البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
النَّاسُ
manusia
اعْبُدُوْا
sembahlah
رَبَّكُمُ
Tuhan kalian
الَّذِيْ
yang
خَلَقَكُمْ
menciptakan kalian
وَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
مِنْ
dari
قَبْلِكُمْ
sebelum kalian
لَعَلَّكُمْ
agar kalian
تَتَّقُوْنَۙ
(kamu) bertakwa
﴿٢١﴾
Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
28 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Ini adalah panggilan dari Allah bagi manusia secara keseluruhan: “beribadahlah kepada Allah yang telah mengurusi kalian dengan nikmat-nikmat Nya dan takutlah kepadanya serta Jangan melanggar aturan agama Nya. Sungguh Dia telah mengadakan kalian dari ketiadaan dan juga mengadakan orang-orang sebelum kalian dengan harapan kalian menjadi manusia yang bertakwa yang diridhoi Allah dan kalian pun Ridho kepada Nya.

Sumber: https://tafsirweb.com/257-surat-al-baqarah-ayat-21.html

Tafsir as-Sa'di

21. Ini adalah perintah yang bersifat umum bagi seluruh manusia dengan sebuah perintah yang umum, yaitu ibadah yang mencakup menaati perintah-perintah Allah, menjauhi larangan-laranganNya, dan mempercayai kabar-kabarNya. Allah ta’ala memerintahkan mereka kepada tujuan diciptakannya mereka."Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Ad-Dzariyat : 56) Kemudian Allah mengemukakan dalil yang menunjukkan kewajiban beribadah kepadaNya semata, yaitu karena Dia-lah Rabb kalian yang telah menganugrahkan kepada kalian berbagai macam nikmat, lalu Dia menciptakan kamu setelah (sebelumnya) kamu tidak ada dan Dia juga menciptakan orang-orang sebelum kamu.

Sumber: https://tafsirweb.com/257-surat-al-baqarah-ayat-21.html

Tafsir Al-Wajiz

Wahai manusia! Beribadahlah hanya kepada Allah yaitu Dzat yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu yaitu umat-umat terdahulu agar kamu mewaspadai siksaNya dan mendapatkan ridhaNya

