الحج (Al-Hajj)

Per AyatMushaf
لَكُمْ
bagi kalian
فِيْهَا
padanya
مَنَافِعُ
beberapa kemanfaatan
اِلٰٓى
sampai
اَجَلٍ
waktu
مُّسَمًّى
telah ditentukan
ثُمَّ
kemudian
مَحِلُّهَآ
tempatnya
اِلَى
sampai
الْبَيْتِ
rumah
الْعَتِيْقِ
kuno/tua
ࣖ
﴿٣٣﴾
Bagi kamu padanya (hewan hadyu) ada beberapa manfaat, sampai waktu yang ditentukan, kemudian tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul Atiq (Baitullah).
2628 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Pada hewan-hewan hadyu ini, kalian dapat mengambil manfaat-manfaat yang kalian nikmati berupa bulu, air susu dan sebagai tunggangan, dan bentuk pemanfaatan lainnya yang tidak berpengaruh buruk padanya hingga hari penyembelihan di sisi Baitullah, yaitu seluruh zona tanah haram.

Sumber: https://tafsirweb.com/5769-surat-al-hajj-ayat-33.html

Tafsir as-Sa'di

33. “Bagi kamu pada binatang-binatang kurban,” yaitu pada binatang-binatang sembelihan kurban “ada beberapa manfaat sampai kepada waktu yang ditentukan.” Ini terkandung pada binatang-binatang kurban yang digiring, yang berupa unta dan binatang ternak lainnya. Para pemiliknya dapat memanfaatkannya dengan menungganginya, memeras air susunya dan kegunaan lainnya yang tidak menyebabkan akibat buruk padanya sampai waktu yang telah diketahui dan ditentukan. Yaitu (waktu) penyembelihannya jika sudah sampai pada tempatnya, yaitu “Baitul ‘Atiq,” yakni wilayah kota haram (suci) seluruhnya, Mina dan lainnya.Bila telah disembelih, maka mereka dapat mengkonsumsinya dan membagikannya sebagai hadiah serta memberi makan orang-orang yang sengsara lagi membutuhkannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5769-surat-al-hajj-ayat-33.html

Tafsir Al-Wajiz

33. Pada syariat-syariat Allah itu ada beberapa manfaat bagi kamu. Yaitu binatang-binatang ternak yang menjadi tanda keagungan-Nya.Yang dapat diambil berbagai manfaat darinya baik untuk kendaraan, peranakan, diambil bulunya dan lainnya hinggga sampai kepada waktu yang ditentukan yaitu hari Nahr. Kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Baitul Atiq /Baitullah.

Sumber: https://tafsirweb.com/5769-surat-al-hajj-ayat-33.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 32-33 Firman Allah سبحانه وتعالى (demikianlah, dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah) yaitu perintah-perintahNya (maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati (32)) di antaranya adalah hewan hadyu dan hewan kurban, sebagaimana apa yang dikatakan Ibnu Abbas yaitu membesarkan, menggemukkan dan menguruskannya. Abu Umamah bin Sahl,"Kami dahulu menggemukkan hewan-hewan kurban di Madinah, dan orang-orang muslim menggemukkannya" Firman Allah: (Bagi kalian pada binatang-binatang hadyu itu ada beberapa manfaat) yaitu pada hewan-hewan kurban itu terdapat beberapa manfaat dari air susunya, bulunya, kulitnya, dan bisa dijadikan untuk dinaiki. (Bagi kalian pada binatang-binatang hadyu itu ada beberapa manfaat sampai kepada waktu yang ditentukan) Miqsam meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (sampai kepada waktu yang ditentukan) dia berkata, yaitu hewan yang tidak digunakan untuk kurban. Firman Allah: (kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Baitul 'Atiq (Baitullah)) yaitu tempat tujuan terakhir dari hewan hadyu itu adalah Baitul 'Atiq, yaitu Ka’bah.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka'bah) (Surah Al-Maidah: 95) dan (dan menghalangi hewan kurban sampai ke tempat (penyem­belihan)nya) (Surah Al-Fath: 25) Telah disebutkan pembahasan makna Bait Al-'Atiq sebelumnya.Diriwayatkan dari ‘Atha’ bahwa Ibnu Abbas berkata,"Setiap orang yang melakukan thawaf di Baitullah maka dia telah bertahallul" Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Bait Al'Atiq (Baitullah))

Sumber: https://tafsirweb.com/5769-surat-al-hajj-ayat-33.html

Informasi

Surat

الحج (Al-Hajj)

Haji — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

33 dari 78 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 336

Ruku

Ruku 288

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 67 (134/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2628 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-22