الحج (Al-Hajj)
Per AyatMushaf
ذٰلِكَ
demikianlah
بِاَنَّ
karena sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
يُوْلِجُ
Dia memasukkan
الَّيْلَ
malam
فِى
dalam
النَّهَارِ
siang
وَيُوْلِجُ
dan Dia memasukkan
النَّهَارَ
siang
فِى
dalam
الَّيْلِ
malam
وَاَنَّ
dan sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
سَمِيْعٌۢ
Maha Mendengar
بَصِيْرٌ
Maha Melihat
﴿٦١﴾
Demikianlah karena Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
2656 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Ketetapan-ketetapan hokum yang disyariatkan bagi kalian berupa hokum-hukum yang adil itulah kebenaran sejati. Dan Dia MahaKuasa atas segala yang Dia kehendaki. Dan diantara bukti KuasaNYa, Dia memasukkan waktu malam yang berkurang pada waktu siangnya, dan memasukkan waktu-waktu siang yang menyusut ke dalam waktu-waktu malam, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar semua suara, Maha Melihat seluruh perbuatan, tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagiNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/5797-surat-al-hajj-ayat-61.html
Tafsir as-Sa'di
61. Dzat yang menetapkan hukum-hukum yang baik lagi (berorientasi kepada) keadilan, ialah Dzat Yang Mahabaik pengelolaannya dalam menentukan dan mengatur, yang “(kuasa) memasukkan malam ke dalam siang,” maksudnya memasukkan ini ke sana dan itu ke sini. Dia mendatangkan malam setelah waktu siang hari dan mendatangkan waktu siang sesudah waktu malam hari.Allah menambahkan perpanjangan durasi pada salah satu waktu tersebut yang sama dari waktu yang lain, dan sebaliknya. Sebagai akibatnya, muncullah berbagai macam musim, kemaslahatan yang timbul dari pergantian malam dan siang hari, serta kegunaan keberadaan matahari dan bulan yang merupakan sebagian kenikmatan terbesar yang dianugerahkan kepada para hambaNya yang mana ia merupakan kebutuhan-kebutuhan primer bagi mereka. “Dan bahwasanya Allah Maha Mendengar,” mendengarkan gemuruh suara-suara dalam berbagai bahasa untuk bermacam-macam permohonana. “Lagi Maha Melihat,” menyaksikan langkah semut hitam yang berada di bawah batu berwarna hitam-pekat di malam hari yang gelap-gulita, sama saja, baik salah seorang di antara kalian yang meirihkan perkataannya dan mengeraskannya dan rang-orang yang tersembunyi di malam hari dan bergerak-gerak di siang hari.
Sumber: https://tafsirweb.com/5797-surat-al-hajj-ayat-61.html
Tafsir Al-Wajiz
61. Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah Maha kuasa untuk memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam agar satu bertambah atau berkurang. Satu perkara menutupi perkara lainnya.Dan bahwasanya Allah Maha Mendengar dengan jelas lagi Maha Melihat dengan luas. Maha mendengar segala perkataan dan Maha melihat segala perbuatan
Sumber: https://tafsirweb.com/5797-surat-al-hajj-ayat-61.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 61-62 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan bahwa Dialah Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Mengatur makhlukNya sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau beri kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu (26) Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.Dan engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab" (27)) (Surah Ali Imran) yaitu memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam, yaitu memasukkan yang ini ke dalam yang itu dan dari yang itu ke dalam yang ini.Terkadang malam lebih panjang daripada siang hari, sebagaimana di musim dingin, terkadang dan siang lebih panjang daripada malam hari, sebagaimana yang terjadi di musim panas. Firman Allah: (dan bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat) yaitu Maha Mendengar semua ucapan hamba-hambaNya, lagi Maha Melihat keadaan mereka. Tidak ada sesuatu pun dari urusan mereka yang tersembunyi dariNya, baik keadaan, gerakan, maupun diam mereka.Setelah menjelaskan bahwa Dia adalah Dzat Yang Mengatur semua yang ada dan Memberikan keputusan sehingga tidak ada yang menghalangi keputusanNya. Maka Allah berfirman: (Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak) yaitu Tuhan Yang Maha Benar yang tidak ada sesuatu pun yang berhak untuk disembah selain Dia, karena Dia mempunyai kekuasaan Yang Maha agung, maka sesuatu yang Dia kehendaki pasti ada, dan yang tidak Dia kehendaki maka tidak ada.Segala sesuatu butuh kepadaNya, dan hina di hadapanNya (dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang bathil) yaitu berhala, tandingan-tandingan, berhala-berhala, dan semua yang disembah selain Allah سبحانه وتعالى itu adalah kebathilan karena tidak memiliki mudharat dan manfaat. Firman Allah: (dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar) sebagaimana Allah berfirman: (dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar) (Surah Al-Baqarah: 255) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi) (Surah Ar-Ra'd: 9) Segala sesuatu berada di bawah kekuasaan, pengaruh, dan kebesaranNya.Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia. Dialah Dzat Yang Maha Besar yang tidak ada sesuatu pun yang lebih besar dari Dia. Dia Maha Tinggi, tidak ada yang lebih tinggi dari Dia.Dia Maha Besar tidak ada yang lebih besar dari Dia. Maha Tinggi dan Maha Suci Allah dari semua yang dikatakan orang-orang zalim dan melampaui batas dengan ketinggian yang Maha Besar.
Sumber: https://tafsirweb.com/5797-surat-al-hajj-ayat-61.html
Informasi
Surat
الحج (Al-Hajj)
Haji — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
61 dari 78 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 339
Ruku
Ruku 292
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 68 (136/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2656 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-22