya) yaitu berhala yang dibiarkan dan tidak dihancurkan itu (maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara) Sesungguhnya nabi Ibrahim bermaksud agar mereka menyadari bahwa berhala itu tidak dapat bicara karena berhala itu berupa patung yang terbuat dari benda mati. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,” Sesungguhnya nabi Ibrahim tidak berdusta selain dalam tiga hal. Dua di antaranya terhadap Dzat Allah, yaitu dalam firmanNya, ("Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya") dan, ("Sesungguhnya aku sakit") (Surah Ash-Shaffat: 89)

Sumber: https://tafsirweb.com/5571-surat-al-anbiya-ayat-59.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

59 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 327

Ruku

Ruku 282

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 66 (131/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2542 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21