المؤمنون (Al-Mu'minun)
Per AyatMushaf
فَقَالَ
maka berkatalah
الْمَلَؤُا
pemuka-pemuka
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
مِنْ
dari
قَوْمِهٖ
kaumnya
مَا
tidaklah
هٰذَآ
ini
اِلَّا
melainkan
بَشَرٌ
seorang manusia
مِّثْلُكُمْۙ
seperti kamu
يُرِيْدُ
dia menghendaki
اَنْ
bahwa
يَّتَفَضَّلَ
dia lebih utama/tinggi
عَلَيْكُمْۗ
atas kalian
وَلَوْ
dan sekiranya
شَاۤءَ
menghendaki
اللّٰهُ
Allah
لَاَنْزَلَ
tentu Dia menurunkan
مَلٰۤىِٕكَةً
Malaikat
ۖمَّا
tidaklah
سَمِعْنَا
kami dengar
بِهٰذَا
dengan ini
فِيْٓ
pada
اٰبَاۤىِٕنَا
bapak-bapak kami
الْاَوَّلِيْنَ
orang-orang terdahulu
ۚ
﴿٢٤﴾
Maka berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya, “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang ingin menjadi orang yang lebih mulia daripada kamu. Dan seandainya Allah menghendaki, tentu Dia mengutus malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada (masa) nenek moyang kami dahulu.
2697 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
24-25. Kemudian para tokoh kaumnya mendustakannya, dan berkata kepada masyarakat umum mereka, “Sesungguhnya dia hanya seorang manusia biasa seperti kalian, tidak memiliki kelebihan apa pun atas kalian. Dan dia tidak menginginkan dengan ajakannya, kecuali kekuasaan dan keunggulan di atas kalian.Dan sekiranya Allah menghendaki untuk mengutus kepada kita seorang rasul, pastilah akan mengutus utusan dari kalangan malaikat. Kami tidak pernah mendengar ini pada orang-orang yang mendahului kami, dari bapak-bapak dan kakek-kakek kami. Dan tidaklah Nuh kecuali seorang lelaki yang telah terkena penyakit gila, maka tunggulah sampai dia sadar kembali, lalu dia akan meninggalkan dakwahnya itu, atau dia mati sehingga kalian akan bebas dari (pengaruh) nya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/5916-surat-al-muminun-ayat-24.html
Tafsir as-Sa'di
24. Beliau tetap melangsungkan dakwah, menyeru mereka dengan sembunyi-sembuni dan terang-terangan, di malam dan siang hari selama seribu tahun kurang lima puluh tahun lamanya (Sembilan ratus lima puluh tahun lamanya). Mereka tidaklah bertambah kecuali kesombongan dan antipati saja. “maka pemuka-pemuka orang yang kafir dari kaumnya menjawab,” yaitu dari kalangan pembesar danh para pimpinanya yang menjadi panutan untuk melawan Nabi mereka Nuh dan memperingatkan (para pengikut mereka) darinya, “orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang hendak bermaksud menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu,” maksudnya tidaklah dia melainkan manusia (biasa) seperti kalian juga.Obsesinya saat dia mengkliam sebagai seorang nabi adalah untuk menambah keutamaannya atas diri kalian supaya menjadi orang yang diikuti. Kalau tidak demikian maksudnya, lalu apakah yang menguggulkannya diatas kalian padahal dia berasal dari komunitas kalian?! Penolakan semacam ini senantiasa melekat pada orang-orang yang mendustakan para rasul.Allah telah menyanggah komentar itu dengan sanggahan yang tuntas melalui lisan para rasul. Sebagaimana firman-Nya : Mereka berkata: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. (QS. Ibrahim :10-11) Maka, mereka (para rasul) memberitahukan bahwa risalah itu merupakan kemurahan dan karunia Allah. Kalian tidak berhak untuk membatasi dan menghalangiNya untuk mencurahkan keutamaanNya kepada kami. Mereka juga berkomentar, ”Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat.” Ini juga bentuk penolakan yang batil terhadap kehendak Allah.Sekiranya Allah berkehendak, niscaya Allah mengutus beberapa malaikat. Sesungguhnya Dia MahaBijak lagi Mha Penyayang. Sifat hikmah dan rahmatNya (kepada manusia) menuntut supaya seorang rasul berasal dari jenis manusia.Karena (bila rasul berbentuk) malaikat, orang-orang itu tidak akan mampu menjalin komunikasi dengan mereka. Dan tidak mungkin berhasil kecuali dalam rupa