المؤمنون (Al-Mu'minun)

Per AyatMushaf
وَاَنْزَلْنَا
dan Kami turunkan
مِنَ
dari
السَّمَاۤءِ
langit
مَاۤءًۢ
air
بِقَدَرٍ
dengan kadar/menurut ukuran
فَاَسْكَنّٰهُ
lalu Kami tempatkan/simpan
فِى
di
الْاَرْضِۖ
bumi
وَاِنَّا
dan sesungguhnya Kami
عَلٰى
atas
ذَهَابٍۢ
menghilangkannya
بِهٖ
dengannya
لَقٰدِرُوْنَ
sungguh berkuasa
ۚ
﴿١٨﴾
Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan pasti Kami berkuasa melenyapkannya.
2691 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan Kami menurunkan dari langit air sesuai dengan kebutuhan makhluk-makhluk dan Kami jadikan bumi tempat menetap bagi air tersebut, dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk melenyapkan air itu. Di sini terkandung peringatan keras dan ancaman bagi orang-orang yang berbuat zhalim.

Sumber: https://tafsirweb.com/5910-surat-al-muminun-ayat-18.html

Tafsir as-Sa'di

18. “ Dan kami turunkan air dari langit,” yang menjadi sumber rizki bagi kalian dan binatang-binatang piaraan kalian sesuai dengan ukuran yang memadai kalian. Dia tidak menguranginya [di mana tidak mencukupi bagi tanah dan pepohonan. Akibatnya, tujuan tidak terwujud, dan tidak pula menambahi dengan kadar yang tidak bisa tertampung], sampai meluluhlantahkan pemukiman, lalu tumbuh-tumbuhan dan pepohonan pun tidak bisa hidup.Bahkan Allah menurunkannya di permukaan bumi, lalu air itu diam dan menetap, mengeluarkan berbagai pasangan tanaman dengan kekuasaan Dzat yang menurunkannya. Allah juga mendiamkannya untuk dipersiapkan menjadi simpanan air tanah, tidak menggelontor ke bawah hingga tidak bisa di capai dan tidak bisa dijangkau dasarnya. “Dan sesungguhnya kami benar-benar berkuasa menghilangkannya,” baik dengan cara kami tidak menurunkannya atau menurunkannya kemudian langsung lenyap ke tempat yang tidak bisa dicapai, maupun tidak terwujud tujuan penurunannyya. Ini merupakan peringatan draiNya kepada para hambaNYa, supaya mereka bersyukur atas nikmat-nikmatNya dan membayangkan musibah apa yang terjadi bila tidak ada, sebagaimana firman-Nya : Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?".

Sumber: https://tafsirweb.com/5910-surat-al-muminun-ayat-18.html

Tafsir Al-Wajiz

18. Kami turunkan hujan dari atas awan menurut suatu ukuran yang cukup, sehingga tidak akan sampai menyebabkan kerusakan. Lalu Kami jadikan air hujan itu menetap/tersimpan di bumi.Sehingga menjadi sumber air dan mengaliri sungai. Sebagaimana Kami kuasa menurunkan hujan sesungguhnya Kami juga benar-benar berkuasa untuk menghilangkannya. Sehingga menyebabkan kematian karena kehausan, dan rusaknya tanaman dan makhluk lainnya sebab kekeringan.

