الحج (Al-Hajj)

Per AyatMushaf
لَهٗ
kepunyaan-Nya
مَا
apa
فِى
di
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَمَا
dan apa
فِى
di
الْاَرْضِۗ
dalam bumi
وَاِنَّ
dan sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
لَهُوَ
sungguh Dia
الْغَنِيُّ
Maha Kaya
الْحَمِيْدُ
Maha Terpuji
ࣖ
﴿٦٤﴾
Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah benar-benar Mahakaya, Maha Terpuji.
2659 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan di bumi dalam hal penciptaan, kepemilikan dan penghambaan diri mereka. Semuanya membutuhkan pengaturan dan curahan karuniaNYa. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Yang Maha Kaya Yang tidak membutuhkan sesuatu pun, lagi Maha Terpuji dalam seluruh keadaan.

Sumber: https://tafsirweb.com/5800-surat-al-hajj-ayat-64.html

Tafsir as-Sa'di

64. “Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit,” dan (apa yang ada) di bumi sebagai makhluk ciptaan dan hambaNya. Allah menetapkan apa saja pada mereka dengan kekuasaan, hikmah, dan kesempurnaan kemampuanNya. Tidak ada seorang pun yang memiliki wewenang pengaturan sedikit pun. “Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakaya,” dengan DzatNya, yang mempunyai kekayaan mutlak lagi sempurna dari segala sisi.Pertanda kekayaanNya bahwa Dia tidak memerlukan (bantuan) siapa pun dari makhlukNya, tidak mengangkat mereka sebagai pembela karena kehinaan, dan tidak ingin terlihat banyak dalam pandangan mereka karena memiliki sedikit (miskin). Di antara bukti kekayaanNya, Allah tidak memiliki istri tempat bergantung, tidak makan dan tidak minum, dan tidak membutuhkan seperti apa yang dibutuhkan oleh makhluk dari sisi apa pun. Dia-lah yang memberikan makanan, tanpa diberi makan (oleh siapa pun).Di antara kekayaanNya bahwa seluruh makhluk membutuhkanNYa dalam penciptaan, perkembangan dan dukungan serta dalam masalah agama dan duniawi mereka. Termasuk tanda kekayaanNya bahwa andai seluruh penghuni langit dan bumi, baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati berada di satu tanah lapang, masing-masing memanjatkan permohonan apa yang mereka angan-angankan, kemudian Allah memberi mereka lebih dari apa yang mereka harapkan, maka ini tidak mengurangi kekuasaanNya sedikit pun. Tanda kekayaanNya yang lain bahwa Tangan Allah selalu terbuka dengan kebaikan dan keberkahan, malam dan siang hari.Kemurahan Allah senantiasa tercurah pada mahkluk-makhluk. Pertanda kekayaan dan kemurahanNya adalah sesuatu yang Dia sediakan di tempat kemuliaanNya (surge) berupa kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh pandangan mata, belum terdengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di hati orang. “Lagi Maha Terpuji,” yang terpuji pada DzatNya, nama-nama dan sifat-sifatNYa, karena nama-namaNya mengandung keindahan dan sifat-sifatNya seluruhnya merupakan kesempurnaan, dan (terpuji) pada perbuatan-perbuatanNya, karena berporos pada keadilan, curahan kebaikan dan rahmat serta hikmah. Dan (terpuji) karena aturan syariatNya, lantaran tidaklah Dia memerintahkan melainkan pasti karena sesuatu yang berisi kerusakan total atau dominan unsur kerusakannya.BagiNya pujian yang memenuhi tempat-tempat di langit dan bumi, dan tempat yang terletak antara keduanya dan tempat-tempat lain yang dikehendaki olehNya, yang bentuk pujian-pujian bagiNya tidak dapat dihitung oleh para hambaNya. Akan tetapi Dia sesuai dengan pujian yang Dia sampaikan untuk DiriNya dan lebih tinggi dari sanjungan yang diungkapkan oleh para hambaNya. Dia terpuji atas pemberian taufik kepada orang-orang yang Allah limpahi kemudahan, dan (terpuji) atas penetapan kesesatan bagi orang yang Allah terlantarkan.Dia Mahakaya pada sanjunganNya dan Yang Maha Terpuji pada kekayaanNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5800-surat-al-hajj-ayat-64.html

Tafsir Al-Wajiz

64. Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi, makhluk maupun kerajaan. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya pada Dzat-Nya atas segala sesuatu sehingga tidak membutuhkan siapapun, lagi Maha Terpuji dan berhak dipuji atas segala sesuatu.

