الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
وَدَاوٗدَ
dan Daud
وَسُلَيْمٰنَ
dan Sulaiman
اِذْ
tatkala
يَحْكُمٰنِ
keduanya memberi keputusan
فِى
dalam
الْحَرْثِ
ladang
اِذْ
tatkala
نَفَشَتْ
merusak
فِيْهِ
didalamnya
غَنَمُ
kambing
الْقَوْمِۚ
kaum
وَكُنَّا
dan adalah kami
لِحُكْمِهِمْ
pada keputusan mereka
شٰهِدِيْنَ
orang yang menyaksikan
ۖ
﴿٧٨﴾
Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu.
2561 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan ingatlah (wahai Rasul) Nabi Allah Dawud dan putranya, sulaiman, ketika mereka berdua menetapkan keputusan dalam satu permasalahan yang diajukan dua orang yang tengah bersengketa. Kambing milik salah seorang dari mereka berdua menginjak-nginjak ladang yang lain. Kambing-kambing itu menyebar di dalamnya pada malam hari sehingga merusak tanam-tanamannya.Dawud memutuskan bahwa kambing itu menjadi milik sang pemilik ladang sebagai ganti tanaman yang telah dirusak, (karena) harga keduanya sama. Dan Kami menyaksikan keputusan hokum mereka berdua, hal itu tidak samar dari Kami.

Sumber: https://tafsirweb.com/5590-surat-al-anbiya-ayat-78.html

Tafsir as-Sa'di

78. Maksudnya, ingatlah dua nabi [yang mulai] ini, Dawud dan Sulaiman unttuk menyanjung dan menghormati keduanya; saat Allah menganugerahkan kepada mereka berdua ilmu yang luas, kemampuan menetapkan hukum di tengah manusia, dengan dasar FirmanNya, “Di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya,” maksudnya, ketika ada seorang pemilik tanaman meminta kepastian hukum kepada mereka berdua, mengenai seekor kambing milik seseorang yang memasuki kebun orang lain. Yakni, berkelliaran di malam hari dan memakan segala yang ada di pohon-pohonnya dan merusak tanamannya.Maka Dawud menetapkan keputusan agar kambing tersebut menjadi milik pemilik kebun, karena mempertimbangkan keteledoran pemilik kambing itu. Sehingga di hukum denngan hukuman ini. Sementara Sulaiman menetapkkan sebuah hukum yang sesuai dengan benar.Yaitu, supaya para pemilik kambing menyerahkan hewan-hewan mereka kepada pemilik kebun agar dapat memanfaatkan air susu dan bulunya. Sementara para pemilik kambing itu, mengelola lading yang dimiliki oleh pemilik kebun sampai keadaannya kembali seperti semula. Jika sudah kembali seperti semula, maka kedua belah pihak saling mengembalikan milik orang lain dan masing-masing menerima hartannya kembali.Hasil keputusan ini (cerminan) kesempurnaan daya tangkap dan kecerdasan beliau.

Sumber: https://tafsirweb.com/5590-surat-al-anbiya-ayat-78.html

Tafsir Al-Wajiz

78. Ingatlah juga (kisah) Dawud dan Sulaiman. Ketika keduanya menentukan keputusan tentang tanaman yang dimakan oleh kambing-kambing kaumnya pada malam hari sedangkan kambing-kambing itu tidak diawasi oleh seorang penggembala.Kami hadir dalam keputusan keduanya. Tidak ada satupun yang luput dari Kami.

