الانبياۤء (Al-Anbiya')
Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
كَتَبْنَا
telah Kami tuliskan
فِى
didalam
الزَّبُوْرِ
Zabur
مِنْۢ
dari
بَعْدِ
sesudah
الذِّكْرِ
peringatan (Lauhul Mahfuz)
اَنَّ
bahwasanya
الْاَرْضَ
bumi
يَرِثُهَا
mewarisinya
عِبَادِيَ
hamba-hamba-Ku
الصّٰلِحُوْنَ
orang-orang yang saleh
﴿١٠٥﴾
Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.
2588 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan sesungguhnya Kami telah menetapkan di dalam kitab-kitab suci sebelumnya pasca ditulis di Lauhul Mahfuzh, bahwa sesungguhnya bumi itu akan diwarisi oleh hamba-hamba Allah yang shalih yang menjalankan apa yang diperintahkan kepada mereka dan menjauhi perkara yang mereka dilarang melakukannya. Mereka itu adalah umat Muhammad.
Sumber: https://tafsirweb.com/5617-surat-al-anbiya-ayat-105.html
Tafsir as-Sa'di
105. “Dan sesungguhnya telah Kami tulis di dalam Zabur,” yaitu kitab yang tertulis, maksudnya kitab-kitab yang diturunkan, misalnya Taurat dan lainnya, “sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh,” maksudnya, Kami menuliskannnya dalam kitab-kitab yang diturunkan pasca Kami menuliskannya di kitab terdahulu, yaitu Lauh Mahfuzh dan buku induk yang sesuai dengan seluruh catatan takdir yang berlaku di akhir masa dan yang tertulis di dalamnya, “bahwasanya bumi ini,” yaitu hunian surge “dipusakai hamba-hambaKu yang shalih,” yang melaksanakan perintah-perintah dan menauhi larangan-larangan. Mereka itulah orang-orang yang mana Allah akan mewariskan surge-surga kepada mereka. Seperti perkataan para penghuni surge, "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini.Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.". (Al-A’raf:43) "dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki." (Az-Zumar:74). Dan mengandung kemungkinan bahwa maksudnya adalah menjadikan mereka sebagai para khalifah di bumi ini, dan bahwa Allah mendudukkan orang-orang shalih sebagai penguasa d bumi dan menetapkan mereka sebagai pemiliknya. Seperti Firman Allah "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (An-Nur:55).
Sumber: https://tafsirweb.com/5617-surat-al-anbiya-ayat-105.html
Tafsir Al-Wajiz
105. Dan sungguh telah Kami tuliskan dalam kitab Dawud yaitu Zabur setelah (ditulis) di kitab Taurat atau di Lauhil Mahfudz bahwa bumi itu diwariskan untuk hamba-hamba yang shalih, yaitu melakukan keshalihan akhirat dengan bertakwa dan keshalihan dunia dengan memakmurkan bumi.
Sumber: https://tafsirweb.com/5617-surat-al-anbiya-ayat-105.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 105-107 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang apa yang telah Dia pastikan dan ditetapkan untuk hamba-hambaNya yang shalih berupa kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta warisan bumi di dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa) (Surah Al-A'raf: 128) Allah memberitahukan bahwa ini tertulis dalam kitab-kitab syariat dan takdir, bahwa hal ini pasti terjadi.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuz) Ibnu Abbas, Asy-Sya'bi, Al-Hasan, Qatadah, dan lainnya berkata bahwa Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada nabi Dawud, dan adz-dzikr adalah kitab Taurat. Mujahid berkata bahwa Zabur artinya semua kitab sesudah adz-dzikr. dan adz-dzikr adalah induk kitab yang ada di sisi Allah. Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir.Demikian juga yang dikatakan Zaid bin Aslam, bahwa itu adalah kitab pertama. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah سبحانه وتعالى memberitahukan di dalam kitab Taurat dan Zabur serta pengetahuanNya yang terdahulu sebelum ada langit dan bumi, bahwa Dia akan mewariskan bumi kepada umat nabi Muhammad ﷺ dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga yaitu orang-orang yang shalih Mujahid meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh) yaitu bumi surga. Demikian juga dikatakan Abu Al-’Aliyah, Mujahid, Sa'id bin Jubair, Asy-Sya'bi, Qatadah, As-Suddi, Abu Shalih, Ar-Rabi' bin Anas, dan Ats-Tsauri.Firman Allah: (Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah) (106)) yaitu sesungguhnya di dalam Al-Qur'an yang Kami turunkan kepada hamba Kami, Muhammad ﷺ (benar-benar mengandung manfaat) yaitu mengandung manfaat dan kecukupan bagi kaum yang menyembah Allah. Mereka menyembah Allah sesuai dengan apa yang Dia syariatkan, Dia sukai dan ridhai, serta lebih memilih taat kepada Allah daripada tunduk kepada setan dan hawa nafsu mereka. Firman Allah: (Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (107)) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia menjadikan nabi Muhammad ﷺ sebagai rahmat bagi alam semesta. yaitu, Dia mengutusnya sebagai rahmat untuk mereka semua.Maka barang siapa yang menerima rahmat ini dan mensyukuri nikmat ini, maka dia berbahagia di dunia dan akhirat. Dan barang siapa menolak dan mengingkarinya, maka dia merugi di dunia dan akhirat, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan (28) yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruknya tempat kediaman (29)) (Surah Ibrahim) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan tiadalah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (107)) dia berkata bahwa orang-orang yang mengikutinya mendapatkan rahmat di dunia dan di akhirat. dan orang-orang yang tidak mengikutinya terhindar dari cobaan yang pernah dialami umat-umat lain berupa ditenggelamkan ke bumi, dikutuk, dan ditimpa azab.
Sumber: https://tafsirweb.com/5617-surat-al-anbiya-ayat-105.html
Informasi
Surat
الانبياۤء (Al-Anbiya')
Para Nabi — 112 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
105 dari 112 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 331
Ruku
Ruku 284
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 66 (132/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2588 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-21