Sumber: https://tafsirweb.com/5910-surat-al-muminun-ayat-18.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 18-22 Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang nikmat-nikmatNya atas hamba-hambaNya yang tidak terhitung berupa menurunkan hujan dari langit ke seluruh penjutu (dengan takaran tertentu) yaitu sesuai dengan kebutuhan, tidak terlalu banyak yang dapat merusak tanah dan bangunan, dan tidak terlalu sedikit sehinggatidak mencukupi tanaman dan buah-buahan, melainkan sesuai takaran kebutuhan­nya, baik untuk pengairan, minum dan manfaat lainnya, sehingga tanah yang membutuhkan air yang banyak untuk tanamannya tidak menampung turunnya hujan padanya terlalu banyak dan mendapatkan aliran air dari negeri lain Firman Allah: (lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi) yaitu, Kami menjadikan air itu ketika telah diturunkan dari awan menetap di bumi dan Kami menjadikan bumi menerimanya dan menyerapnya sehingga semua biji-bijian dan bibit-bibit yang ada padanya dapat mendapatkan makanan darinya. Firman Allah: (dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkan­nya) yaitu seandainya Kami menghendaki bahwa langit tidak menurunkan hujan, maka Kami bisa melakukannya. Seandainya Kami menghendaki, maka Kami memalingkan air hujan dari kalian dan mengarahkannya ke tempat-tempat yang tandus, hutan belantara, dan tempat-tempat lainnya yang tak berpenghuni.Dan seandainya Kami menghendaki, maka Kami dapat mengubah rasanya menjadi asin sehingga tidak bisa diminum dan tidak bisa dijadikan pengairan, dan Kami bisa melakukannya. Seandainya Kami menghendaki, maka tidak sekali-kali air hujan diturunkan ke bumi melainkan menggenang di permukaannya, tentu Kami bisa melakukannya. Firman Allah: (Lalu dengan air itu Kami tumbuhkan untuk kalian kebun-kebun kurma dan anggur) yaitu, Kami keluarkan bagi kalian melalui air hujan yang Kami turunkan dari langit (ke kebun-kebun) yaitu kebun-kebun (dan taman-taman yang berpemandangan indah) (Surah An-Naml: 60) yaitu memiliki pemandangan yang indah.Firman Allah: (kurma dan anggur) yaitu di dalamnya terdapat pohon kurma dan anggur. Ini berdasarkan kondisi yang ada di negeri Hijaz, dan tidak ada bedanya dengan yang terjadi di kawasan lainnya. Demikian juga bagi setiap penghuni suatu wilayah berupa buah-buahan yang ada pada mereka merupakan nikmat Allah yang membuat mereka tidak mensyukurinya.Firman Allah: (di dalam kebun-kebun itu kalian peroleh buah-buahan yang banyak) yaitu dari semua buah-buahan. Sebagaimana Allah berfirman: (Dia menumbuhkan bagi kalian dengan air hujan itu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan) (Surah An-Nahl: 11) Firman Allah (dan sebagian buah-buahan itu kalian makan) Seakan-akan diathafkan kepada sesuatu yang diperkirakan.Bentuknya adalah “Kalian dapat memandang keindahan, dan kemasakannya dan sebagiannya bisa kalian makan" Firman Allah: (dan pohon kayu yang keluar dari Tursina (pohon zaitun)) yaitu pohon zaitun, dan Ath-thur artinya bukit. Sebagian ulama berkata bahwa dinamakan Thur jika padanya terdapat pepohonan; tetapi jika tidak ada pepohonan, maka disebut Jabal, bukan bukit. Hanya Allah Yang lebih Mengetahui.Tursina adalah nama bukit dimana nabi Musa diajak bicara langsung oleh Allah سبحانه وتعالى begitu pula semua bukit yang di sekitarnya terdapat pohon zaitun. Firman Allah: (yang menghasilkan minyak) Sebagian ulama berkata bahwa huruf ba’ di sini adalah zaidah, bentuknya adalah tanbutu ad duhna. Sebagaimana ucapan orang-orang Arab,"Alqa Fulanun Biyadihi" (Fulan memukulkan tangannya) yaitu yadahu.Sedangkan berdasarkan pendapat ulama yang mengatakan bahwa itu mengandung fi'il, maka bentuknya adalah “takhruju bid duhni” atau “ta’ti bid duhni” (menghasilkan minyak). Oleh karena itu Allah berfirman: (dan pelezat makanan) yaitu lauk pauk, menurut Qatadah (bagi orang-orang yang makan) yaitu mengandung manfaat, berupa minyak dan dijadikan pelezat makanan.Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad,”Diriwayatkan dari Abu Usaid, yang nama aslinya adalah Malik bin Rabi'ah As-Sa'idi Al-Anshari, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Konsumsilah zaitun dan jadikanlah sebagai minyak, karena sesungguhnya buah zaitun itu berasal dari pohon yang diberkati” Firman Allah: (Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kalian, Kami memberi minum kalian dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kalian, dan sebagian dari kalian makan (21) dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kalian diangkut (22)) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai manfaat yang Dia jadikan pada binatang ternak untuk makhlukNya, bahwa mereka bisa minum dari air susunya yang dikeluarkan di antara kotoran dan darah. Mereka bisa makan dari dagingnya, dapat memakai pakaian dari bulunya, serta menaiki punggungnya dan membawa muatannya ke atas punggungnya menuju negeri yang jauh dari tempat tinggal mereka. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan ia memikul beban-beban kalian ke suatu negeri yang kalian tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri.Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (7)) (Surah An-Nahl)

Sumber: https://tafsirweb.com/5910-surat-al-muminun-ayat-18.html

Informasi

Surat

المؤمنون (Al-Mu'minun)

Orang-Orang Mukmin — 118 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

18 dari 118 ayat

Juz

Juz 18

Halaman

Halaman 343

Ruku

Ruku 295

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 69 (137/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2691 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-23