Sumber: https://tafsirweb.com/5590-surat-al-anbiya-ayat-78.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 78-82 Syuraih, Az-Zuhri dan Qatadah berkata bahwa “An-nafsy” hanya dilakukan di malam hari. Lalu Qatadah menambahkan kalau “al-haml” dilakukan di siang hari Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud tentang firmanNya: (Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya) dia berkata yaitu kebun anggur yang buahnya telah masak, lalu dirusak ternak kambing seseorang. Maka nabi Dawud memutuskan agar ternak kambing itu diserahkan kepada pemilik kebun.Maka nabi Sulaiman berkata,"Bukan demikian, wahai Nabi Allah." nabi Dawud bertanya,"Lalu bagaimanakah pendapatmu?" Nabi Sulaiman berkata, bahwa hendaknya kebun anggur itu diserahkan kepada pemilik kambing agar dia mengurusnya sampai berbuah lagi seperti semula; dan ternak kambing diserahkan kepada pemilik kebun, maka pemilik kebun itu boleh memanfaatkan kambing itu. Ketika kebun itu telah kembali berbuah seperti semula, maka kebun itu diserahkan kepada pemiliknya; begitu juga ternak kambing, diserahkan kepada pemiliknya. Hal itu ada pada firmanNya: (maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)) Firman Allah: (dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud ……).Demikian itu terjadi karena kemerduan suara nabi Dawud jika membaca kitab Zabur. Apabila nabi Dawud melagukan bacaan kitabnya, maka burung-burung di udara akan berhenti dan menjawab­nya, dan gunung-gunung menjawab bacaannya dan mengikutinya. Oleh karena itu ketika Nabi ﷺ melewati Abu Musa Al-Asy'ari yang sedang membaca Al-Qur’an di malam hari, dia mempunyai suara yang sangat merdu, lalu Nabi ﷺ berhenti dan mendengarkan bacaannya.Dan beliau bersabda:”Sesungguhnya orang ini telah dianugerahi sebagian dari kemerduan suara keluarga nabi Dawud”. Lalu dia menjawab,"Wahai Rasulullah, seandainya aku mengetahui bahwa engkau mendengarkan bacaanku, maka aku akan memperindah suaraku dengan seindah-indahnya demi dirimu" Qatadah berkata bahwa sesungguhnya sebelum itu baju besi hanya lempengan, Dia adalah orang pertama yang membuatnya dalam bentuk anyaman. Sebagaimana Al­lah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Kami telah melunakkan besi untuknya (10) (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya) (Surah Saba’) yaitu, janganlah kamu perbesar bulatan-bulatannya karena akan membuatnya terlepas; dan janganlah kamu mempertebalnya karena akan membuat bulatan anyamannya robek.Oleh karena itu Allah berfirman: (guna memelihara kalian dalam peperangan kalian) yaitu dalam peperangan kalian (Maka hendaklah kalian bersyukur (kepada Allah)) yaitu atas nikmat-nikmat Allah atas kalian dengan apa yang Dia ilhamkan kepada hambaNya nabi Dawud, yang mana Dia mengajarinya membuat hal itu untuk kalian.Firman Allah: (Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya) yaitu Kami menundukkan untuk nabi Sulaiman angin kencang (yang berembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya) yaitu negeri Syam (Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu) Demikian itu bahwa, dia mempunyai hamparan yang dari kayu. Dia meletakkan di atasnya semua yang dia perlukan berupa urusan kerajaan, kuda, unta. kemah-kemah dan tentaranya. Kemudian dia memerintahkan kepada angin kencang untuk mengangkatnya.Maka angin itu memasuki bagian bawahnya, lalu membawanya, mengangkatnya dan memperjalankannya. Burung-burung terbang menaunginya dari panasnya sinar matahari menuju ke tempat yang dia kehendaki. Lalu dia turun dan meletakkan semua peralatannya.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendaki (36)) (Surah Shad) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan, dan perjalanannya di waktu petang hari sama dengan perjalanan sebulan (pula)) (Surah Saba: 12) Firman Allah: (Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya) yaitu ke dalam laut untuk mengeluarkan mutiara-mutiara dan berbagai macam perhiasan lainnya (dan mengerjakan pekerjaan selain dari itu) yaitu hal selain itu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam (37) dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu (38)) (Surah Shad) Firman Allah: (dan adalah Kami memelihara mereka itu) yaitu Allah menjaganya jika ada seseorang dari setan-setan itu hendak berbuat jahat terhadapnya, bahkan semua setan berada dalam genggamanNya dan tunduk di bawah kekuasaanNya.Tidak ada seorang pun dari mereka yang berani mendekatinya, bahkan dia memberi keputusan kepada mereka. Jika dia menghendaki, dia bisa membebaskan dan menahan seseorang dari mereka sesuai dengan yang dia kehendaki. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan setan yang lain terikat dalam belenggu (38))

Sumber: https://tafsirweb.com/5590-surat-al-anbiya-ayat-78.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

78 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 328

Ruku

Ruku 283

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 66 (131/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2561 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21