البقرة (Al-Baqarah)
Per AyatMushaf
تِلْكَ
itulah
اٰيٰتُ
ayat-ayat
اللّٰهِ
Allah
نَتْلُوْهَا
Kami bacakannya
عَلَيْكَ
kepadamu
بِالْحَقِّ
dengan benar
ۗ
وَاِنَّكَ
dan sesungguhnya kamu
لَمِنَ
sungguh dari/salah seorang dari
الْمُرْسَلِيْنَ
orang-orang yang diutus
۔
﴿٢٥٢﴾
Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan kepadamu dengan benar dan engkau (Muhammad) adalah benar-benar seorang rasul.
259 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Itulah hujjah Allah dan bukti-bukti petunjuk dari Nya, Kami menggambarkannya kepadamu (wahai nabi) dengan sebenarnya. Dan sesungguhnya kamu termasuk Rasul yang benar.
Sumber: https://tafsirweb.com/993-surat-al-baqarah-ayat-252.html
Tafsir as-Sa'di
252. “Itu adalah ayat-ayat dari Allah kami bacakan kepadamu dengan hak benar dan Sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang diantara nabi nabi yang diutus.” Dan diantara sederet tanda-tanda kerasulan beliau adalah adanya kisah ini, dimana Allah mengabarkan kepada beliau tentang kisah ini sebagai wahyu untuk beliau dari Allah yang persis sesuai dengan kenyataan. Dalam cerita ini banyak sekali pelajaran yang dapat diambil oleh umat ini. Diantaranya: 1.Keutamaan berjihad dijalan Allah, manfaat manfaatnya dan akibat-akibatnya yang indah, dan bahwa jihad itu adalah satu-satunya sebab (yang paling efektif) dalam memelihara agama menjaga Negeri, tubuh dan harta, dan bahwasanya para Mujahidin walaupun urusan itu sangat berat buat mereka akan tetapi hasil yang mereka akan dapatkan adalah terpuji, sebagaimana juga bagi orang-orang yang meninggalkan jihad walaupun mereka dapat beristirahat sekejap, namun mereka akan lelah dalam masa yang panjang. 2. Memberikan kekuasaan kepada orang yang kapabel dan mampu, dan bahwasanya kemampuan itu kembali kepada dua perkara: pertama, pengetahuan, artinya memahami siasat dan mengorganisir, dan kedua, kekuatan, artinya dengannya kebenaran ditegakkan dan bahwa seorang yang terkumpul pada dirinya kedua perkara itu, maka dialah yang lebih berhak untuk memimpin daripada selainnya. 3. Menjadikan cerita ini sebagai dalil atas apa yang dikatakan oleh para ulama bahwa seyogyanya seorang pemimpin pasukan mengadakan peninjauan ketika menetapkannya, yaitu dia melarang orang yang tidak pantas untuk berperang dari personil tentaranya, kudanya, penunggang penunggang nya karena kelemahannya, kesabarannya yang sedikit, peremehannya, takut akan memudaratkan kesehatannya, karena bagian yang ini adalah bahaya yang jelas bagi manusia. 4.Bahwasanya ketika terjadi suatu peperangan, seyogyanya ada pengobaran semangat kaum muslimin, penguatan jiwa mereka dan anjuran kepada mereka untuk menguatkan keimanan, bertawakal penuh dan bersandar hanya kepadaNya, serta memohon kepadaNya ketetapan hati, bimbingan kepada kesabaran, dan pembelaan atas musuh. 5. Bahwasanya tekad untuk berperang dan berjihad bukanlah merupakan hakikatnya, karena Terkadang seseorang itu bertekad untuk berjihad akan tetapi ketika telah tiba masanya, tekadnya melemah. Oleh karena itu diantara doa Nabi “Aku memohon kepadaMu ya Allah ketetapan keteguhan dalam agama dan kebudayaan tekad dalam petunjuk.” Mereka itulah yang bertekad untuk berjihad dan mereka berkata dengan perkataan yang menunjukkan atas sebuah tekad yang kuat, dan ketika hadir masanya, sebagian besar dari mereka akhirnya lemah kembali.Ini serupa dengan sabda Nabi “Dan aku memohon kepadaMu ya Allah keridhoan setelah terjadinya Qada ketetapan.” Karena keridhaan setelah terjadinya suatu ketetapan Allah yang dibenci oleh jiwa merupakan keridhoan yang hakiki.
Sumber: https://tafsirweb.com/993-surat-al-baqarah-ayat-252.html
Tafsir Al-Wajiz
252. Inilah ayat-ayat Allah dalam kisah ini. Kami membacakannya untukmu dengan benar wahai Nabi, yaitu kabar yang benar, tanpa ditambahi, dikurangi, dan tidak melenceng.Sesungguhnya kamu itu termasuk rasul Allah yang menerima wahyu Allah سبحانه وتعالى dan akan mengabarkannya kepada manusia. Dalam hal itu ada suatu penguatan terhadap hati nabi dan meneguhkan urusannya
Sumber: https://tafsirweb.com/993-surat-al-baqarah-ayat-252.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 250-252 Yaitu, ketika kelompok orang yang beriman, yang jumlahnya sedikit dari pengikut Thalut menghadapi musuh mereka, yakni pengikut Jalut yang jumlahnya banyak, (merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami) yaitu turunkanlah kepada kami kesabaran dariMu (dan kokohkanlah pendirian kami) yaitu ketika berhadapan dengan musuh, dan hindarkanlah kami dari melarikan diri dan kelemahan (dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir) Firman Allah (Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah) yaitu mereka mengalahkan tentara Jalut dengan pertolongan Allah kepada mereka (dan (dalam peperangan itu) Dawud membunuh Jalut) (kemudian Allah memberikan kepadanya (Dawud) pemerintahan) yang ada pada Thalut, (dan hikmah) yaitu kenabian setelah Syamu’il (Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini) yaitu Jika Allah tidak mencegah satu kaum terhadap kaum lainnya sebagaimana Dia mencegah Bani Israil membunuh Thalut dan keberanin nabi Dawud, maka sungguh mereka akan hancur, sebagaimana Allah berfirman (Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah) (Surah Al-Hajj: 40) Firman Allah (Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam), yaitu Dzat yang memiliki karunia dan rahmat atas mereka, yang mencegah mereka melakukan kerusakan satu sama lain, serta milikNyalah hukum, hikmah, dan hujjah atas ciptaanNya dalam seluruh tindakan dan firmanNya.Kemudian Allah berfirman (Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus) yaitu Ini adalah ayat-ayat Allah yang Kami ceritakan kepadamu terkait dengan urusan orang-orang yang Kami sebutkan dengan kebenaran, yaitu tentang hal-hal yang sesuai dengan apa yang dimiliki oleh Ahli Kitab yang berupa kebenaran yang diajarkan oleh para ahli ilmu Bani Israil. (Dan sesungguhnya kamu) wahai nabi Muhammad, (benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus) Ini merupakan penegasan dan pengantar bagi sumpahNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/993-surat-al-baqarah-ayat-252.html
Informasi
Surat
البقرة (Al-Baqarah)
Sapi — 286 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
252 dari 286 ayat
Juz
Juz 2
Halaman
Halaman 41
Ruku
Ruku 34
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 8 (16/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-259 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-2