المؤمنون (Al-Mu'minun)

Per AyatMushaf
فَمَنْ
maka barangsiapa
ثَقُلَتْ
berat
مَوَازِيْنُهٗ
timbangannya
فَاُولٰۤىِٕكَ
maka mereka itu
هُمُ
mereka
الْمُفْلِحُوْنَ
orang-orang yang beruntung
﴿١٠٢﴾
Barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
2775 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka siapa saja yang kebajikannya banyak dan timbangan amal perbuatannya menjadi berat dengannya dalam perhitungan amal, mereka itulah orang-orang yang beruntung memperoleh surga.

Sumber: https://tafsirweb.com/5994-surat-al-muminun-ayat-102.html

Tafsir as-Sa'di

102 Pada hari kiamat, terdapat momen-momen yang kesengsaraannya begitu dahsyat dan pengaruhnya sangat berat dirasakan. Misalnya, mizan (alat timbangan) yang diperuntukan untuk membedakan amalan-amalan seorang hamba, dan berdasarkan asas keadilan, dimonitorilah amalannya yang akan membantunya dan merugikannya, serta akan menjadi jelas timbangan kebaikan dan keburukan seberat biji sawi sekalipun. “barangsiapa yang berat timbangan (kebaikannya),” maksudnya, kebaikan-kebaikannya lebih dominan daripada amalan-amalan buruknya, “maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan,” lantaran mereka selamat dari api neraka, dan berhak mendapatkan surga, serta mengengam kemenangan dengan mendapat pujian yang baik.

Sumber: https://tafsirweb.com/5994-surat-al-muminun-ayat-102.html

Tafsir Al-Wajiz

102. Barangsiapa yang berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan berupa surga dan selamat dari siksa.

Sumber: https://tafsirweb.com/5994-surat-al-muminun-ayat-102.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 101-104 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa apabila sangkakala telah ditiup untuk tiupan kebangkitan, dan semua manusia bangkit dari kubur, (maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu) yaitu hubungan nasab tidak berguna pada hari itu, dan orang tua tidak dapat menangisi anaknya dan tidak menoleh kepadanya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya (10) sedangkan mereka saling melihat) (Surah Al-Ma'arij) yaitu, seseorang tidak bertanya kepada kerabatnya, sedangkan dia melihatnya, sekalipun dia menanggung dosa-dosa yang tidak kuat ditanggung, padahal kerabatnya itu orang yang paling disayangi di dunia, tetapi keadaan pada hari itu membuatnya tidak memperhatikannya, dan tidak membantu tanggungannya bahkan seberat sayap lalat pun.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya (34) ibu dan bapak­nya (35) dari istri dan anaknya (36) Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya (37)) (Surah 'Abasa) Ibnu Mas'ud berkata bahwa ketika hari kiamat terjadi, Allah mengumpulkan semua manusia yang terdahulu dan yang terakhir, kemudian penyeru menyerukan,"Ingatlah, barangsiapa yang pernah dianiaya, maka datanglah dan ambillah haknya" dia berkata,”Maka bergembiralah orang yang mempunyai hak pada orang tua, anak, atau istrinya, sekalipun haknya itu kecil.Hal yang membenarkannya adalah firman Allah سبحانه وتعالى: (Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya (101)) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan (102)) yaitu, barangsiapa yang kebaikannya berat, dan keburukannya ringan, walaupun hanya satu kebaikan. Pendapat itu dikatakan oleh Ibnu Abbas (Maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberun­tungan) yaitu orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang selamat dari neraka dan masuk surga. (Dan barang siapa yang ringan timbangannya) yaitu, keburukannya lebih berat melebihi kebaikannya. (maka mereka- itulah orang-orang yang merugikan diri sendiri) yaitu kecewa, binasa, dan kembali dengan membawa transaksi yang rugi. Oleh karena itu Allah berfirman: (mereka kekal di dalam neraka Jahannam) yaitu menetap di dalam neraka Jahannam untuk selamanya dan tidak akan dikeluarkan darinya (Muka mereka dibakar api neraka) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan muka mereka ditutup oleh api neraka) (Surah Ibrahim: 50) dan (Seandainya orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan) (39)) (Surah Al-Anbiya’) Firman Allah : (dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yaitu masam cemberut.Diriwayatkan dari Abdullah ibnu Mas'ud tentang firmanNya: (dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat) bahwa tidakkah kamu pernah melihat kepala yang dikuliti sehingga gigi-giginya kelihatan dan kedua bibirnya telah disayat dan dikuliti?

Sumber: https://tafsirweb.com/5994-surat-al-muminun-ayat-102.html

Informasi

Surat

المؤمنون (Al-Mu'minun)

Orang-Orang Mukmin — 118 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

102 dari 118 ayat

Juz

Juz 18

Halaman

Halaman 348

Ruku

Ruku 300

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 70 (139/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2775 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-23