manusia. Kemudian kekaburan kembali menyelimuti mereka sebagaimana semula.Mereka berkata,” belum pernah kami mendengar (seruan seperti) ini,” yaitu pengutusan seorang rasul “pada masa nenek moyang kami yang dahulu,” model alasan apakah ini (yang mendasarkan pada pengakuan mereka) tidak pernah mendengar pengiriman seorang rasul kepada nenek moyang mereka?! Karena pengetahuan mereka itu tidak meliputi seluruh kejadian lampau. Maka, janganlah ketidaktahuan mereka dijadikan sebagai alasan pembelaan diri!Anggap saja, Allah belum pernah mengutus seorang rasul dari kalangan mereka. Kondisi mereka tidak lepas dari dua opsi; pertama, berada di atas petunjuk sehingga tidak membutuhkan pengutusan seorang rasul saat itu,. Kedua, mereka tidak berada di atas petunjuk, maka hendaklah mereka memuji dan mensyukuri Allah, lantaran telah mengistimewakan mereka dengan kenikmatan yang tidak datang kepada nenek moyang mereka, dan mereka tidak merasakannya.Dan janganlah mereka menjadikan sikap tidak baik mereka kepada orang lain sebagai penyebab pengingkaran mereka terhadap curahan kebaikan yang tertuju pada mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/5916-surat-al-muminun-ayat-24.html
Tafsir Al-Wajiz
24. Kemudian pemuka-pemuka orang yang kafir dari kaumnya menjawab: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat.Belum pernah kami mendengar seruan untuk mengesakan Tuhan yang seperti ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu
Sumber: https://tafsirweb.com/5916-surat-al-muminun-ayat-24.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 23-25 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang nabi Nuh ketika Allah mengutusnya kepada kaumnya untuk memberikan peringatan kepada mereka tentang azab dan pembalasan Allah yang keras terhadap orang-orang yang menyekutukanNya, menentang perintahNya, dan mendustakan para rasulNya. (lalu ia berkata, "Hai kaumku sembahlah Allah oleh kalian (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagi kalian selain Dia. Maka mengapa kalian tidak bertakwa (kepada-Nya)?”) yaitu apakah kalian tidak takut kepada Allah dalam tindakan kalian yang menyekutukanNya (Maka berkatalah para pemuka orang kafir) yaitu para pemimpin dan pembesar dari mereka (Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kalian, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari pada kalian) mereka merasa lebih tinggi daripada kalian dan merasa lebih besar dengan mengaku sebagai seorang nabi, padahal dia adalah seorang manusia seperti kalian. Maka bagaimana bisa dia diberi wahyu, sedangkan kalian tidak? (Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa malaikat) yaitu sekiranya Allah berkehendak untuk mengutus seorang nabi, maka Dia mengutus malaikat dari sisiNya, bukan manusia (Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini) yaitu pengutusan manusia menjadi rasul (pada (masa) nenek moyang kami yang dahulu) yang mereka maksud adalah para pendahulu dan nenek moyang mereka di masa lalu.Firman Allah: (Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila) yaitu, orang gila dengan apa yang dia akui bahwa Allah mengutusnya kepada kalian, dan Dia mengkhususkannya dengan wahyu di antara kalian (maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu) yaitu tunggulah sampai kematian datang merenggutnya, dan bersabarlah terhadapnya selama beberapa saat, sehingga kalian akan terbebas darinya
Sumber: https://tafsirweb.com/5916-surat-al-muminun-ayat-24.html
Informasi
Surat
المؤمنون (Al-Mu'minun)
Orang-Orang Mukmin — 118 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
24 dari 118 ayat
Juz
Juz 18
Halaman
Halaman 343
Ruku
Ruku 296
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 69 (137/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2697 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-23