البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
لِلْفُقَرَاۤءِ
bagi orang-orang fakir
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اُحْصِرُوْا
(mereka) terkepung
فِيْ
di
سَبِيْلِ
jalan
اللّٰهِ
Allah
لَا
tidak
يَسْتَطِيْعُوْنَ
mereka dapat
ضَرْبًا
berusaha
فِى
di
الْاَرْضِۖ
bumi
يَحْسَبُهُمُ
menyangka mereka
الْجَاهِلُ
orang yang bodoh
اَغْنِيَاۤءَ
orang-orang kaya
مِنَ
dari
التَّعَفُّفِۚ
meminta-minta
تَعْرِفُهُمْ
kamu kenal mereka
بِسِيْمٰهُمْۚ
dengan sifat-sifat mereka
لَا
tidak
يَسْـَٔلُوْنَ
mereka meminta
النَّاسَ
manusia
اِلْحَافًا
secara mendesak
ۗوَمَا
dan apa
تُنْفِقُوْا
kamu nafkahkan
مِنْ
dari
خَيْرٍ
yang baik
فَاِنَّ
maka sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
بِهٖ
dengannya/padanya
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
ࣖ
﴿٢٧٣﴾
(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui.
280 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan serahkanlah sedekah-sedekah kalian kepada orang-orang fakir dari kaum muslimin yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk bepergian jauh demi mencari rizki lantaran kesibukan mereka dalam berjihad di jalan Allah. Orang yang tidak mengenal meraka menyangka bahwa meraka adalah orang-orang yang tidak membutuhkan bantuan sedekah, karena mereka menjaga kehormatan diri mereka dari meminta-minta. Kalian mengenali mereka dengan tanda-tanda mereka dan indikasi kebutuhan ada pada diri mereka.Mereka tidak mau meminta-minta kepada manusia secara umum, dan jika mereka terpaksa meminta-minta, mereka tidak meminta dengan mendesak orang. Dan apa yang kalian infakkan berupa harta di jalan Allah, maka tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah darinya. Dan Dia akan memberikan balasan atas infak itu dengan balasan yang penuh dan paling sempurna pada hari kiamat.

Sumber: https://tafsirweb.com/1039-surat-al-baqarah-ayat-273.html

Tafsir as-Sa'di

273. Maksudnya adalah bahwa seyogyanya kalian berusaha dalam memberikan sedekah-sedekah kalian kepada orang-orang yang fakir yang menahan diri mereka pada jalan Allah dan pada ketaatan kepadaNya, dan mereka tidak memiliki (jalan untuk mewujudkan) kehendak mencari nafkah atau malah mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu. Mereka menahan diri dari meminta-minta, yang bila mereka dilihat oleh orang-orang bodoh, pastilah mereka akan menduga bahwa mereka adalah orang-orang kaya. “Mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak”; mereka tidak meminta secara umum, dan bila mereka harus meminta pun karena darurat, mereka tidak akan memintanya dengan memaksa.Kelompok orang-orang fakir yang satu ini adalah lebih utama untuk diberikan nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka dan menolong mereka dalam menyampaikan mereka kepada tujuan mereka dan kepada jalan yang baik, dan sebagai ucapan terima kasih buat mereka karena kesabaran yang mereka lakukan dan orientasi mereka kepada Allah Yang Maha Mencipta dan bukan kepada makhluk. Walaupun demikian, berinfak dalam segala jalan kebaikan dan menutupi segala kebutuhan di mana pun didapatkan maka semua itu adalah kebaikan, dan pahala serta ganjarannya ada di sisi Allah. Oleh karena itu Allah berfirman,

Sumber: https://tafsirweb.com/1039-surat-al-baqarah-ayat-273.html

Tafsir Al-Wajiz

273. Berikanlah sedekah untuk orang-orang fakir yang tidak bisa bekerja dan mengabdikan diri untuk taat kepada Allah dengan berjihad atau mencari ilmu, dan orang-orang fakir yang tidak bisa bekerja dengan berdagang atau bertani karena membaktikan dirinya untuk berjihad dan mencari ilmu. Orang yang tidak tahu akan menganggap mereka sebagai orang kaya yang sejahtera dengan melihat keadaan mereka, dan sesuatu yang mereka tampakkan berupa tidak mau meminta-minta, menunjukkan kemiskinan, dan menerima apa adanya.Kamu akan mengenal mereka sebagai orang-orang fakir yang sangat membutuhkan, melalui tanda-tanda dan apa yang tampak pada diri mereka berupa kebutuhan dan kefakiran, namun mereka tidak mau meminta bantuan dengan memaksa seperti yang lainnya, bahkan sebenarnya mereka itu tidak meminta-minta kepada orang-orang. Dan harta yang kalian infakkan, maka Allah itu Maha Mengetahuinya dan akan membalas kalian atas harta tersebut. Ayat ini turun terkait Ahlu Shuffah (orang-orang yang hidup di suffah masjid) Mereka itu adalah 400 kaum Muhajirin.Mereka membaktikan diri untuk mempelajari Al-Qur’an. Dan biasa keluar bersama pasukan kecil

