الحج (Al-Hajj)

Per AyatMushaf
وَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
هَاجَرُوْا
(mereka) berhijrah
فِيْ
dalam/di
سَبِيْلِ
jalan
اللّٰهِ
Allah
ثُمَّ
kemudian
قُتِلُوْٓا
mereka terbunuh
اَوْ
atau
مَاتُوْا
mereka mati
لَيَرْزُقَنَّهُمُ
pasti akan memberi rezeki kepada mereka
اللّٰهُ
Allah
رِزْقًا
rezeki
حَسَنًاۗ
baik
وَاِنَّ
dan sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
لَهُوَ
sungguh Dia
خَيْرُ
sebaik-baik
الرّٰزِقِيْنَ
pemberi rezeki
﴿٥٨﴾
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.
2653 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang yang keluar meninggalkan kampung-kampung halaman mereka guna mencari ridha Allah dan membela agamaNya, dan orang yang terbunuh dari mereka, ketika berperang melawan orang-orang kafir, dan orang yang meninggal dari mereka bukan dalam peperangan, niscaya Allah benar-benar akan memberikan karunia kepada mereka berupa surga dan kenikmatan di dalamnya yang tidak akan terputus dan habis. Dan sesungguhnya Allah benar-benar sebaik-baik pemberi rizki.

Sumber: https://tafsirweb.com/5794-surat-al-hajj-ayat-58.html

Tafsir as-Sa'di

58. Ini merupakan berita gembira besar bagi yang menempuh perjalanan hijrah di jalan Allah. Dia keluar meninggalkan kampung halaman dan wilayahnya, anak-anak serta harta kekayaannya dalam rangka menggapai ridha Allah, baik dia meninggal di atas kasurnya atau terbunuh sebagai mujahid di jalan Allah. “Benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rizki yang baik (di surge),” di alam Barzakh dan di Hari Kiamat dengan masuk surge yang berisikan rahmat, keindahan, kebaikan, dan kenikmatan hati dan jasmani.Ayat ini juga bisa mengandung pengertian bahwasanya orang yang berhijrah di jalan Allah, sungguh Allah telah menjamin rizkinya di dunia dengan rizki yang melimpah lagi baik. Sama saja, baik Allah mengetahuinya akan meninggal di atas ranjangnya atau terbunuh di medan laga (mati syahid). Masing-masing akan terjamin rizkinya.Maka, jangan dikira bahwa orang yang pergi meninggalkan kampung halamannya, harta bendanya akan menjadi fakir dan butuh, karena pemberi rezekinya adalah Dia Sebaik-baik peberi rezeki, dan ini telah terjadi sebagaimana yang Allah beritakan, sesungguhnya kaum muhajirin terdahulu, telah meninggalkan negeri, anak dan harta mereka demi membela agama Allah. Tidak berapa lama, Allah menaklukkan negeri-negeri bagi mereka dan menjadikan mereka penguasa atas umat manusia. Mereka berhasil menggenggam harta kekayaan negeri-negeri itu.Dengan itu, mereka tergolong orang-orang yang terkaya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5794-surat-al-hajj-ayat-58.html

Tafsir Al-Wajiz

58. Dan orang-orang yang berhijrah dan meninggalkan negeri mereka Makkah menuju Madinah dengan ketaatan dan mengharap ridho Allah, kemudian mereka di bunuh atau mati dalam medan perjuangan, atau meninggal dalam perjalanan hijrah, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik berupa surga. Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki Yang Maha memberi rizki tanpa perhitungan

Sumber: https://tafsirweb.com/5794-surat-al-hajj-ayat-58.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 58-60 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang yang keluar untuk berhijrah ke jalan Allah demi memperoleh ridhaNya dan mengharapkan apa yang ada di sisiNya, sehingga mereka meninggalkan tanah airnya, keluarga dan teman-temannya, juga berpisah dari negerinya demi membela Allah dan RasulNya serta menolong agama Allah (kemudian mereka dibunuh) yaitu dalam jihadnya (atau mati) yaitu, habis ajalnya tanpa berperang, yakni mati di ranjangnya. Maka sesungguhnya mereka telah mendapatkan pahala yang melimpah dan pujian yang baik, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah) (Surah An-Nisa’: 100) Firman Allah: (Benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik) yaitu, Allah akan mengalirkan kepada mereka sebagian dari karunia dan rezekiNya di surga yang membuat hati mereka senang (Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki (58) Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat yang mereka menyukainya) yaitu surga, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah) (88) maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga kenikmatan (89)) (Surah Al-Waqi'ah) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka mendapat kesenangan, rezeki, dan surga yang penuh kenikmatan.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini: (benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik) Kemudian Allah berfirman: (Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yang mereka menyukainya.Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui) yaitu Maha Mengetahui orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan­Nya serta siapa saja yang berhak mendapatkannya (Maha Penyantun) yaitu Maha Pemaaf dan Maha Mengampuni dosa-dosa mereka, Allah menghapus semua dosa mereka berkat hijrah dan tawakal mereka kepadaNya. Adapun orang-orang yang gugur di jalan Allah dari kalangan orang-orang yang berijrah dan tidak berhijrah, sesungguhnya dia hidup di sisi Tuhannya dalam keadaan diberi rezeki, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki (169)) (Surah Ali Imran) hadits-hadits tentang ini cukup banyak, sebagaimana yang disebutkan dalam pembahasan terdahulu.Adapun orang yang wafat di jalan Allah dari kalangan orang yang bijrah dan tidak hijrah, termasuk dalam pengertian ayat ini di samping hadits-hadits shahih yang menguatkannya yang menyebutkan bahwa mereka diberi rezeki dan mendapat kebaikan yang besar dari Allah سبحانه وتعالى Diriwayatkan dari Ibnu Uqbah yaitu Abu Ubaidah bin Uqbah, dia berkata bahwa Syurahbil bin As-Simth berkata,"Kami bertugas dalam waktu yang cukup lama di benteng di negeri Romawi. Maka mampirlah kepada kami Salman Al-Farisi, lalu dia berkata,”Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:”Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan sedang bertugas, maka Allah mengalirkan kepadanya pahala itu, memberinya rezeki, dan menyelamatkannya dari dua fitnah” Firman Allah: (Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita…), hingga akhir ayat. Muqatil bin Hayyan dan Ibnu Juraij menyebutkan bahwa ayat ini diturunkan tentang pasukan khusus dari kalangan sahabat.Mereka berhadapan dengan pasukan orang-orang musyrik di bulan Muharram. Kemudian orang-orang muslim menyerukan kepada mereka agar tidak mengadakan peperangan dalam bulan haram itu, tetapi orang-orang musyrik menolak dan tetap bersikeras untuk berperang, bahkan orang-orang musyrik melampaui batas terhadap orang-orang muslim. Maka orang-orang muslim terpaksa memerangi mereka, dan Allah memberi kemenangan kepada orang-orang muslim (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun)

Sumber: https://tafsirweb.com/5794-surat-al-hajj-ayat-58.html

Informasi

Surat

الحج (Al-Hajj)

Haji — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

58 dari 78 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 339

Ruku

Ruku 292

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 68 (135/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2653 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-22