Sumber: https://tafsirweb.com/5800-surat-al-hajj-ayat-64.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 63-66 Ini juga menunjukkan kekuasaan dan kebesaran kekuasaanNya, yaitu bahwa Dia mengirimkan angin, lalu menggerakkan awan, dan awan itu menurunkan hujan ke bumi yang tandus yang tidak ada tanaman padanya, yaitu tanah yang kering, hitam, dan gersang (kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah) (Surah Al-Hajj: 5) Firman Allah: (lalu jadilah bumi itu hijau) Huruf “fa’” di sini menunjukkan makna urutan, dan urutan itu sesuai dengan tahapannya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging) (Surah Al-Mu’minun: 14) Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa di antara dua hal itu terdapat jarak empat puluh hari.Sekalipun demikian, diungkapkan dengan huruf fa’ ta'qib, demikian juga di sini Allah berfirman: (lalu jadilah bumi itu hijau) yaitu menjadi hijau setelah kering dan tandus.Sebagian ahli Hijaz berkata bahwa setiap selesai hujan, tanah mereka menjadi hijau. hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah: (Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui) yaitu, Maha Mengetahui sesuatu di seluruh penjuru bumi dari biji-bijian, sekalipun itu kecil, sehingga tidak ada yang tersembunyi dariNya. Sehingga Dia memberikan kepada tiap-tiap daerah air yang diperlukan sehingga daerah itu dapat menumbuhkan tanamannya.Sebagaimana Luqman berkata: ((Luqman berkata), "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (16)) (Surah Luqman) Firman Allah: (Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi) yaitu, segala sesuatu ini adalah milikNya; Dia Maha Kaya dari selain Dia, dan segala sesuatu butuh dan menjadi hambaNya.Firman Allah: (Apakah kamu tiada melihat bahwa Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi) yaitu semua yang bernyawa, benda mati, tanaman dan buah-buahan. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Dia menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan di bumi semuanya, (sebagai suatu rahmat) dariNya) (Al-Jatsiyah: 13) yaitu dari kebaikan, kemurahan, dan karuniaNya (dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintahNya) yaitu ditundukkan dan dijalankan olehNya, yaitu yang dapat berlayar membelah ombak di laut dengan angin yang sejuk dan lembut, yang mana mereka bisa memuatkan padanya semua barang dagangan dan barang lainnya serta barang yang bermanfaat sesuai dengan apa yang mereka inginkan, dari suatu negeri ke negeri lain dan dari suatu wilayah ke wilayah lain. Kemudian mereka dapat mendatangkan sesuatu kepada mereka, sebagaimana membawa sesuatu dari mereka berupa sesuatu yang mereka butuhkan dan inginkan. (Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izinNya?) yaitu kalau Dia menghendaki, maka Dia memerintahkan kepada langit untuk menjatuhkan bintang-bintang yang ada padanya, sehingga jatuh ke bumi dan membinasakan penghuninya.Tetapi karena kelembutan, rahmat, dan kekuasaanNya, Dia menahan benda-benda langit jatuh ke bumi, kecuali dengan izinNya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia) yaitu dengan kezaliman mereka.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia, sekalipun mereka zalim; dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksaNya) (Surah Ar-Ra'd: 6) Firman Allah: (Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat mengingkari nikmat (66)) sebagaimana firmanNya: (Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkanNya kembali, kemudian kepadaNyalah kalian dikembalikan? (28)) (Surah Al-Baqarah) dan (Katakanlah, 'Allah-lah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya) (Surah Al-Jatsiyah: 26) serta (Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula)") (Surah Ghafir: 11) Makna yang dimaksud adalah bagaimana bisa kalian menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah dan menyembah selain Dia bersamaNya, padahal Allah sendiri yang menciptakan, memberi rezeki, dan mengatur” (Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kalian) yaitu menciptakan kalian, padahal sebelumnya kalian bukan merupakan sesuatu yang disebut, kemudian Dia menjadikan kalian (kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan kalian (lagi)) yaitu di hari kiamat (sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat mengingkari nikmat) yaitu mengingkarinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5800-surat-al-hajj-ayat-64.html

Informasi

Surat

الحج (Al-Hajj)

Haji — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

64 dari 78 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 339

Ruku

Ruku 292

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 68 (136/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2659 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-22