الحج (Al-Hajj)

Per AyatMushaf
مَنْ
barangsiapa
كَانَ
adalah
يَظُنُّ
ia menyangka
اَنْ
bahwa
لَّنْ
tidak
يَّنْصُرَهُ
menolongnya
اللّٰهُ
Allah
فِى
di
الدُّنْيَا
dunia
وَالْاٰخِرَةِ
dan di akhirat
فَلْيَمْدُدْ
maka hendaklah ia merentangkan
بِسَبَبٍ
dengan jalan/hubungan
اِلَى
ke
السَّمَاۤءِ
langit
ثُمَّ
kemudian
لْيَقْطَعْ
hendaklah ia melalui
فَلْيَنْظُرْ
maka hendaklah ia memperhatikan
هَلْ
apakah
يُذْهِبَنَّ
dapat menghilangkan
كَيْدُهٗ
tipu dayanya
مَا
apa yang
يَغِيْظُ
menerbitkan marah
﴿١٥﴾
Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit, ) lalu menggantung (diri), kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.
2610 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa meyakini bahwa sesungguhnya Allah tidak akan menguatkan RasulNya, Muhammad dengan pertolongan di dunia dengan memenangkan agamaNya dan di akhirat dengan meninggikan derajatnya dan menyiksa orang-orang yang mendustakannya, maka hendaklah dia membentangkan seutas tali ke atap rumahnya dan menggantung dirinya dengan tali itu, kemudian memutus tali tersebut, lalu hendaklah dia pikirkan, apakah tindakan itu akan menghilangkan rasa amarah yang ada di dalam dirinya? Sesungguhnya Allah akan menolong NabiNya, Muhammad, dengan pasti tanpa keraguan.

Sumber: https://tafsirweb.com/5751-surat-al-hajj-ayat-15.html

Tafsir as-Sa'di

15. Maksudnya, barangsiapa yang menyangka Allah tidak menolong RasulNya dan agamaNya akan meredup, (ketahuilah) sesungguhnya kemenagan itu dari Allah, datang dari atas langit [“maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah dia memutusnya,” maksudnya memutusnya pertolongan kemenangan dari Rasulullah] “kemudian hendaklah dia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan,” maksudnya tipu daya yang dia lancarkan dan perbuat kepada Rasulullah berupa perlawanan terhadap beliau dan ambisi untuk memberangus agama beliau yang mana telah menjadikan orang tersebut geram karena agama beliau tegak berdiri. Ini merupakan bentuk pertanyaan yang bermakna penafian.Dan sesungguhnya tidak ada orang yang bisa mengobati kejengkelannya (terhadap Islam) dengan usaha-usaha yang dia perbuat. Makna ayat yang mulia ini, wahai orang yang menentang Rasulullah, Muhammad, yang berusaha memadamkan agamanya, dengan kebodohannya, dia menyangka usahanya akan berguna, ketahuilah, bahwa usaha apa pun yang engkau lakukan dan engkau upayakan untuk memperdayai Rasulullah, maka sesungguhnya usaha itu tidak akan menyirnakan kegeramanmu dan tidak bakal bisa mengobati dukamu. Engkau tidak mempunyai kemampuan untuk itu.Tetapi, Kami ingin mengusulkan sebuah usulan kepadamu, yang bisa memuaskan kegeramanmu terhadap Rasulullah dan memutuskan pertolongan kalau memang mungkin. Yaitu, masuklah ke dalam masalah ini melalui pintunya. Dan dakilah menuju arahnya dengan tali-tali.Artinya, carilah tali, pelepah kurma atau lainnya, kemudian gantungkan di langit. Lantas, naiklah sampai engkau mencapai pintu-pintu yang menjadi tempat turunnya pertolongan. Kemudian, tutuplah, kunci dan putuskanlah.Kondisi ini akan menuntaskan kebencianmu. Inilah gagasan dan tipu daya (yang dimaksud). Sedangkan yang lainnya, jangan sampai terlintas di benakmu akan sanggup menyelesaikan kegeramanmu, kalaupun engkau dibantu oleh seluruh makhluk.Ayat yang mulia ini, memuat janji baik dan kabar gembira tentang pertolongan dari Allah bagi agama, RasulNya dan para hamba yang beriman, dengan sangat jelas. Juga mengandung pemangkasan harapan bagi orang-orang kafir yang ingin memadamkan cahaya Allah melalui lidah-lidah mereka. Allah menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang kafir membenci.Maksudnya, kendatipun mereka mengusahakan upaya-upaya yang mungkin mereka tempuh.

Sumber: https://tafsirweb.com/5751-surat-al-hajj-ayat-15.html

Tafsir Al-Wajiz

15. Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah tidak akan menolong nabi Muhammad dan membuat mereka marah dengan menolong Nabi di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya

Sumber: https://tafsirweb.com/5751-surat-al-hajj-ayat-15.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 15-16 Ibnu Abbas berkata bahwa barangsiapa yang menyangka bahwa Allah tidak akan menolong nabi Muhammad ﷺ di dunia dan akhirat. maka hendaklah dia merentangkan tali (ke langit) yaitu langit-langit rumahnya (kemudian hendaklah ia melaluinya) dia berkata,”Kemudian dia menggantung dirinya dengan tali itu” Demikian juga dikatakan Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan lainnya. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit) yaitu untuk dia jadikan sebagai sarana mencapai langit, karena sesungguhnya pertolongan itu datang kepada nabi Muhammad dari langit. (kemudian hendaklah ia melaluinya) yaitu hal itu, jika dia mampu melakukan itu. Pendapat Ibnu Abbas dan para sahabatnya lebih utama dan jelas tentang maknanya serta lebih tepat dalam memberikan ejekan.Karena sesungguhnya makna yang dimaksud adalah barangsiapa yang menyangka bahwa Allah tidak akan menolong nabi Muhammad, kitabNya, dan agamaNya, maka hendaklah dia pergi bunuh diri, jika pertolongan Allah kepada NabiNya membuatnya sakit hati. Karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى pasti akan menolongnya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat) (51) (yaitu) hari ketika permintaan maaf tidak berguna bagi orang-orang zalim dan mereka mendapat laknat dan tempat tinggal yang buruk (52)) (Surah Ghafir) Oleh karena itu Allah berfirman: (kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya) As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud adalah tentang nabi nabi Muhammad ﷺ.Firman Allah: (Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur’an) yaitu Al-Qur’an (yang merupakan ayat-ayat yang nyata) yaitu, jelas lafazh dan maknanya sebagai hujjah dari Allah terhadap manusia (dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki) yaitu Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada yang Dia kehendaki. Miliknyalah hikmah yang sempurna dan hujjah yang pasti dalam hal itu (Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai (23)) (Surah Al-Anbiya’) Adapun Allah karena hikmah, rahmat, keadilan, pengetahuan, ke­perkasaan, dan kebesaranNya, maka tidak ada yang menanyakan tentang hukumNya.Dia Maha Cepat perhitunganNya

Sumber: https://tafsirweb.com/5751-surat-al-hajj-ayat-15.html

Informasi

Surat

الحج (Al-Hajj)

Haji — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

15 dari 78 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 333

Ruku

Ruku 286

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 67 (133/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2610 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-22