المؤمنون (Al-Mu'minun)

Per AyatMushaf
فَتَقَطَّعُوْٓا
maka mereka berputus-putus/pecah-pecah
اَمْرَهُمْ
urusan mereka
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
زُبُرًاۗ
pecahan/golongan
كُلُّ
tiap-tiap
حِزْبٍۢ
golongan
بِمَا
dengan apa
لَدَيْهِمْ
di sisi mereka
فَرِحُوْنَ
mereka gembira/bangga
﴿٥٣﴾
Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).
2726 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian para pemeluk agama bercerai-berai menjadi beberapa golongan dan beberapa sekte. Mereka menjadikan agama mereka (yang satu) dalam bentuk ideology-ideologi yang banyak, setelah sebelumnya diperintahkan untuk bersatu padu. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan pendapatnya, mereka menyangka bahwa kelompoknya berada di atas kebenaran, sedang kelompok lainnya berada di atas kebatilan.Di sini, terkandung peringatan dari bergolong-golongan dan berpecah belah dalam agama.

Sumber: https://tafsirweb.com/5945-surat-al-muminun-ayat-53.html

Tafsir as-Sa'di

53 Akan tetapi, orang-orang zhalim lagi para pecundang enggan menyambut kecuali berbuat pelanggaran saja. Karenanya, Allah berfirman, “kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan,” maksudnya terputuslah (ikatan) orang-orang yang mengaku pengikut para nabi. “urusan mereka,” yaitu urusan agama mereka ”terpecah belah menjadi beberapa pecahan pada mereka,” beberapa kelompok. “tiap-tiap golongan dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing),” yaitu dengan ilmu dan agama yang mereka miliki, ”merasa bangga” mereka menyangka diri mereka berada diatas rel kebenaran, sementara orang lain tidak berada digaris yang lurus.Padahal orang yang berada diatas kebenaran mereka, ialah orang-orang yang berjalan mengikuti para rasul, dengan cara memakan makanan yang baik-baik dan beramal shalih. Selain mereka, berada dalam kubangan kebatilan.

Sumber: https://tafsirweb.com/5945-surat-al-muminun-ayat-53.html

Tafsir Al-Wajiz

53. Kemudian mereka para pengikut rasul itu menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan keyakinan mereka masing-masing

Sumber: https://tafsirweb.com/5945-surat-al-muminun-ayat-53.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 51-56 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang menjadi para rasul, agar mereka memakan makanan yang halal dan mengerjakan amal shalih. Hal ini menunjukkan bahwa hal yang halal itu membantu untuk mengerjakan amal shalih. Maka para nabi mengerjakan perintah ini dengan sebaik-baiknya, dan mereka menggabungkan semua kebaikan, baik berupa ucapan maupun perbuatan, baik sebagai dalil maupun nasehat.Semoga Allah membalas mereka atas sesuatu yang mereka berikan kepada semua hamba dengan kebaikan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:”Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti apa yang Dia perintahkan kepada para rasul.Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firmanNya: (Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan) dan (Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian) (Surah Al-Baqarah: 172) Kemudian Rasulullah ﷺ menyebutkan tentang seorang laki-laki yang lama dalam perjalanannya, dalam keadaan penuh dengan debu, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dengan sesuatu yang haram, lalu dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku" maka bagaimanakah doanya dapat dikabulkan jika demikian” Firman Allah: (Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu) yaitu agama kalian ini, wahai para nabi, adalah agama yang satu, yaitu agama yang menyeru untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagi­Nya.Karena itu Allah berfirman: (dan Aku adalah Tuhan kalian, maka bertakwalah kepadaKu) Pembahasan tentang ini telah disebutkan dalam surah Al-Anbiya’ bahwa firmanNya, ("Ummatan wahidatan") dinashabkan sebagai haal Firman Allah: (Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa golongan) yaitu umat dimana para nabi diutus kepada mereka (Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)) yaitu, merasa bangga dengan kesesatan mereka karena mereka menyangka bahwa mereka mendapatkan petunjuk.Oleh karena itu Allah berfirman seraya mengancam dan memperingatkan mereka: (Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya) yaitu dalam kesesatan dan penyimpangan mereka (sampai suatu waktu) yaitu sampai waktu dan kebinasaan mereka.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar (17)) (Surah Ath-Thariq) Firman Allah: (Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (55) (bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan kepada mereka?Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (56)) yaitu apakah orang-orang yang teperdaya itu menyangka bahwa Kami memberikan kepada mereka harta dan anak-anak karena kemuliaan dan kehormatan mereka di sisi Kami? Tidak, sebenarnya tidak seperti yang mereka sangka dalam ucapan mereka. (Kami lebih banyak mempunyai harta dan Anak-anak (daripada kamu) dan Kami sekali-kali tidak akan diazab) (Surah Saba: 35) Mereka keliru dalam pengakuannya, dan akan kecewalah dengan harapan mereka, karena sesungguhnya Kami melakukan itu kepada mereka sebagai bentuk pembiaran dan penangguhan Kami terhadap mereka.Oleh karena itu Allah berfirman: (Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir (55)) (Surah At-Taubah), Qatadah berkata tentang firmanNya: (Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (55) (bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka?Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (56)) dia berkata bahwa tipu daya Allah terhadap suatu kaum itu pada harta dan anak-anak mereka. wahai manusia, maka janganlah memandang manusia dari harta dan anak-anaknya, melainkan pandanglah dari keimanan dan amal shalihnya

Sumber: https://tafsirweb.com/5945-surat-al-muminun-ayat-53.html

Informasi

Surat

المؤمنون (Al-Mu'minun)

Orang-Orang Mukmin — 118 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

53 dari 118 ayat

Juz

Juz 18

Halaman

Halaman 345

Ruku

Ruku 298

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 69 (138/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2726 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-23