الحج (Al-Hajj)

Per AyatMushaf
وَاَذِّنْ
dan serulah
فِى
kepada
النَّاسِ
manusia
بِالْحَجِّ
untuk mengerjakan haji
يَأْتُوْكَ
mereka akan datang kepadamu
رِجَالًا
berjalan kaki
وَّعَلٰى
dan atas
كُلِّ
tiap-tiap (mengendarai)
ضَامِرٍ
onta kurus
يَّأْتِيْنَ
mereka datang
مِنْ
dari
كُلِّ
tiap-tiap (mengendarai)
فَجٍّ
jalan/penjuru
عَمِيْقٍ
dalam/jauh
ۙ
﴿٢٧﴾
Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.
2622 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

27-28. Dan umumkanlah (wahai Ibrahim) kepada sekalian manusia tentang kewajiban haji atas mereka, niscaya mereka akan datang kepadamu dalam keadaan berbeda-beda; berjalan kaki dan menunggangi unta yang kurus (yaitu unta yang kurus karena perjalanan dan beban pekerjaan bukan karena berdaging sedikit) yang tiba dari segenap jalan yang jauh, supaya mereka menghadiri hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, berupa: pengampunan bagi dosa-dosa mereka, pahala mengerjakan manasik haji dan ketaatan mereka, serta perolehan keuntungan dalam perniagaan mereka dan kepentingan-kepentingan lain, dan agar mereka menyebut Nama Allah ketika menyembelih hewan kurban yang mereka jadikan pendekatan diri kepada Allah, seperti unta, sapi dan kambing pada hari-hari tertentu, yaitu tanggal 10 dzulhijjah dan tiga hari setelahnya, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya, sedang mereka diperintah sebagai anjuran saja untuk memakan dari sembelihan-sembelihan tersebut dan memberikan makan orang fakir yang amat sulit ekonominya dari sembelihan itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/5763-surat-al-hajj-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

27. “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji.” Beritahukanlah hal ini kepada mereka, dan serulah mereka kepadanya. Sampaikan kepada orang yang dekat dan jauh darinya tentang kewajiban (berhaji) dan keutamaannya. Sungguh, jika engkau telah memanggil mereka, niscaya mereka akan mendatangimu sebagai orang-orang yang berhaji atau mengerjakan umrah, “dengan berjalan kaki,” maksudnya berjalan di atas kaki-kaki mereka karena terdorong oleh rasa kerinduan (kepadanya), “dan mengendarai unta yang kurus,” maksudnya unta kurus yang melintasi perjalanan yang susah dan padang pasir yang ganas.Ia meneruskan langkahnya sampai ke tempat yang paling mulia “dari segenap penjuru yang jauh,” dari setiap negeri yang jauh. Khalil ar-Rahman (Ibrahim) telah melaksanakannya. Sesudah itu disusul oleh keturunannya Muhammad.Maka, mereka berdua menyeru umat manusia untuk berhaji ke Baitullah. Keduanya mensosialisasikan dan mengulang-ulanginya. Dan sungguh telah terwujud janji Allah itu.Orang-orang datang dengan berjalan kaki dan menumpangi kendaraan dari belahan bumi TImur dan Barat.

Sumber: https://tafsirweb.com/5763-surat-al-hajj-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27. Serulah manusia untuk mengerjakan haji, dengan berseru: “Wahai manusia, kalian telah ditetapkan untuk melaksanakan haji, Tuhan kalian telah mewajibkannya. Labbaikallahumma labbaik.” Niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.Mujahid mengatakan Awalnya mereka tidak mengendarai apapun, sehingga Allah menurunkan ayat “Niscaya mereka akan datang kepadamu dengan mengendarai unta yang kurus.” Sehingga diperintahkan untuk berlapang dalam keadaan, dan memberi keringanan kepada mereka untuk berkendara dan berdagang.

Sumber: https://tafsirweb.com/5763-surat-al-hajj-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 26-27 Di dalam ayat ini terdapat kecaman dan celaan terhadap orang-orang yang menyembah selain Allah dan menyekutukanNya dengan yang lain dari kalangan Quraisy; yang dilakukan di negeri yang mulanya dibangun untuk mengesakan dan menyembah Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa Dia menempatkan nabi Ibrahim di suatu tempat di Baitullah, yakni Allah membimbingnya ke tempat itu dan me­nyerahkan kepadanya serta mengizinkannya untuk membangunnya di sana. (Janganlah kamu menyekutukan sesuatu pun dengan Aku) yaitu bangunlah dengan menyebut namaKu saja. (dan sucikanlah rumahKu ini) Qatadah dan Mujahid berkata bahwa maknannya adalah dari kemusyrikan. (bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadat, dan orang-orang yang rukuk, dan sujud) yaitu, jadikanlah Baitullah ini khusus bagi orang-orang yang menyembah Allah saja, tidak ada sekutu bagiNya. Lalu orang yang thawaf di Baitullah sudah dikenal yang merupakan ibadah khusus hanya dilakukan di Baitullah, karena sesungguhnya hal itu tidak boleh dilakukan di tempat yang lain kecuali disana. (orang-orang beribadat), yaitu dalam keadaan shalat.Oleh karena itu Allah berfirman (orang-orang yang rukuk dan sujud) Dia mengiringkan thawaf dengan shalat, karena keduanya tidak disyariatkan kecuali khusus di Baitullah.Thawaf dilakukan di sekelilingnya, dan shalat dilakukan dengan menghadap kepadanya dalam kebanyakan keadaan, kecuali shalat saat di medan perang saat sulit untuk menghadap ke arah kiblat, dan shalat sunat di perjalanan. Hanya Allah yang lebih mengetahui Firman Allah: (Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji) yaitu serukanlah kepada manusia untuk mengerjakan haji ke Baitullah ini yang Kami perintahkan kamu untuk membangunnya. Firman Allah: (niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus) ada sebagian ulama’ menjadikan ayat ini sebagai dalil bahwa ibadah haji dengan berjalan kaki bagi orang yang mampu itu lebih utama daripada berkendaraan, karena disebutkan terlebih dahulu.Firman Allah: (yang datang dari segenap penjuru yang jauh) yaitu jalan. Sebagaimana Allah berfirman: (dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas) (Surah Al-Anbiya: 31) Firman Allah (jauh) yaitu jauh.Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid, ‘Atha’, As-Suddi, Qatadah, Muqatil bin Hayyan, Ats-Tsuri dan lainnya. Makna ayat ini sama dengan firman Allah سبحانه وتعالى dalam memberitahukan tentang nabi Ibrahim yang mengatakan dalam doanya: (maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka) (Surah Ibrahim: 37) Maka tidak ada seorang pun yang memeluk agama Islam, melainkan rindu ingin melihat Ka'bah dan melakukan thawaf.Manusia dari segala penjuru dunia berkeinginan untuk mendatanginya

Sumber: https://tafsirweb.com/5763-surat-al-hajj-ayat-27.html

Informasi

Surat

الحج (Al-Hajj)

Haji — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

27 dari 78 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 335

Ruku

Ruku 288

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 67 (134/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2622 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-22