الحج (Al-Hajj)

Per AyatMushaf
وَمَآ
dan tidak
اَرْسَلْنَا
Kami mengutus
مِنْ
dari
قَبْلِكَ
sebelum kamu
مِنْ
dari
رَّسُوْلٍ
seorang rasul
وَّلَا
dan tidak
نَبِيٍّ
seorang nabi
اِلَّآ
melainkan
اِذَا
apabila
تَمَنّٰىٓ
dia berangan-angan/membaca
اَلْقَى
melemparkan/memasukkan
الشَّيْطٰنُ
syaitan
فِيْٓ
dalam
اُمْنِيَّتِهٖۚ
angan-angan/membaca
فَيَنْسَخُ
maka menghapus/menghilangkan
اللّٰهُ
Allah
مَا
apa yang
يُلْقِى
dimasukkan
الشَّيْطٰنُ
syaitan
ثُمَّ
kemudian
يُحْكِمُ
menghukumkan/menguatkan
اللّٰهُ
Allah
اٰيٰتِهٖۗ
ayat-ayat-Nya
وَاللّٰهُ
dan Allah
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
حَكِيْمٌ
Maha Bijaksana
ۙ
﴿٥٢﴾
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), mela-inkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana,
2647 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami tidaklah mengutus sebelummu (wahai Rasul) seorang Rasul maupun seorang Nabi, kecuali ketika dia membaca Kitabullah yang dia diutus dengannya berupa ayat-ayat, maka setan melontarkan pada bacaannya bisikan-bisikan dan syubhat-syubhat, agar dapat menghalangi manusia dari mengikuti apa yang dibacakan dan disampaikan oleh nabi atau rasul itu. Akan tetapi, Allah mematahkan tipu daya setan, lalu melenyapkan bisikan-bisikannya dan mengukuhkan ayat-ayatNya yang nyata. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi, tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagiNya, Mahabijaksana dalam penetapan takdirNya dan pengaturanNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/5788-surat-al-hajj-ayat-52.html

Tafsir as-Sa'di

52. Allah memberitahukan kandungan hikmahNya yang luhur dan seleksi yang Allah tentukan untuk memilih salah seorang dari kalangan para hambaNya, dan bahwa Allah tidaklah mendelegasikan sebelum Muhammad “seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan,” maksudnya dia membaca sesuatu untuk mengunggah umat manusia dan memerintahkan mereka serta melarang mereka “setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu,” yaitu padanya bacaannya, berupa trik-trik dan tipu daya yang menghantam bacaan tersebut, kendatipun Allah telah membentengi para rasul pada aspek risalah yang mereka sampaikan dari Allah dan memelihara wahyuNya biar tidak rancu dan bercampuraduk dengan lainnya. Akan tetapi, lontaran godaan dari setan ini tidak selalu eksis dan berlangsung terus-menerus.Itu hanyalah sekedar hambatan yang timbul kemudian lenyap. Hambatan-hambatan ini terbatasi oleh ketentuan-ketentuan. Untuk itu, Allah berfirman, “Maka Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu,” maksudnya Allah melenyapkan dan menghilangkannya serta menggugurkannya, dan menerangkan bahwa itu bukan dari bagian dari ayat-ayatNya.Dan “Allah menguatkan ayat-ayatNya,” mengokohkannya dan mensterilkan serta menjaganya, hingga tetap bersih murni dari dampak pencampuran hembusan godaan setan. “Dan Allah [Mahaperkasa], sempurna kekuatan dan kuasaNya. Dengan kesempurnaan kekuatanNya, Dia memelihara wakyuNya dan mengenyahkan lontaran campur tangan setan-setan. “Lagi Mahabijaksana,” meletakkan seluruh perkara pada tempatnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5788-surat-al-hajj-ayat-52.html

Tafsir Al-Wajiz

52. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak pula seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang Dia wahyukan kepada Nabinya dan juga tentang kondisi manusia.Juga atas apa yang direncanakan/lakukan setan. Maha bijaksana dalam segala apa yang diberlakukan-Nya kepada para makhluk. Dalam beberapa riwayat yang mursalat namur tidak musnadah ayat ini turun ketika nabi membaca surat An Najm ayat 19-29.Maka setan menirukan bacaan Nabi. Berhala/sesembahan mereka itu yang tinggi. Andai mereka bisa memberi pertolongan pasti akan dimintai doa.Ibnu Khuzaimah mengatakan bahwa cerita ini dari orang zindik

