الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
فَمَنْ
maka barangsiapa
يَّعْمَلْ
mengerjakan
مِنَ
dari
الصّٰلِحٰتِ
kebaikan
وَهُوَ
dan dia
مُؤْمِنٌ
beriman
فَلَا
maka tidak ada
كُفْرَانَ
pengingkaran
لِسَعْيِهٖۚ
bagi usahanya/amalnya
وَاِنَّا
dan sesungguhnya Kami
لَهٗ
baginya/untuknya
كَاتِبُوْنَ
menuliskan
﴿٩٤﴾
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya.
2577 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa berpegang teguh dengan keimanan kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan dia mengerjakan apa yang dia mampu dari amal-amal shalih, karena taat kepada Allah dalam rangka beribadah kepadaNya, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalnya dan tidak akan menghapusnya, bahkan Dia akan melipatgandakannya semuanya dengan kelipatan yang banyak, dan orang itu akan mendapatkan apa yang telah dia kerjakan di dalam kitab (catatan amal) nya pada hari dia dibangkitkan setelah matinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5606-surat-al-anbiya-ayat-94.html

Tafsir as-Sa'di

94. Sesudah itu, Allah membeberkan balasanNYa bagi mereka, secara eksplisit maupun implisit. Allah berfirman, “Maka barangsiapa yang mengerjakan amal shalih,” yaitu amalan-amalan yang telah disyariatkan oleh para rasul dan dianjurkan oleh kitab-kitab Allah “sedang dia beriman,” kepada Allah dan para RasulNya serta risalah yang mereka emban, “maka tidak ada pengingkaran terhadap amalan itu,” maksudnya Kami tidak akan menyia-nyiakan dan mengugurkan usahanya.Bahkan Kami akan melipatgandakannya berllipat-lipat. “Dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya,” maksudnya Kami menetapkannya di Lauh Mahfuzh dan di lembaran-lembaran amalan yang bersama para malaikat penjaga amalan. Maksudnya, (secara eksplisit) siapa saja yang tidak beramal shalih, atau mengamalkannya tanpa beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia terhalangi (dari pahala kebaikan), merugi dalam agama dan dunianya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5606-surat-al-anbiya-ayat-94.html

Tafsir Al-Wajiz

94. Dan barangsiapa mengerjakan amal shalih yang yang diperintahkan Allah, yaitu beriman kepada Allah, rasulallah dan hari akhir, maka tidak ada penolakan dan pengingkaran dalam amal, pahala dan balasan baiknya. Dan sesungguhnya Kami mengamati usahanya dan mencatat catatan amalnya

Sumber: https://tafsirweb.com/5606-surat-al-anbiya-ayat-94.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 92-94 Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu) yaitu agama kalian yang satu. kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu) yaitu sesungguhnya sunnah kalian adalah satu sunnah. FirmanNya: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini) Terdiri atas inna dan isimnya (agama kalian ini) sebagai khabar (inna) yaitu sesungguhnya agama ini adalah syariat kalian yang Aku jelaskan dan terangkan kepada kalian. Firman Allah, (sebagai satu agama) nashab sebagai haal.Oleh karena itu Allah berfirman: (Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah berfirman, “Wahai para rasul!Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (51) Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku) (Surah Al-Mu’minun: 51,52) Rasulullah ﷺ bersabda,”Kami golongan para nabi adalah saudara-saudara lain ibu, sedangkan agama kami adalah satu” Makna yang dimaksud adalah menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dengan syariat yang berbeda-beda yang dibawa para rasul.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Untuk tiap-tiap umat di antara kalian, Kami berikan aturan dan jalan yang terang) (Surah Al-Maidah: 48) Firman Allah: (Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka) pendapat umat-umat itu berbeda-beda terhadap para rasulnya.Di antara mereka ada yang membenarkannya, dan ada yang mendustakannya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali) yaitu pada hari kiamat, maka Allah membalas kepada masing-masing sesuai dengan amalnya.Jika baik, maka balasannya baik, dan jika buruk, maka balasannya buruk. Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedangkan ia beriman) yaitu hatinya membenarkan dan tubuhnya mengerjakan amal shalih (maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu) sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik) (Surah Al-Kahfi: 30) yaitu tidak diingkari usahanya yaitu amalnya, namun dia tidak akan dianiaya seberat dzarrah pun.Oleh karena itu Allah berfirman: (sesungguhnya Kami menuliskan amalnya itu untuknya) yaitu semua amalnya dicatat maka tidak ada sesuatu pun yang sia-sia

Sumber: https://tafsirweb.com/5606-surat-al-anbiya-ayat-94.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

94 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 330

Ruku

Ruku 284

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 66 (132/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2577 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21