Sumber: https://tafsirweb.com/257-surat-al-baqarah-ayat-21.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى telah menetapkan dalam penjelasan tentang keesaan dan ketuhananNya yaitu bahwa Dialah Dzat yang memberi anugerah kepada hamba-hambaNya dengan mengeluarkan mereka dari ketiadaan menjadi ada, menyempurnakan anugerahNya atas mereka, yaitu nikmat yang tampak dan tersembunyi. Dia menjadikan bumi sebagai alas bagi mereka, yaitu menghamparkannya seperti alas yang rihamparkan dan diratakan, dikokohkan oleh pegunungan yang tinggi. Dan menjadikan langit sebagai atap, sebagaimana firman Allah dalam ayat lain: (Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya) (Surah Al-Anbiya: 32) Dan menurunkan bagi mereka air dari langit, yang dimaksud di sini adalah awan ketika mereka membutuhkannya.Dengan air tersebut, Dia menumbuhkan berbagai jenis tanaman dan buah-buahan yang bisa disaksikan (mata) sebagai rezeki bagi mereka dan ternak mereka. Sebagaimana Dia telah menyebutkan hal ini di beberapa ayat Al-Qur'an lainnya. Salah satu ayat yang mirip dengan ayat ini adalah firman Allah: (Dzat yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.) (Surah Ghafir: 64).Makna yang terkandung di dalamnya yaitu bahwa Dia adalah Pencipta, Pemberi Rezeki, Raja seluruh alam dan para penghuninya serta Pemberi Rezeki bagi mereka. Oleh karena itu, Dia satu-satunya yang layak untuk disembah dan tidak menyekutukanNya dengan yang lain. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui) Dalam hadits shahih Bukhari-Muslim (diriwayatkan) dari Ibnu Mas'ud, dia berkata, "Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, dosa manakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda, “Kamu menyekutukanNya, padahal Dia adalah penciptamu....".Demikian pula dalam hadis dari Mu'adz, "Tahukah kamu apa hak Allah atas hamba-hambaNya?... yaitu mereka menyembahNya dengan tidak menyekutukanNya dengan apapun...". Dalam hadits lainnya, "Jangan pernah salah seorang dari kalian mengatakan, “Apa yang dikehendaki Allah dan Fulan juga berkehendak, tetapi sebaiknya dia mengatakan, “Apa yang dikehendaki Allah, kemudian Fulan." Dari Ibnu Abbas, dia berkata: “Seorang laki-laki berkata kepada Nabi: “Apa yang dikehendaki Allah dan apa yang engkau kehendaki?” Lalu Nabi bersabda: “Apakah kamu menjadikanku sebagai sekutu bagi Allah” Katakanlah: “Apa yang dikehendaki Allah saja” Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih. Hadits ini juga disebutkan oleh An-Nasa'i dan Ibnu Majah dari hadits Isa bin Yunus tentang Al-Ajlah, Semua ini adalah upaya untuk melindungi dan memelihara kesucian tauhid.Dan hanya Allah yang lebih Mengetahui. Dari Ibnu Abbas, dia berkata, bahwa firman Allah سبحانه وتعالى: (Hai manusia, sembahlah Tuhanmu) itu kedua golongan, baik orang-orang kafir maupun orang-orang munafik; maknanya yaitu, Esakanlah Tuhan kalian, yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian. Dan dari Ibnu Abbas, makna firman Allah: (karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui) yaitu, janganlah menyekutukanNya dengan sekutu-sekutu yang tidak mampu memberikan manfaat dan mudharat, sedangkan kalian sudah tahu bahwa tidak ada Tuhan selain Dia yang memberi rezeki kepada kalian.Sungguh kalian sudah tahu bahwa apa yang diserukan oleh Rasulallah ﷺ kepada kalian tentang Tauhid itu adalah suatu kebenaran yang tidak diragukan lagi. Demikianlah yang dikatakan Qatadah. Dari Ibnu Abbas, tentang firman Allah سبحانه وتعالى : (karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah)- dia berkata: makna “Sekutu-sekutu” adalah bentuk kesyirikan yang lebih tersembunyi daripada jejak semut hitam di atas batu hitam pada kegelapan malam.Yaitu ketika seseorang mengatakan, “Demi Allah, demi nyawamu, wahai Fulan!”, “Demi nyawaku!” atau dia mengatakan, “Jika bukan karena anjing ini, para pencuri itu mendatangi kita semalam” atau “Jika bukan karena seekor bebek di rumah ini, para pencuri itu akan datang”, dan ucapan seorang lelaki kepada temannya: “Apa yang dikehendaki Allah dan apa yang dikehendaki Fulan” – Jangan masukkan kata “Fulan” pada kalimat ini, dan semua hal ini merupakan bentuk kesyirikan kepada Allah. Abu Al-‘Aliyah berkata,(karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah) – maknanya yaitu sekutu-sekutu Begitu juga pendapat Rabi' bin Anas, Qatadah, As-Suddi, dan Abu Malik, dan Isma'il bin Abi Khalid. Mujahid berkata, makna firman Allah سبحانه وتعالى: (karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah , padahal kamu mengetahui) yaitu bahwa kalian mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dalam Taurat dan Injil.Ulama’ lain berkata: Siapa saja yang merenungi langit tentang ketinggiannya, keluasannya, dan apa yang ada di dalamnya berupa planet-planet besar dan kecil yang terang benderang, bergerak dengan teratur, serta menyaksikan bagimana planet-planet itu beredar (secara beraturan) bersamaan dengan peredaran benda langit yang besar setiap hari, dan masing-masing benda langit itu memiliki jalur khususnya masing-masing, serta memperhatikan lautan yang menyelubungi bumi di segala penjuru, serta gunung-gunung yang ditancapkan di permukaan bumi dengan berbagai bentuk dan warna yang berbeda, supaya penduduknya bisa tinggal dan menempatinya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat (27) Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama) (Surah Fatir: 27-28).Demikian juga dengan sungai-sungai yang mengalir dari satu tempat ke tempat lain untuk memberikan manfaat, serta segala sesuatu yang telah Dia ciptakan di bumi, berupa hewan yang beraneka ragam, dan tumbuhan-tumbuhan yang beragam rasa, aroma, bentuk, dan warnanya, semuanya bersatu dalam kesatuan tanah dan air. Semuanya menunjukkan adanya Pencipta, kekuasaanNya yang agung, hikmahNya, kasih sayangNya, dan kebaikanNya terhadap mereka, Tidak ada Tuhan selain Dia, dan tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Dia. Hanya kepadaNyalah aku bertawakal dan hanya kepadaNyalah aku kembali.Ayat-ayat dalam Al-Quran yang menunjukkan hal ini sangat banyak sekali

Sumber: https://tafsirweb.com/257-surat-al-baqarah-ayat-21.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

21 dari 286 ayat

Juz

Juz 1

Halaman

Halaman 4

Ruku

Ruku 4

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 1 (1/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-28 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2