Sumber: https://tafsirweb.com/5788-surat-al-hajj-ayat-52.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 52-54 Diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair berkata bahwa Rasulullah ﷺ di Makkah membaca surah An-Najm, dan ketika bacaan beliau sampai kepada firmanNya: (Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) meng­anggap Lata dan 'Uzza (19) dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? (20)) (Surah An-Najm) Maka setan memasukkan godaannya pada lisan beliau sehingga beliau mengatakan, "Bintang-bintang yang ada di langit yang tinggi itu, sesungguhnya syafaat benar-benar diharapkan" Lalu mereka berkata,"Dia sebelum ini tidak pernah menyebut nama tuhan-tuhan kami dengan sebutan yang baik" Lalu Nabi ﷺ bersujud kepada Allah, maka mereka pun ikut bersujud.Kemudian Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, lalu Allah menghilangkannya apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (52)) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi ﷺ membaca surah An-Najm ketika masih di Makkah, sehingga sampai pada firmanNya: (Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap Lata dan 'Uzza (19)) hingga akhir ayatnya. Al-Baghawi dalam tafsirnya telah menyebutkannya dalam kumpulan dari perkataan Ibnu Abbas dan Muhammad bin Ka'b Al-Qurazhi serta lainnya dengan pendapat yang semisal.Kemudian dia mengajukan suatu pertanyaan,"Bagaimana hal seperti ini terjadi, padahal Rasulullah ﷺ telah dijamin Allah terpelihara dari segala kesalahan?" Kemudian Al-Baghawi mengemukakan beberapa jawaban dari pendapat orang-orang, di antaranya dan yang paling terbaik adalah bahwa setan membisikkan kalimat itu ke dalam pendengaran orang-orang musyrik, sehingga mereka menduga bahwa kalimat-kalimat tersebut bersumber dari Rasulullah ﷺ. Padahal kenyataannya tidak demikian, melainkan dari ulah setan dan perbuatannya bukan dari Rasulullah ﷺ. Firman Allah: (melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu) ini mengandung hiburan Allah سبحانه وتعالى kepada RasulNya ﷺ. yaitu, janganlah hatimu gundah karenanya, sesungguhnya hal seperti itu pernah menimpa para rasul dan para nabi sebelummu.Imam Bukhari berkata bahwa Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (terhadap keinginan itu) Ketika dia berbicara, setan memasukkan godaannya dalam pembicaraannya, lalu Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu. (dan Allah menguatkan ayat-ayatNya) Al-Baghawi berkata bahwa kebanyakan mufasir berkata bahwa makna (tamanna) adalah membaca Kitab Allah (setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu) yaitu bacaannya. Firman Allah: (Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu) hakikat dari “an-nasakh” secara bahasa adalah menghilangkan dan menghapuskan. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah سبحانه وتعالى menghapuskan apa yang dimasukkan setan itu.Firman Allah: (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu, terhadap semua sesuatu dan kejadian, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dariNya. (Dan Allah Maha Bijaksana) dalam menentukan keputusanNya, menciptakan makhlukNya, dan perintah­Nya kepada makhlukNya. MilikNyalah hikmah yang sempurna dan hujjah yang jelas, Oleh karena itu Allah berfirman: (agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit) yaitu keraguan, kemusyrikan, kekufuran, dan kemunafikan, sebagaimana orang-orang musyrik yang gembira dengan hal itu.Mereka yakin bahwa apa yang mereka dengar itu benar, padahal kenyataannya adalah dari setan. Muqatil bin Hayyan berkata bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi (Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat) yaitu dalam kesesatan, pertentangan, dan keingkaran. yaitu dari kebenaran. (dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa Al-Qur'an itulah yang hak dari Tuhanmu, lalu mereka beriman kepadanya) yaitu agar orang-orang yang telah diberi ilmu yang bermanfaat yang dengan ilmunya itu mereka dapat membedakan antara kebenaran dan kebathilan, serta orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, bahwa apa yang Kami wahyukan kepadamu adalah benar dari sisi Tuhanmu yang menurunkannya dengan ilmuNya, pemeliharaan dan penjagaanNya agar tidak bercampur dengan yang lain, bahkan Al-Qur'an itu adalah Kitab yang memberikan keputusan (Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji (42)) (Surah Fushshilat) Firman Allah: (lalu mereka beriman kepadanya) yaitu, membenarkan dan mengikutinya (dan tunduk hati mereka kepadanya) yaitu hati mereka tunduk dan patuh kepadanya (dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus) yaitu di dunia dan akhirat.Adapun di dunia mereka mendapat petunjuk sehingga membimbing mereka menuju kebenaran dan mengikutinya, serta memberi mereka taufik untuk menjauhi kebathilan dan menentangnya. Sedangkan di akhirat Allah memberi mereka petunjuk kepada jalan yang lurus yang mengantarkan mereka menuju derajat surga dan menjauhkan mereka dari azab yang pedih dan jatuh ke dasar neraka

Sumber: https://tafsirweb.com/5788-surat-al-hajj-ayat-52.html

Informasi

Surat

الحج (Al-Hajj)

Haji — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

52 dari 78 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 338

Ruku

Ruku 291

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 68 (135/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2647 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-22