Sumber: https://tafsirweb.com/1039-surat-al-baqarah-ayat-273.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 272-274 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata: “Mereka dulu tidak suka mengalah kepada keturunan mereka dari golongan orang-orang musyrik, maka mereka meminta izin, lalu diizinkan untuk mereka. Maka turunlah ayat ini: (Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri.Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan) (272)) Akan datang penjelasan di sisi Allah: (Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu…) (Surah Al-Mumtahanah: 8), yaitu hadits Asma' binti Abu Bakar tentang hal tersebut.Firman Allah: (Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah), ‘Atha’ Al-Khurasani berkata: yaitu jika kamu memberi karena Allah, maka kamu tidak ada tanggungan atas apa yang telah dikerjakanNya. Ini adalah makna yang baik. Kesimpulannya adalah bahwa orang yang bersedekah karena Allah, maka pahalanya ada di sisi Allah, dan tidak ada tanggungan atas dirinya dalam hal tersebut, baik dia melakukan kebaikan atau maksiat, berhak atau tidak berhak, dan dia diberi pahala sesuai dengan niatnya.Dasar dari hal ini adalah keseluruhan ayat: (Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dizalimi ….) Firman Allah: (kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah) yaitu: orang-orang muhajirin yang hijrah sepenuhnya kepada Allah dan kepada RasulNya dan menetap di Madinah, dan mereka tidak memiliki cara untuk memenuhi dan memperkaya mereka (mereka tidak dapat (berusaha) di bumi) yaitu: melakukan perjalanan untuk mencari nafkah. Berusaha di bumi adalah melakukan perjalanan. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu)) (Surah An-Nisa': 101), dan (Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah…) (Surah Al-Muzzammil: 20) Firman Allah: (orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta) yaitu orang-orang yang tidak mengetahui tentang urusan dan keadaan mereka akan mengira bahwa mereka kaya karena kesederhanaan dalam pakaian, keadaan, dan perkataan mereka.Dalam hal ini, terdapat hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang miskin bukanlah mereka yang berkeliling meminta-minta kepada orang banyak, lalu peminta itu diberi sesuap dua suap, atau sebutir dua butir kurma." Para sahabat bertanya, "Kalau begitu, seperti apakah orang yang miskin itu?" Beliau menjawab: "Orang miskin sesungguhnya ialah mereka yang tidak memiliki apa-apa untuk menutupi kebutuhannya, namun keadaannya itu tidak diketahui orang supaya orang bersedekah padanya, dan tidak pula meminta-minta ke sana ke mari” Hal itu diriwayatkan oleh Ahmad dari hadits Ibnu Mas’ud juga. Firman Allah: (Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya) yaitu, dengan ciri-ciri yang jelas bagi orang-orang berakal tentang sifat-sifat mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka) (Surah Al-Fath: 29), dan (Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka) (Surah Muhammad: 30), serta dalam hadits yang terdapat dalam kitab sunan: “Hati-hatilah terhadap firasat orang mukmin, karena dia melihat dengan cahaya Allah.” Kemudian dia membaca ayat: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda (75))(Surah Al-Hijr) Firman Allah: (mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak) yaitu mereka tidak mendesak dalam meminta-minta dan tidak memberatkan orang lain dengan hal-hal yang tidak diperlukan.Jika meminta dan yang dimintai sesuatu memiliki sesuatu yang membuatnya tidak meminta-minta, maka dia telah mendesak dalam meminta, Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, dia bersabda: “Yang disebut orang miskin itu bukanlah seorang peminta-minta yang diberi orang satu atau dua biji kurma atau sesuap dua suap makanan. Tetapi orang miskin sesungguhnya, ialah orang yang tahu menjaga diri (dari meminta-minta). Jika kamu mau, maka bacalah firman Allah: “Mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak…” Firman Allah: (Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui) yaitu tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dariNya, dan Dia akan memberi balasan yang berlimpah dan sempurna pada hari kiamat, sesuatu yang paling mereka butuhkan Firman Allah: (Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (274)) Ini adalah pujian dari Allah سبحانه وتعالى kepada orang-orang yang berinfak di jalanNya dan mencari ridhaNya di semua waktu, baik malam maupun siang hari, serta keadaan rahasia maupun terbuka, sehingga termasuk memberi nafkah untuk keluarga juga, sebagaimana yang tercantum dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada Sa'ad bin Abi Waqqas ketika dia sakit pada tahun Fathu Makkah, dan dalam suatu riwayat, pada tahun Haji Wada', "Sesungguhnya kamu tidak akan berinfak karena Allah melainkan kamu akan bertambah tinggi derajat dan kedudukannya, bahkan sampai apa yang kamu nafkahkan untuk istrimu" diriwayatkan dari hadits Syu’bah.Firman Allah: (maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya) yaitu pada hari kiamat, karena apa yang mereka lakukan, berupa infak karena ketaatan (Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati) dimana penafsirannya telah disebutkan sebelumnya

Sumber: https://tafsirweb.com/1039-surat-al-baqarah-ayat-273.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

273 dari 286 ayat

Juz

Juz 3

Halaman

Halaman 46

Ruku

Ruku 38

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 10 (19/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-280 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2