الحج (Al-Hajj)
Per AyatMushaf
فَكَاَيِّنْ
maka berapa banyak
مِّنْ
dari
قَرْيَةٍ
kota/negeri
اَهْلَكْنٰهَا
telah Kami binasakan
وَهِيَ
dan ia (penduduknya)
ظَالِمَةٌ
keadaan zalim
فَهِيَ
maka ia (rumah-rumah)
خَاوِيَةٌ
roboh
عَلٰى
atas
عُرُوْشِهَاۖ
atap-atapnya
وَبِئْرٍ
dan sumur/telaga
مُّعَطَّلَةٍ
sunyi/ditinggalkan
وَّقَصْرٍ
dan istana
مَّشِيْدٍ
yang tinggi
﴿٤٥﴾
Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (ti-dak ada penghuninya).
2640 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Banyak dari negeri-negeri yang (penduduknya) berbuat kezhaliman dengan kekafiran, Kami hancurkan penduduknya, sehingga pemukiman-pemukiman mereka runtuh, kosong dari penghuni-penghuninya, sumur-sumur mereka tidak dapat dimanfaatkan untuk minum, istana-istana yang menjulang tinggi lagi penuh hiasan tidak dapat menolak siksaan buruk dari mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/5781-surat-al-hajj-ayat-45.html
Tafsir as-Sa'di
45. Untuk itu, Allah berfirman, “Berapa banyaknya kota,” maksudnya alangkah banyak kota “yang telah Kami binasakan,” dengan siksaan yang keras dan kehinaan di dunia, “yang penduduknya dalam keadaan zhalim,” lantaran kekufuran mereka terhadap Allah dan pendustaan mereka kepada para RasulNya.Hukuman yang Kami timpakan bukan bentuk kezhaliman Kami kepada mereka. “Maka (tempat tinggal mereka berhancuran, istana dan dinding-dindingnya telah roboh dengan atapnya, sehingga berubah luluh-lantak padahal sebelumnya terpelihara, dan terlihat kuat, setelah sebelumnya layak dihuni dan nyaman bagi penghuninya. “dan (berapa banyak pula) sumur yang dahulu orang-orang berdesakan di sana untuk mengambil air mimun bagi mereka dan hewan-hewan ternak mereka. Orang-orang itu lenyap. Tiada lagi sesosok orang pun yang datang dan muncul di situ.Alangkah banyak istana, yang pemiliknya telah susah payah membangun dan meninggikannya, menguatkan dan menghiasinya, lalu ketika ketetapan (siksaan) Allah menghampiri mereka, maka itu semua tidak bermanfaat sama sekali bagi mereka. Tempat ini menjadi kosong dari penghuninya. Mereka telah menjadi sumber pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran dan permisalan bagi orang-orang yang mau berpikir dan merenung.
Sumber: https://tafsirweb.com/5781-surat-al-hajj-ayat-45.html
Tafsir Al-Wajiz
45. Berapa banyak kota (banyak sekali) yang telah Kami binasakan, yang penduduknya telah zalim terhadap diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kedustaan. Maka tembok-tembok kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan berapa banyak pula sumur yang telah ditinggalkan dan tidak dimanfaatkan juga istana-istana yang tinggi yang tidak terpakai ditinggalkan penghuninya
Sumber: https://tafsirweb.com/5781-surat-al-hajj-ayat-45.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 42-46 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menghibur nabi Muhammad ﷺ dari pendustaan dari orang yang menentangnya dari kaum beliau: (Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum kaum Nuh), hingga allah berfirman (dan Musa juga didustakan) yaitu dengan semua yantg dia bawa berupa mukjizat yang jelas dan dalil yang terang. (lalu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang-orang kafir) yaitu maka Kami menangguhkan mereka (kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencianKu (kepada mereka itu)) yaitu, bagaimana bisa kebencian dan azabKu terhadap mereka. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Musa, dari Nabi ﷺ bersabda:”Sesungguhnya Allah benar-benar memberi tangguh kepada orang yang zalim, hingga ketika Dia mengazabnya, maka dia tidak dapat luput dariNya” Kemudian Nabi ﷺ membaca firmanNya: (Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras (102)) (Surah Hud) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya) yaitu, berapa banyak penduduk kota-kota yang telah Aku binasakan (yang penduduknya dalam keadaan zalim) yaitu mendustakan para rasulNya (maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya) Adh-Dhahhak berkata maknannya adalah atap, yaitu tempat tinggal mereka hancur berantakan dan seluruh bangunan kota dan keramaiannya telah musnah. (dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan) yaitu airnya tidak bisa digunakan untuk mengairi dan dan tidak ada seorang pun yang datang kepadanya, padahal sebelumnya banyak orang datang kepadanya (dan istana yang tinggi) Ikrimah berkata bahwa yang dimaksud adalah gedung dengan batu putih.Diriwayatkan dari Mujahid, ‘Atha’ dan Sa'id bin Jubair hal yang serupa. Dan yang lainnya berkata bahwa Al-masyid artinya bangunan yang dibangun tinggi. Lainnya berkata bahwa Al-masyid adalah benteng.Semua pendapat ini saling berdekatan dan tidak bertentangan, karena pengertiannya menunjukkan bahwa bangunan-bangunan yang kokoh, tinggi dan kuat itu tidak dapat melindungi para penghuninya dari azab Allah yang datang menimpa mereka. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Di mana saja kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh) (Surah An-Nisa: 78) Firman Allah: (maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi) yaitu, dengan tubuh dan pikiran mereka juga.Demikian itu merupakan sesuatu yang cukup, (lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami, atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?) yaitu mengambil pelajaran darinya (Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada) yaitu bukan buta mata, melainkan buta pandangan hati. Sekalipun pandangan matanya sehat dan tajam, tetapi tidak dapat memanfaatkan dan menyadari informasi itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/5781-surat-al-hajj-ayat-45.html
Informasi
Surat
الحج (Al-Hajj)
Haji — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
45 dari 78 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 337
Ruku
Ruku 290
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 68 (135/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2640 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-22